Kilas Daerah

Pilkades Belum Dimulai, Polres OKU Mulai Petakan Potensi Kerawanan di 13 Desa

Pilkades Belum Dimulai, Polres OKU Mulai Petakan Potensi Kerawanan di 13 Desa
Ilustrasi rapat koordinasi dan pemetaan potensi kerawanan menjelang Pilkades Serentak 2026. Foto dibuat dengan AI. Dok. Nusaly.com

Menjelang pencoblosan November 2026, aktivitas politik di tingkat akar rumput mulai bergerak. Polres dan PMD OKU perketat pengawasan sejak tahap awal.

BATURAJA, NUSALY — Sebanyak 13 desa di sembilan kecamatan di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) dipastikan akan menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak pada November 2026 mendatang. Menjelang dimulainya tahapan pencoblosan tersebut, Kepolisian Resor (Polres) OKU mulai memetakan potensi kerawanan guna memastikan pesta demokrasi di tingkat desa berlangsung aman dan kondusif.

Menjelang tahapan pencalonan, sejumlah tokoh masyarakat mulai disebut-sebut akan maju sebagai calon kepala desa. Komunikasi politik di tingkat warga pun mulai menguat, meski tahapan resmi belum dimulai.

Antisipasi Gesekan Sejak Tahap Persiapan

Merespons potensi gesekan antarpendukung di tingkat bawah, Satuan Intelkam Polres OKU mengintensifkan deteksi dini dan pemetaan kerawanan dengan menggandeng Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten OKU.

Kasat Intelkam Polres OKU IPTU Benny Mandagie, S.H., melalui Kanit Lidik I Sospol Intelkam AIPTU Sundariyadi, S.E., menjelaskan bahwa pengawasan sejak tahap awal dilakukan agar potensi gangguan keamanan dapat dicegah sedini mungkin.

“Sebanyak 13 desa di sembilan kecamatan dipastikan mengikuti Pilkades Serentak 2026. Kami melakukan pemetaan situasi keamanan serta membangun koordinasi lintas sektor bersama pemerintah daerah, kecamatan, hingga tingkat desa agar potensi gangguan dapat diantisipasi sejak dini,” ujar perwira yang akrab disapa Icun tersebut.

Kesiapan Teknis dan Pemetaan Wilayah

Di sisi penyelenggaraan, Dinas PMD Kabupaten OKU memastikan seluruh tahapan teknis terus dimatangkan agar perhelatan demokrasi desa berjalan sesuai jadwal dan ketentuan perundang-undangan.

Kepala Dinas PMD OKU melalui Kepala Bidang Administrasi Pemerintahan Desa dan Kerja Sama Antar Desa, M. Rizal Ramadhoni, S.H., menyampaikan bahwa koordinasi berjenjang terus dilakukan untuk memastikan seluruh aturan main dipahami oleh jajaran panitia di tingkat desa.

Berdasarkan data Dinas PMD OKU, Kecamatan Kedaton Peninjauan Raya menjadi wilayah dengan peserta terbanyak pada Pilkades Serentak 2026, yakni Desa Lubuk Kemiling, Suka Pindah, Kedaton Timur, dan Bunglai. Sementara Kecamatan Baturaja Barat memiliki dua desa peserta, yaitu Karang Agung dan Suka Maju.

Adapun desa lainnya meliputi Mekar Jaya (Kecamatan Sosoh Buay Rayap), Gunung Liwat (Pengandonan), Sumber Bahagia (Lubuk Batang), Espetiga (Peninjauan), Tanjung Makmur (Sinar Peninjauan), Kemala Jaya (Muara Jaya), dan Sundan (Lengkiti).

Dalam kontestasi yang berlangsung di ruang sosial paling dekat dengan kehidupan masyarakat, Pilkades bukan hanya soal memilih kepala desa. Bagi aparat keamanan dan penyelenggara, setiap tahapan juga menjadi ujian menjaga demokrasi tetap berlangsung damai hingga hari pencoblosan pada November mendatang. (radit)

Exit mobile version