Meski jalur utama telah berhasil ditembus, perjuangan Satgas TMMD Ke-128 Kodim 0402/OKI di pelosok Ogan Komering Ilir belum usai. Kini, fokus beralih pada fase pengerasan dan perataan badan jalan, mengejar sisa satu kilometer terakhir agar rute Pematang Sukatani menuju Catur Tunggal segera menjadi jalur distribusi yang tangguh bagi warga.
OGAN KOMERING ILIR, NUSALY – Selasa pagi (12/5/2026), debu dan tanah merah yang mulai memadat menjadi saksi bisu kesibukan di jalur perbatasan Desa Pematang Sukatani. Secara teknis, akses yang menghubungkan desa tersebut dengan Desa Catur Tunggal memang sudah terbuka.
Namun, agar jalan ini mampu menopang beban kendaraan pengangkut hasil bumi tanpa terkendala medan, Satgas TMMD Ke-128 Kodim 0402/OKI kini sedang melipatgandakan intensitas pengerjaan pada tahap pengerasan.
Dari total sasaran yang direncanakan, Satgas kini sedang menuntaskan “mil terakhir” atau sisa kurang lebih satu kilometer lagi.
Di lapangan, pengerjaan tidak hanya soal meratakan tanah; personel Satgas bersama masyarakat tampak gigih melakukan pengadukan material secara manual untuk memperkuat bahu jalan dan membangun drainase penunjang demi menjaga ketahanan akses tersebut dari ancaman erosi.
Koordinator pembangunan jalan Satgas TMMD Ke-128 Kodim 0402/OKI, Kapten Cke Kurniawan, menekankan bahwa fungsionalitas jalan adalah harga mati.
“Jalurnya sudah terbuka, tapi kami tidak ingin berhenti di situ. Fokus kami sekarang adalah menuntaskan sisa satu kilometer pengerasan ini agar jalan benar-benar dapat digunakan secara maksimal oleh masyarakat untuk memangkas biaya logistik hasil pertanian,” tegasnya di tengah aktivitas lapangan.
Mengejar Target, Menjamin Kualitas
Urgensi penyelesaian satu kilometer sisa ini menjadi titik krusial bagi konektivitas dua desa. Tanpa pengerasan yang mumpuni, jalur tanah merah tersebut akan kembali sulit dilalui saat cuaca ekstrem melanda.
Oleh karena itu, intervensi Satgas TMMD Ke-128 Kodim 0402/OKI di fase ini adalah untuk memberikan kepastian keamanan berkendara bagi masyarakat yang selama ini terisolasi oleh medan yang berat.
Ketelitian dalam penyusunan talud dan pengolahan material manual di bahu jalan menunjukkan standar kerja yang tidak main-main.
Langkah teknis ini diambil untuk memastikan bahwa ketika program TMMD ini usai, jalan tersebut tetap kokoh dan menjadi infrastruktur jangka panjang yang menghidupkan sektor agraris di wilayah tersebut.
Sinergi dalam Penyelesaian Garis Akhir
Antusiasme warga Desa Pematang Sukatani terlihat jelas saat mereka bahu-membahu bersama prajurit di sisa pengerjaan ini. Mereka menyadari bahwa penyelesaian jalan ini akan membawa lompatan ekonomi yang signifikan.
Semangat gotong royong yang kembali membara di pengujung pengerjaan membuktikan bahwa Satgas TMMD Ke-128 Kodim 0402/OKI berhasil membangun lebih dari sekadar jalan, yakni kepercayaan publik dan rasa kepemilikan masyarakat.
Bagi penduduk desa, setiap meter jalan yang berhasil diperkeras adalah selangkah lebih dekat menuju kemudahan akses layanan kesehatan, pendidikan, dan pasar.
Mereka kini menantikan saat-saat terakhir pengerjaan tuntas, agar jarak antar-desa yang selama ini melelahkan bisa ditempuh dalam hitungan menit.
Satu kilometer sisa mungkin terdengar pendek bagi banyak orang, namun bagi warga Pematang Sukatani dan Catur Tunggal, itu adalah penentu masa depan ekonomi mereka.
Melalui Satgas TMMD Ke-128 Kodim 0402/OKI, sisa jarak tersebut kini sedang diubah dari hambatan menjadi jembatan kesejahteraan yang akan meruntuhkan isolasi geografi di pelosok Ogan Komering Ilir. (dhi)
NUSALY.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.. Gabung saluran WhatsApp NUSALY.com sekarang
