Sepakbola

Langkah Terhenti Arsenal dan Alarm bagi Ambisi Mikel Arteta

Langkah Terhenti Arsenal dan Alarm bagi Ambisi Mikel Arteta
Arsenal hanya membawa pulang satu poin dari London barat. Dok. Charlotte Wilson/Offside/Offside/Getty Images

Hasil imbang kontra Brentford di Gtech Community bukan sekadar kehilangan dua poin bagi Arsenal. Saat Manchester City dan Aston Villa terus merapat, pertahanan “The Gunners” mulai menunjukkan celah di saat paling krusial.

PALEMBANG, NUSALY – Perjalanan Arsenal menuju takhta juara Liga Inggris tidak pernah dijanjikan akan mulus. Namun, hasil imbang 1-1 kontra Brentford di Stadion Gtech Community, Jumat (13/2/2026) dini hari WIB, memberikan sinyal bahaya yang lebih besar dari sekadar kehilangan dua angka. Di saat Manchester City dan Aston Villa mulai menemukan ritme kemenangan yang stabil, kegagalan Arsenal menjaga jarak poin adalah cermin dari kebuntuan kreativitas yang mulai menghantui skuad asuhan Mikel Arteta.

Tambahan satu poin ini membuat perolehan Arsenal tertahan di angka 57 poin. Jarak yang sebelumnya terlihat nyaman, kini perlahan menipis menjadi hanya empat angka dari Manchester City yang terus mengintai di posisi kedua. Bagi para pendukung Arsenal, malam di London Barat itu terasa seperti dejavu atas keraguan-keraguan musim lalu yang kembali muncul ke permukaan.

Benteng Brentford

Sejak peluit pertama dibunyikan, Brentford menunjukkan mengapa mereka menjadi tim yang paling sulit ditaklukkan di kandang sendiri. Tim asuhan Thomas Frank itu tampil sangat disiplin, menutup setiap jengkal ruang gerak Martin Zubimendi dan Declan Rice di lini tengah. Arsenal memang menguasai bola, namun penguasaan itu terasa hambar dan minim ancaman nyata di babak pertama yang berakhir tanpa gol.

Kebuntuan baru pecah pada menit ke-61 melalui sundulan Noni Madueke yang memanfaatkan umpan akurat dari Piero Hincapie. Gol tersebut sempat membuncahkan harapan bahwa Arsenal akan pulang dengan tiga poin penting. Namun, euforia itu hanya bertahan sepuluh menit. Kelengahan koordinasi lini belakang saat mengantisipasi skema lemparan ke dalam jarak jauh membuat Keane Lewis-Potter mampu menyamakan kedudukan lewat sundulan di tiang jauh.

Ancaman Rival

Kegagalan Arsenal ini menjadi berkah bagi Manchester City. Tim asuhan Pep Guardiola itu melaju tanpa hambatan saat mencukur Fulham dengan skor telak 3-0 lewat aksi Antoine Semenyo, Nico O’Reilly, dan sang predator Erling Haaland. City kini mengoleksi 53 poin, memberikan tekanan psikologis yang nyata bagi Arsenal menjelang pekan-pekan krusial berikutnya.

Tak hanya City, Aston Villa pun mulai ikut campur dalam persaingan papan atas. Kemenangan tipis 1-0 atas Brighton lewat gol bunuh diri Jack Hinshelwood membawa Villa merapat dengan 50 poin. Di sisi lain, persaingan zona empat besar kian memanas setelah Liverpool kembali menunjukkan tajinya dengan mengalahkan Sunderland lewat gol tunggal Virgil van Dijk. Liverpool kini mengancam posisi Manchester United yang hanya mampu bermain imbang melawan West Ham.

Alarm Juara

Bagi Mikel Arteta, memasukkan pemain bintang seperti Bukayo Saka dan Gabriel Martinelli di sisa waktu pertandingan ternyata bukan jaminan untuk mengubah keadaan. Brentford yang dikawal ketat oleh Caoimhin Kelleher di bawah mistar gawang tetap berdiri kokoh hingga laga usai. Ketidakmampuan Arsenal membongkar pertahanan blok rendah seperti yang diperagakan Brentford adalah pekerjaan rumah besar jika mereka ingin tetap berdiri di puncak klasemen hingga akhir musim.

Klasemen Liga Inggris pekan ke-26 ini menggambarkan peta persaingan yang kian liar. Arsenal masih memimpin dengan 57 poin, namun napas Manchester City dan Aston Villa sudah terasa di belakang punggung mereka. Hasil di London Barat ini menjadi refleksi bahwa tantangan terbesar Arsenal bukan sekadar membobol gawang lawan, melainkan menjaga konsistensi mentalitas saat tekanan perebutan takhta mulai mencapai titik didihnya.

(dhi)

nusaly.com di WhatsApp

Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Exit mobile version