PALEMBANG, NUSALY — Sumatera Selatan kembali mengutus representasi terbaiknya menuju panggung nasional Puteri Indonesia 2026. Ayu Sulistiani (21), mahasiswi Politeknik Negeri Sriwijaya, resmi menyandang gelar Puteri Indonesia Sumatera Selatan setelah menyisihkan 14 finalis lainnya dalam malam final di Palembang, 23 Januari lalu. Kemenangan ini menandai babak baru bagi profil perempuan asal Ogan Ilir tersebut untuk membawa membawa marwah kebudayaan lokal ke kancah yang lebih luas.
Keterpilihan Ayu mencerminkan evolusi kontes kecantikan yang kini lebih menitikberatkan pada aspek pemberdayaan dan intelektualitas. Di tengah gelombang digitalisasi, sosok representatif daerah diharapkan mampu menjadi duta yang fasih membicarakan isu-isu sosial, pariwisata, hingga pelestarian tradisi. Bagi Sumatera Selatan, ajang ini adalah kesempatan strategis untuk memperkuat citra provinsi sebagai wilayah yang kaya akan modal manusia dan kearifan lokal.
Lahir pada 13 Maret 2004, perjalanan Ayu menuju mahkota daerah tidak terjadi secara instan. Ia mengawali kiprahnya di ekosistem pemilihan duta daerah, mulai dari meraih gelar Runner Up 2 Gadis Ogan Ilir 2022 hingga dipercaya sebagai Cek Ayu Kota Palembang (Duta Budaya) pada 2024. Pengalaman panjang di tingkat akar rumput ini menjadi bekal sosiologis yang kuat baginya saat berkompetisi di Jakarta nanti.
Infrastruktur Profesionalitas
Sebelum melangkah ke dunia kontes kecantikan formal, Ayu telah membangun rekam jejak profesional di industri mode lokal sebagai model catwalk. Keterlibatannya dalam berbagai peragaan busana butik di Palembang memberikannya pemahaman mendalam mengenai industri kreatif dan peran strategis model dalam mempromosikan produk budaya, seperti kain songket dan wastra khas daerah lainnya.
Profesionalitas yang terbangun dari panggung ke panggung ini bukan sekadar urusan penampilan fisik. Di balik gemerlap lampu panggung, terdapat proses belajar mengenai manajemen waktu, pengembangan relasi, dan ketahanan mental. “Pengalaman sebagai model dan duta budaya menambah relasi yang sangat menunjang kegiatan positif lainnya,” ungkap Ayu.
Dukungan terhadap desainer lokal melalui jasa pemodelan adalah bentuk nyata dari kontribusi ekonomi kreatif. Dengan membawa latar belakang sebagai praktisi mode, representasi Sumatera Selatan kali ini diharapkan memiliki keunggulan komparatif dalam memahami nilai filosofis dari setiap atribut busana daerah yang akan dipresentasikannya di tingkat nasional.
Misi di Panggung Nasional
Kontes Puteri Indonesia 2026 edisi ke-29 dijadwalkan mencapai puncaknya pada 24 April 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC). Namun, perjuangan sesungguhnya dimulai lebih awal melalui rangkaian audisi dan karantina nasional di Jakarta pada Februari ini. Dalam fase tersebut, setiap perwakilan provinsi akan diuji pemahamannya mengenai isu-isu global, nasional, hingga spesifikasi masalah di daerah asalnya.
Optimisme dan kemauan untuk terus belajar menjadi modal utama yang ditekankan Ayu dalam menghadapi tantangan di Jakarta. Sebagai sosok yang besar di lingkungan akademik teknik dan bisnis, ia dituntut untuk mampu menyeimbangkan kecerdasan intelektual dengan kecerdasan emosional. Kehadirannya di ajang nasional juga membawa tanggung jawab moral untuk menginspirasi generasi muda di Sumatera Selatan agar berani keluar dari zona nyaman.
Sumatera Selatan memiliki sejarah panjang dalam mengirimkan wakil-wakil yang kompetitif di ajang Puteri Indonesia. Harapannya, Ayu tidak hanya datang sebagai peserta, tetapi sebagai pembawa pesan tentang kemajuan pembangunan dan keragaman budaya Bumi Sriwijaya. Fokus pada pengembangan diri dan penguasaan materi publikasi menjadi kunci utama untuk menarik perhatian dewan juri dan publik nasional.
Simbol Generasi Baru
Munculnya figur seperti Ayu Sulistiani menunjukkan bahwa daerah mampu melahirkan talenta yang kompetitif secara nasional. Kesuksesannya merupakan hasil dari ekosistem pembinaan duta daerah yang mulai tertata di tingkat kabupaten dan kota. Ajang seperti “Gadis Ogan Ilir” atau “Cek Ayu Palembang” ternyata berfungsi efektif sebagai inkubator kepemimpinan bagi perempuan muda di daerah.
Di sisi lain, publik juga menantikan bagaimana representasi ini dapat berdampak nyata bagi promosi pariwisata daerah. Puteri Indonesia adalah wajah dari identitas provinsi. Jika dikelola dengan baik, keberadaannya dapat menjadi penggerak opini publik untuk lebih mengenal potensi wisata sejarah dan kuliner Sumatera Selatan yang selama ini menjadi keunggulan daerah.
Kini, tugas besar menanti di depan mata. Membawa nama Ogan Ilir dan Sumatera Selatan ke panggung megah di Jakarta memerlukan dukungan kolektif dari masyarakat dan pemerintah daerah. Kesuksesan Ayu di tingkat nasional nantinya bukan hanya kemenangan pribadi, melainkan kemenangan bagi setiap perempuan muda di pelosok daerah yang bermimpi untuk memberikan kontribusi terbaik bagi bangsanya melalui jalur prestasi dan diplomasi budaya.
(aaa)
nusaly.com di WhatsApp
Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
