Intervensi pencegahan diperketat sejak dari hulu di lima dinas utama yang mengelola porsi anggaran fisik dan layanan dasar terbesar.
PALEMBANG, NUSALY – Komisi Pemberantasan Korupsi memperketat pengawasan terhadap pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mengawal tahapan perencanaan, pengadaan barang dan jasa, hingga pelaksanaan proyek strategis daerah sebagai bagian dari program pencegahan korupsi.
Langkah intervensi pencegahan ini ditegaskan seusai Rapat Koordinasi Pemantauan dan Evaluasi Program Pemberantasan Korupsi di Pemprov Sumsel, Kamis (2/7/2026). Penguatan pengawasan ini dilakukan di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap tata kelola proyek pemerintah daerah setelah beberapa kepala daerah di Sumatera Selatan tersandung perkara korupsi dalam beberapa tahun terakhir.
KPK memetakan sejumlah area rawan yang menjadi fokus pemantauan, mulai dari perencanaan anggaran, pengadaan barang dan jasa, pengelolaan aset daerah, manajemen ASN, hingga pelayanan publik. Pengawasan tersebut merupakan bagian dari program Monitoring Center for Prevention (MCP) yang diterapkan secara nasional.
Sekretaris Daerah Sumatera Selatan Edward Candra menegaskan bahwa kehadiran tim KPK di Pemprov Sumsel tidak berkaitan langsung dengan operasi tangkap tangan (OTT) yang menimpa Bupati Muara Enim, Edison, beberapa waktu lalu.
“Seluruh daerah dipantau, nanti tim KPK juga akan turun ke kabupaten dan kota lain di Sumatera Selatan. Jadi, ini agenda rutin nasional dan bukan bagian dari kejadian di Muara Enim,” kata Edward, Kamis.
Fokus Lima Dinas Utama
Meski disebut sebagai agenda rutin, Edward mengakui adanya catatan khusus dari KPK yang meminta pengawalan lebih spesifik terhadap lima Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Instansi tersebut adalah Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga, Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA), Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), Dinas Kesehatan, serta Dinas Pendidikan.
Kelima dinas tersebut mengelola sebagian besar anggaran pembangunan jalan, permukiman, pendidikan, dan kesehatan yang menyerap porsi terbesar APBD Sumatera Selatan setiap tahunnya. Kelima OPD tersebut menjadi prioritas pengawasan karena menangani berbagai proyek strategis daerah.
Pengawalan dari KPK akan melekat di lima instansi ini secara vertikal, mulai dari tahap perencanaan anggaran, proses lelang pengadaan barang dan jasa, hingga pelaksanaan fisik pekerjaan di lapangan sampai proyek dinyatakan selesai.
Pengawasan Dimulai dari Tahap Perencanaan
Sektor infrastruktur jalan dan jembatan menjadi salah satu titik paling krusial dalam radar pencegahan korupsi kali ini karena besarnya alokasi anggaran dan tingginya intensitas proyek fisik. Menanggapi pengawasan ketat tersebut, Kepala Dinas PU Bina Marga Sumatera Selatan M. Affandi menyatakan bahwa fokus utama instansinya saat ini adalah mengoptimalisasi penggunaan anggaran yang tersedia seefisien mungkin.
Menurut Affandi, koordinasi bersama KPK lebih menekankan pada aspek ketepatan penganggaran. Dengan keterbatasan ruang fiskal daerah, Dinas PU Bina Marga akan mengalihkan prioritas dari pembangunan proyek baru skala besar ke arah program pemeliharaan berkala, seperti perbaikan jalan-jalan utama yang rusak di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota.
Terkait kualitas fisik proyek di tengah tuntutan efisiensi anggaran, Affandi menegaskan bahwa pengerjaan fisik di lapangan wajib tunduk pada prosedur operasional standar (SOP) dan spesifikasi teknis yang telah mengikat sejak awal kontrak kerja ditandatangani.
Dengan pengawasan sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan proyek, pemerintah daerah diharapkan mampu menjalankan program pembangunan secara lebih akuntabel sekaligus meminimalkan potensi penyimpangan penggunaan APBD. (desta)
NUSALY.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.. Gabung saluran WhatsApp NUSALY.com sekarang
