Perburuan terhadap Anwar Safari, Novri Antoni, dan Hery Feriyanto—tiga bandar narkoba yang menjebol barikade pengawalan usai sidang di PN Baturaja—kini memasuki fase krusial di tengah upaya penyekatan jalur pelarian dan penelusuran dugaan adanya pihak luar yang memfasilitasi pelarian menggunakan sepeda motor pada penghujung April lalu.
BATURAJA, NUSALY – Sudah hampir tiga pekan berlalu sejak insiden dramatis di pelataran Rumah Tahanan (Rutan) Baturaja, namun rimbunnya hutan dan labirin permukiman di Kabupaten Ogan Komering Ulu seolah menelan jejak Anwar Safari (39), Novri Antoni (38), dan Hery Feriyanto (50).
Ketiganya, yang merupakan tersangka kakap dalam jaringan narkotika, masih menjadi prioritas utama pengejaran aparat gabungan hingga Selasa 12 Mei 2026.
Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) OKU, Hendri Dunan SH, menegaskan bahwa pengejaran ini bukan lagi sekadar patroli rutin, melainkan operasi penyekatan di titik-titik strategis.
“Kami terus berkoordinasi dengan Polres OKU untuk memburu ketiganya. Penyekatan dilakukan di jalur-jalur yang diduga kuat menjadi akses pelarian untuk mempersempit ruang gerak mereka,” ungkapnya.
Namun, di balik upaya perburuan ini, muncul pertanyaan besar mengenai standar operasional pengawalan tahanan yang begitu mudah ditembus oleh para pelaku yang notabene memiliki risiko tinggi.
Perlawanan di Rangkaian Terakhir
Peristiwa yang terjadi pada Kamis petang, 23 April 2026 tersebut, menguak celah fatal dalam proses pemindahan tahanan.
Sore itu, sebanyak 23 tahanan yang baru saja menyelesaikan agenda sidang di Pengadilan Negeri Baturaja dibawa kembali menuju Rutan menggunakan empat rangkaian mobil pengawalan.
Petaka terjadi pada rangkaian terakhir sekitar pukul 17.30 WIB. Lima tahanan di dalam mobil tersebut ternyata tidak hanya sekadar duduk manis.
Diduga kuat, mereka telah merusak borgol sejak masih di dalam kendaraan atau selama proses persidangan berlangsung. Begitu pintu mobil dibuka untuk proses penurunan, perlawanan fisik yang sengit terjadi.
Dua tahanan sempat diringkus kembali oleh petugas yang sigap, namun Anwar, Novri, dan Hery berhasil melesat hilang di tengah kepanikan.
Anwar dan Novri dilaporkan sempat terlihat berlari ke arah wilayah Lekis, sementara Hery memanfaatkan padatnya permukiman di sekitar Rutan untuk menghilang dari pandangan petugas.
Dugaan Bantuan Pihak Luar
Kecepatan para tahanan ini menghilang memicu spekulasi adanya rencana pelarian yang telah disusun matang. Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan bahwa para tersangka tidak melarikan diri hanya dengan mengandalkan otot kaki.
Ada indikasi kuat bahwa sepeda motor telah menunggu di titik tertentu untuk menjemput mereka segera setelah lolos dari area Rutan.
Aparat kini tengah mendalami siapa aktor di balik kemudi motor tersebut. “Kami juga menelusuri dugaan adanya pihak yang membantu pelarian ini,” tambah Hendri Dunan.
Jika benar terorganisir, maka pengejaran ini akan menjadi jauh lebih kompleks karena melibatkan jaringan luar yang mungkin menyembunyikan para bandar tersebut di lokasi yang sulit dijangkau.
Bagi Kejaksaan dan Kepolisian, menangkap kembali ketiga bandar ini bukan sekadar tugas hukum, melainkan upaya memulihkan wibawa institusi keamanan yang sempat tercoreng akibat sabotase borgol dan perlawanan tahanan di depan mata petugas.
Menagih Pertanggungjawaban Keamanan
Insiden ini menjadi alarm keras bagi sistem penegakan hukum di OKU. Narkoba merupakan kejahatan luar biasa, dan membiarkan tiga bandarnya bebas berkeliaran selama hampir 20 hari tentu menimbulkan keresahan sosial.
Publik menanti bukan hanya kabar tertangkapnya kembali para buron, tetapi juga evaluasi menyeluruh terhadap protokol pengawalan tahanan agar drama serupa tidak kembali terulang.
Selama ketiga bandar ini masih menghirup udara bebas, ancaman peredaran narkotika di wilayah Sumatera Selatan tetap membayang.
“Mohon doanya agar para pelaku cepat tertangkap. Setelah tertangkap, mereka akan segera kami sidangkan kembali untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” pungkas Hendri. (Jum Radit)
NUSALY.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.. Gabung saluran WhatsApp NUSALY.com sekarang
