Puluhan ribu masker disalurkan ke puskesmas di kawasan rawan karhutla hingga pusat layanan publik untuk melindungi warga dari bahaya asap.
KAYUAGUNG, NUSALY.COM — Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Komering Ilir menyalurkan 32.200 masker ke sejumlah wilayah rawan kabut asap guna mengantisipasi lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Pembagian masker ini difokuskan ke fasilitas pelayanan kesehatan dan pusat pelayanan publik di seluruh wilayah OKI.
Langkah pencegahan ini diambil sebagai tindak lanjut arahan Bupati OKI H. Muchendi Mahzareki guna melindungi kesehatan warga dari ancaman paparan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Sasar Daerah Rawan
Plt Kepala Dinas Kesehatan OKI H. Alamsyah menyampaikan, sebanyak 32.200 masker disebar dari total persediaan awal sebesar 80.650 masker.
Penyaluran diprioritaskan untuk puskesmas di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan kabut asap paling tinggi. Puskesmas tersebut meliputi Cengal, Pedamaran Timur, Pampangan, Pangkalan Lampam, Awal Terusan, SP Padang, Celikah, Muara Batun, dan Sungai Menang, serta tim PSC 119 Dinkes OKI.
Selain fasilitas kesehatan, Dinkes OKI menyerahkan 200 masker ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) OKI untuk dibagikan kepada warga yang mengurus dokumen kependudukan.
”Puskesmas menjadi garda terdepan karena paling dekat dengan masyarakat. Kami juga menyalurkan ke tempat pelayanan publik seperti Disdukcapil karena warga tetap beraktivitas mengurus administrasi di tengah ancaman asap,” kata Alamsyah di Kayuagung.
Seiring dengan potensi memburuknya kualitas udara, Dinkes OKI mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah dan selalu mengenakan masker saat terpaksa bepergian.
Warga juga diminta segera mendatangi puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat jika mulai merasakan gangguan pernapasan, seperti batuk, sakit tenggorokan, atau sesak napas. ***
