MARHABAN YA RAMADAN LANGKAH EMAS RAIH KEMENANGAN
MEMUAT... 00:00:00
-- Ramadan 1447 H Memuat Tanggal...
Puasa Hari Ke- --
Sumsel Maju Terus untuk Semua

Puasa Bukan Sekadar Lapar Tapi Ujian Emosi Bagi Cik Ujang

Puasa Bukan Sekadar Lapar Tapi Ujian Emosi Bagi Cik Ujang
Wagub Sumsel Cik Ujang sebut puasa adalah ujian emosi dan kejujuran. Dok. BHP Pemprov Sumsel

Wakil Gubernur Sumatera Selatan Cik Ujang ingatkan esensi pengendalian diri dalam pengajian lintas instansi di rumah dinas Wali Kota Palembang.

PALEMBANG, NUSALY – Ramadhan 1447 Hijriah ini jadi medan tempur batin bagi setiap individu. Bukan cuma soal menahan haus dan lapar di bawah terik matahari, tapi bagaimana mengunci emosi agar tetap stabil. Pesan ini meluncur dari Wakil Gubernur Sumatera Selatan H. Cik Ujang saat hadir dalam pengajian bersama jajaran Forkopimda di Rumah Dinas Wali Kota Palembang, Minggu (15/3/2026).

Bagi Cik Ujang, kejujuran dan kearifan adalah barang mewah yang harus diasah lewat puasa. Ia tak ingin pengajian ini cuma jadi agenda seremonial yang lewat begitu saja. Ramadhan harus jadi laboratorium nyata untuk memberdayakan umat dan mencairkan kaku-kakunya sekat birokrasi di Sumatera Selatan.

Obat Ego Sektoral

Kehadiran jajaran pimpinan provinsi di rumah dinas wali kota ini punya makna dalam. Cik Ujang blak-blakan mengapresiasi kekompakan Pemerintah Kota Palembang yang bisa menjaga ritme keamanan wilayah tetap kondusif. Baginya, pembangunan itu omong kosong kalau stabilitas daerahnya goyah.

“Terima kasih buat Wali Kota Palembang yang sudah jadi tuan rumah. Sinergi ini fondasi. Tanpa kekompakan, kita susah mau kasih kesejahteraan ke warga,” cetus Cik Ujang.

Ukhuwah Islamiyah yang didengungkan di meja pengajian ini diharapkan tidak cuma berhenti di bibir saja. Cik Ujang mau silaturahmi ini meluluhkan “ego sektoral” yang sering kali bikin program pemerintah macet di jalan. Ia ingin kerja kolaboratif benar-benar nyata di lapangan, bukan sekadar di atas kertas rilis berita.

Kendali Batin

Tekanan kerja dan dinamika sosial sering kali bikin orang gampang meledak. Di sinilah puasa ambil peran. Cik Ujang mengajak semua yang hadir untuk belajar menahan perilaku negatif. Baginya, puasa yang berhasil adalah yang sanggup mengubah pribadi jadi lebih jujur dan arif dalam melayani masyarakat.

“Jadikan Ramadhan sarana kendali diri. Kita latih tahan emosi supaya jadi orang jujur. Perbaiki kualitas ibadah, tapi jangan lupa semangat berbagi ke sesama,” tandasnya.

Pengajian sore itu ditutup dengan doa sederhana. Pesannya jelas: Pemprov Sumsel ingin memastikan bahwa membangun manusia yang punya karakter jauh lebih penting ketimbang sekadar pamer proyek infrastruktur. Di tangan orang-orang yang sanggup mengendalikan diri, masa depan Bumi Sriwijaya jauh lebih terjamin. (desta)

nusaly.com di WhatsApp

Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Exit mobile version