Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin secara resmi melepas keberangkatan ratusan jamaah calon haji menuju Tanah Suci sebagai bagian dari pemenuhan rukun Islam kelima. Selain kesiapan fisik, Wakil Bupati Muba Abdur Rohman Husen menitikberatkan pada keteguhan mental dan keikhlasan dalam menghadapi dinamika ibadah di tengah jutaan jamaah dari seluruh dunia.
SEKAYU, NUSALY – Suasana khidmat menyelimuti Hotel Gambo Sekayu saat 236 calon jamaah haji asal Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) mengikuti prosesi pelepasan resmi, Minggu (26/4/2026). Keberangkatan ini menandai dimulainya perjalanan spiritual bagi warga Muba yang telah menanti giliran untuk menunaikan ibadah haji tahun 1447 H / 2026 M.
Wakil Bupati Muba Abdur Rohman Husen dalam sambutannya mengingatkan bahwa ibadah haji merupakan kewajiban bagi muslim yang telah memenuhi syarat kemampuan, baik secara finansial maupun kesehatan jasmani dan rohani. Ia menekankan bahwa perjalanan ini tidak hanya menguji pemahaman mengenai rukun dan sunnah haji, tetapi juga ketahanan fisik jamaah.
“Dalam pelaksanaan ibadah haji, selain dituntut untuk memahami rukun, wajib, dan sunnah haji, juga harus menjaga kesehatan. Kami ingatkan jamaah agar memperhatikan pola makan, minum, serta istirahat yang cukup,” pesan Abdur Rohman di hadapan para calon haji dan jajaran perangkat daerah yang hadir.
Ujian Kesabaran di Tanah Suci
Selain faktor fisik, Wakil Bupati memberikan perhatian khusus pada aspek pengendalian diri. Menurutnya, interaksi dengan jutaan jamaah dari berbagai negara sering kali menghadirkan situasi yang tidak menyenangkan atau menguji kesabaran. Kunci utama untuk menjaga kekhusyukan adalah dengan menyikapi setiap tantangan secara ikhlas dan tabah.
“Hendaknya dapat mengendalikan diri agar terhindar dari hal-hal yang dapat mengurangi nilai ibadah. Jika menghadapi hal yang kurang menyenangkan, sikapi dengan ikhlas, penuh kesabaran, dan ketabahan,” tambahnya. Ia berharap seluruh jamaah asal Muba dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan sempurna hingga meraih predikat haji yang mabrur.
Kesiapan Dokumen dan Pendampingan
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Muba, H. M. Kasrul Aswi, memastikan bahwa seluruh jamaah telah melalui tahapan manasik serta penyelesaian dokumen yang diperlukan. Dari total 236 jamaah, tercatat Ibu Misem Sarjan (83) asal Kecamatan Tungkal Jaya sebagai jamaah tertua, sementara Moh Haikal Rizki (24) dari Kecamatan Plakat Tinggi menjadi jamaah termuda.
Untuk mendukung kenyamanan dan keamanan selama di Tanah Suci, Pemerintah bersama Kemenag telah menyiagakan petugas kloter serta tenaga kesehatan yang akan memberikan pendampingan intensif. Prosesi pelepasan ini turut dihadiri oleh Asisten I Setda Muba Ardiansyah, Kabag Kesra Opi Pahlopi, serta perwakilan Forkopimda Muba, sebagai bentuk dukungan moral penuh dari pemerintah daerah bagi para tamu Allah tersebut. ***
nusaly.com di WhatsApp
Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
