Bupati Musi Banyuasin H.M. Toha Tohet, S.H., mengusulkan pelepasan lahan HGU PT Hindoli sebagai jalan keluar bagi penghidupan warga saat meninjau lokasi kebakaran bersama Gubernur Sumsel.
KELUANG, NUSALY – Tragedi kebakaran sumur minyak masyarakat di Kecamatan Keluang menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin untuk mendorong solusi permanen. Di hadapan Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, Bupati Muba H.M. Toha Tohet, S.H., menawarkan gagasan taktis: melepaskan sebagian lahan Hak Guna Usaha (HGU) PT Hindoli yang telah terdampak aktivitas warga untuk menjadi area usaha rakyat yang legal dan tertib.
Jumat (3/4/2026), suasana di Desa Tanjung Dalam tampak sibuk. Bupati Toha bersama Kapolres Muba AKBP Ruri Prastowo melakukan patroli udara menggunakan helikopter guna memetakan dampak kebakaran dari ketinggian. Langkah ini diambil untuk mendapatkan data spasial yang akurat sebelum merumuskan kebijakan di tingkat tapak.
Diplomasi di Tengah Puing
Kunjungan Gubernur Sumsel ini menjadi panggung diplomasi bagi Toha Tohet. Ia menegaskan bahwa pendekatan keamanan saja tidak cukup tanpa solusi ekonomi. Usulan pelepasan lahan HGU muncul sebagai jawaban atas ketergantungan ribuan warga yang telah lama menggantungkan hidup dari pengeboran minyak tradisional.
“Masyarakat sudah lama menyandarkan hidup di sini. Kami mengusulkan agar lahan yang sudah terdampak aktivitas warga dipertimbangkan untuk dilepas dari HGU. Ini demi kepastian usaha yang lebih tertib dan aman bagi rakyat,” tegas Toha Tohet di sela peninjauan.
Gagasan ini bukan sekadar pembelaan, melainkan upaya penataan. Dengan status lahan yang jelas, pemerintah daerah dapat lebih mudah melakukan pembinaan aspek keselamatan kerja (K3) dan lingkungan, sehingga risiko kebakaran serupa dapat diminimalisir di masa depan.
Respon Positif Gubernur
Gubernur Herman Deru menyambut hangat keberanian Bupati Muba dalam menyodorkan solusi tersebut. Baginya, peristiwa kebakaran ini adalah alarm untuk evaluasi menyeluruh. Pemerintah Provinsi Sumsel berkomitmen melakukan pendataan terhadap lahan-lahan yang telah terlanjur dikelola masyarakat.
“Gagasan Bupati Muba ini sangat solutif. Kita cari jalan keluar terbaik agar aspek keselamatan terpenuhi, aturan terjaga, namun perut masyarakat tetap terisi,” ujar Herman Deru. Ia menilai usulan pelepasan lahan bisa menjadi “jalan tengah” sembari menunggu regulasi nasional yang lebih komprehensif terkait minyak rakyat.
Sentuhan Kemanusiaan
Selain pembahasan kebijakan makro, kunjungan ini juga diwarnai dengan aksi nyata bantuan sosial. Gubernur didampingi jajaran Pemkab Muba menyerahkan paket sembako bagi warga terdampak kebakaran. Kehadiran pejabat teras seperti Asisten I Provinsi Sumsel Dr. Apriyadi hingga jajaran BPBD menunjukkan bahwa penanganan musibah ini dilakukan secara kolaboratif.
Langkah taktis Bupati Toha—mulai dari patroli udara hingga usulan berani terkait HGU—membuktikan bahwa kepemimpinan Toha-Rohman tidak hanya hadir saat seremoni, tapi juga berani pasang badan demi keberlanjutan ekonomi rakyat kecil. Kini, masyarakat Keluang menaruh harapan besar agar “Jalur Hijau” usaha minyak rakyat ini segera mendapatkan legalitas formal demi keamanan dan kesejahteraan bersama. (*/dhi)
nusaly.com di WhatsApp
Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
