KAYUAGUNG, NUSALY — Keamanan sebuah wilayah tidak hanya dibangun melalui kekuatan fisik penegakan hukum, tetapi juga melalui rajutan harmoni antarumat beragama yang kuat. Menyadari hal tersebut, Kepolisian Resor Ogan Komering Ilir (OKI) menginisiasi kegiatan doa bersama lintas agama di Lapangan Mapolres OKI, Rabu (31/12/2025).
Momentum ini menjadi cermin dari komitmen kolektif para pemangku kepentingan untuk menjaga Ogan Komering Ilir tetap teduh di tengah keberagaman.
Kehadiran jajaran Forkopimda, mulai dari Wakil Bupati OKI Supriyanto hingga Dandim 0402/OKI, bersama para pemuka agama, menegaskan bahwa stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) memerlukan keterlibatan aspek spiritual.
Doa yang dipanjatkan secara bergantian oleh perwakilan setiap agama menciptakan suasana khidmat yang melampaui sekat-sekat perbedaan dogmatis demi satu tujuan: kedamaian Bumi Bende Seguguk.
Kapolres OKI AKBP Eko Rubiyanto menekankan bahwa kegiatan ini adalah bentuk ikhtiar batiniah untuk melengkapi upaya lahiriah kepolisian dalam mengamankan rangkaian kegiatan masyarakat.
“Doa bersama ini adalah simbol kuatnya toleransi dan persatuan kita. Kami memohon agar Kabupaten OKI senantiasa diberikan keamanan dan dijauhkan dari segala bentuk gangguan kamtibmas melalui semangat kebersamaan ini,” ujar Eko.
Sinergi dan Ketahanan Sosial
Toleransi yang terjaga dengan baik dipandang sebagai benteng pertahanan pertama dalam menghadapi potensi gesekan sosial. Dalam konteks wilayah OKI yang luas dan heterogen, sinergi antara TNI-Polri, pemerintah daerah, dan tokoh agama menjadi krusial.
Kebersamaan ini bukan sekadar formalitas seremonial, melainkan manifestasi dari ketahanan sosial yang menjadi modal utama dalam memberikan pelayanan dan pengamanan terbaik kepada warga.
Wakil Bupati OKI Supriyanto memberikan apresiasi atas langkah Polres OKI yang memediasi ruang perjumpaan lintas iman ini.
Menurutnya, stabilitas daerah sangat bergantung pada seberapa kuat simpul persatuan yang diikat oleh para tokoh agama dan elemen masyarakat.
“Kebersamaan seperti inilah yang menjadi kekuatan kita. Persatuan dan toleransi bukan hanya harus dijaga, tetapi harus dipraktikkan secara nyata seperti dalam forum doa ini,” ungkap Supriyanto.
Membangun Narasi Damai
Kegiatan yang ditutup dengan doa bersama ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa harmonis yang menjalar hingga ke tingkat akar rumput. Di tengah tantangan informasi digital yang kerap memecah belah, narasi damai dari Kayuagung ini menjadi oase yang mengingatkan bahwa kedaulatan wilayah berakar pada kedamaian hati masyarakatnya.
Melalui forum ini, Polres OKI menegaskan kembali komitmennya untuk tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai perekat sosial. Harapannya, suasana aman, damai, dan harmonis akan terus terjaga di Kabupaten OKI, menjadikan keragaman sebagai energi pembangunan, bukan sumber perpecahan.
(dhi)
NUSALY Channel
Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di Nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
