Data APBD menunjukkan realisasi pembangunan fisik baru mencapai Rp970 juta dari pagu Rp95,83 miliar, sementara belanja pegawai telah menyerap Rp200,75 miliar.
BATURAJA, NUSALY – Realisasi Belanja Daerah Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) hingga akhir Juni 2026 mencapai Rp293,67 miliar atau 19,84 persen dari pagu Rp1,48 triliun.
Berdasarkan data resmi Portal Data Sistem Informasi Keuangan Daerah (SIKD) Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan per 28 Juni 2026, postur penyerapan anggaran daerah belum bergerak merata di semua pos belanja.
🧭 Apa Artinya?
Rendahnya realisasi Belanja Modal menunjukkan anggaran pembangunan fisik masih belum banyak dicairkan hingga akhir Juni 2026. Kondisi ini mengindikasikan arus kas keluar untuk pembiayaan proyek belum berjalan signifikan, yang penyebabnya dapat beragam mulai dari tahapan pengadaan, kendala pelaksanaan di lapangan, hingga proses administrasi klaim pembayaran termin kontrak.
🗣️ Kata Pengamat
“Serapan Belanja Modal yang baru menyentuh 1,01 persen di bulan Juni ini membuka risiko terjadinya penumpukan pelaksanaan fisik di akhir tahun anggaran. Kondisi tersebut berpotensi menekan kualitas proyek karena waktu pengerjaan yang menjadi pendek di akhir tahun. Sementara Belanja Pegawai sebesar 27 persen berjalan wajar karena rutin bulanan, Pemkab OKU perlu mengevaluasi kendala administrasi lelang barang dan jasa agar anggaran daerah segera mengalir ke masyarakat,” — Wildan (Pengamat Kebijakan Publik Institute for Public Trust).
📌 Mengapa Ini Penting?
Belanja Modal adalah instrumen APBD yang digunakan langsung untuk membangun aset publik seperti jalan, gedung sekolah, puskesmas, dan jaringan irigasi. Semakin cepat anggaran ini direalisasikan, semakin cepat pula manfaat pembangunan dapat dirasakan oleh masyarakat, sekaligus menjadi stimulus bagi perputaran ekonomi sektor konstruksi lokal.
Apa yang Terjadi?
Secara keseluruhan, pergerakan realisasi keuangan daerah sepanjang semester pertama tahun anggaran 2026 sebagian besar masih berpusat pada pemenuhan pos rutin birokrasi. Penyerapan terbesar berada pada pos Belanja Pegawai yang telah menghabiskan Rp200,75 miliar dari pagu Rp732,95 miliar.
Sektor penggerak operasional lainnya, yaitu Belanja Barang dan Jasa, tercatat baru terealisasi sebesar 16,91 persen atau senilai Rp69,01 miliar dari alokasi Rp408,13 miliar. Berjalan beriringan dengan itu, kemampuan daerah dalam mengumpulkan pendapatan juga masih berproses di awal, di mana realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru menyentuh Rp21,38 miliar atau 9,86 persen dari target tahunan. Sementara itu, anggaran pembangunan fisik yang tertuang dalam Belanja Modal baru tercairkan sebesar Rp970 juta.
Langkah ke Depan
Akselerasi tahapan birokrasi pengerjaan fisik di lapangan menjadi tantangan utama bagi jajaran Pemkab OKU pada paruh kedua tahun anggaran. Penuntasan proses administrasi lelang serta penyelesaian dokumen kontrak pada sektor Belanja Barang/Jasa dan Belanja Modal menjadi titik krusial agar fungsi pembangunan daerah dapat berjalan berimbang sebelum tahun anggaran berakhir.
NUSALY.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.. Gabung saluran WhatsApp NUSALY.com sekarang
