Peristiwa

Mengawal Ambisi Munas SWI 2026 dalam Sinergi Ketahanan Pangan Nasional

Musyawarah Nasional SWI 2026 bukan sekadar panggung suksesi internal jurnalis. Melalui mobilisasi 10 ribu relawan di Boyolali, organisasi ini berupaya menyatukan derap langkah pers dengan agenda strategis Presiden Prabowo Subianto.

Mengawal Ambisi Munas SWI 2026 dalam Sinergi Ketahanan Pangan Nasional
Rapat koordinasi panitia Munas SWI 2026 yang berlangsung di Kota Depok, Jawa Barat, Senin (29/12/2025). (Dok. SWI)

DEPOK, NUSALY — Musyawarah besar organisasi profesi sering kali terjebak dalam sekat-sekat administratif yang jauh dari realitas sosial masyarakat. Namun, Sekretariat Bersama Wartawan Indonesia (SWI) mencoba mendobrak tradisi tersebut dalam menyongsong Musyawarah Nasional (Munas) 2026.

Melalui rapat koordinasi panitia yang berlangsung di Kota Depok, Jawa Barat, Senin (29/12/2025), organisasi ini menegaskan posisinya untuk terjun langsung ke tengah isu kedaulatan pangan nasional.

Pertemuan strategis yang dihadiri oleh Plt Ketua Umum Herry Budiman dan jajaran Dewan Etik ini melahirkan keputusan krusial mengenai reposisi peran wartawan.

Munas kali ini tidak lagi hanya menjadi ajang konsolidasi internal, melainkan bertransformasi menjadi gerakan sosial yang selaras dengan prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam menjaga ketahanan pangan dari level pedesaan.

Sensitivitas Agenda dan Penghormatan Hari Besar

Di luar agenda substansial, kematangan organisasi diuji melalui fleksibilitas jadwal yang menghargai dinamika sosial-keagamaan.

Herry Budiman secara khusus menginstruksikan panitia untuk mengkaji ulang tanggal pelaksanaan Munas demi menghormati Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada 27 Mei 2026.

Langkah memajukan jadwal ini merupakan bentuk sensitivitas pimpinan organisasi terhadap hak spiritual para anggota dan jurnalis di seluruh Indonesia.

Bagi Mas Her (sapaan akrab Herry Budiman-red), kesuksesan Munas 2026 tidak hanya diukur dari kelancaran sidang organisasi, tetapi juga dari tingginya partisipasi anggota tanpa harus mengorbankan momentum sakral bersama keluarga.

Penyesuaian jadwal ini menunjukkan bahwa manajemen SWI dikelola dengan pertimbangan kemanusiaan yang matang, menjadikannya organisasi yang dinamis dan adaptif terhadap kalender nasional.

Mobilisasi Sepuluh Ribu Relawan di Boyolali

Terobosan paling signifikan dalam rangkaian Munas kali ini adalah inisiatif “Munas Hijau” yang dipaparkan oleh Ketua Panitia, Prof. Supiyat Nasir.

SWI berencana menggerakkan sedikitnya 10 ribu relawan untuk aksi nyata di sektor agrikultur, mulai dari penanaman pohon bunga matahari, vanili, hingga aksi bersih-bersih desa. Inisiatif ini merupakan cara para jurnalis memberikan kontribusi fisik bagi ekosistem lingkungan dan ekonomi rakyat.

Gerakan kolosal ini akan memulai kick off pada pertengahan Januari 2026 di Desa Banyuanyar, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Pemilihan komoditas bunga matahari dan vanili memiliki nilai strategis karena berpotensi memperkuat ekonomi lokal.

Prof. Supiyat meyakini bahwa keterlibatan jurnalis dalam aksi ketahanan pangan ini adalah pernyataan sikap bahwa pers bukan sekadar pengamat, melainkan mitra aktif dalam pembangunan bangsa.

Membangun Jembatan Menuju Istana

Dengan skala gerakan yang masif, panitia Munas SWI 2026 menargetkan kehadiran Presiden Prabowo Subianto sebagai bentuk pengakuan atas sinergi antara dunia pers dan program prioritas pemerintah.

Inisiatif dari Jawa Tengah ini diharapkan menjadi bukti bahwa jaringan wartawan dapat dikonversi menjadi gerakan sosial-ekonomi yang berdampak luas, melampaui sekadar meja redaksi.

Langkah yang dimulai dari sekretariat di Depok ini membawa harapan baru bagi peran organisasi wartawan di tanah air.

Munas SWI 2026 kini menjadi simbol kolaborasi antara idealisme jurnalisme dan aksi nyata di sektor pangan.

Melalui titik awal di Boyolali, SWI sedang menuliskan babak baru dalam sejarah pers Indonesia: sebuah era di mana jurnalis tidak hanya mengabarkan perubahan, tetapi juga ikut menanam benih perubahan itu sendiri demi kedaulatan bangsa.

(dhi)

NUSALY Channel

Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di Nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Exit mobile version