MARHABAN YA RAMADAN LANGKAH EMAS RAIH KEMENANGAN
MEMUAT... 00:00:00
-- Ramadan 1447 H Memuat Tanggal...
Puasa Hari Ke- --
Palembang Berdaya

Ratu Dewa Larang ASN Palembang Tambah Libur Lebaran

Ratu Dewa Larang ASN Palembang Tambah Libur Lebaran
Wali Kota Ratu Dewa ancam sidak ASN Palembang yang nekat tambah libur Lebaran. WFH berakhir, pelayanan publik wajib normal 28 Maret 2026. Dok. Ist

Masa kerja fleksibel usai Idulfitri 1447 Hijriah resmi berakhir. Wali Kota Ratu Dewa mengeluarkan peringatan keras bagi seluruh pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Palembang agar segera kembali ke meja kantor dan mengancam akan turun langsung melakukan inspeksi mendadak demi menjamin kualitas pelayanan publik tidak melorot.

PALEMBANG, NUSALY – Sinyal disiplin tinggi mulai ditiupkan dari rumah dinas Wali Kota Palembang. Kamis (26/3/2026), Ratu Dewa secara resmi menutup celah bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berniat menambah waktu santai pascamudik Lebaran. Kebijakan Work From Home (WFH) yang sempat berlaku selama tiga hari sebagai masa transisi pascacuti bersama kini telah mencapai batas akhirnya.

Wali Kota menegaskan bahwa relaksasi tempat kerja pada 25, 26, dan 27 Maret 2026 bukan berarti izin untuk memperpanjang masa libur di kampung halaman. Seluruh abdi negara di bawah panji Pemerintah Kota Palembang wajib menampakkan batang hidungnya di kantor masing-masing pada Sabtu, 28 Maret 2026. Tidak ada tawar-menawar; setiap pegawai yang mangkir tanpa alasan logis akan langsung berhadapan dengan sanksi administratif yang kaku.

Sidak Acak dan Sanksi Disiplin

Ratu Dewa tidak hanya menggertak lewat kata-kata. Ia sudah menyiapkan jadwal inspeksi mendadak (sidak) yang akan dilakukan secara acak di berbagai kantor pemerintahan pada hari pertama masuk kerja nanti. Fokusnya jelas: memastikan kursi-kursi pelayanan tidak kosong. ASN yang kedapatan tidak masuk kerja tanpa keterangan yang sah dipastikan bakal masuk dalam catatan hitam Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).

“Saya akan turun langsung melakukan sidak. Jika ditemukan ASN yang tidak masuk tanpa alasan jelas, tentu akan diberikan sanksi sesuai ketentuan,” ujar Ratu Dewa dengan nada bicara yang menuntut kepatuhan total. Baginya, integritas seorang abdi negara diuji justru pada saat masa transisi seperti ini. Kedisiplinan adalah harga mati yang tidak boleh digadaikan hanya demi menambah satu atau dua hari waktu istirahat tambahan di luar ketetapan nasional.

Pengawasan selama masa WFH kemarin pun sebenarnya tidak longgar. Para atasan langsung di tiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diminta memantau ketat laporan kinerja elektronik anak buahnya. Ratu Dewa mengingatkan bahwa bekerja dari rumah hanyalah perpindahan lokasi tugas, bukan pengurangan beban kerja. Laporan berkala wajib disampaikan, dan setiap pegawai harus selalu dalam posisi siap sedia jika sewaktu-waktu dipanggil kembali ke kantor untuk urusan mendesak.

Pelayanan Publik Tetap Berdenyut

Pemerintah Kota Palembang menjamin bahwa urusan rakyat tidak boleh terhenti hanya karena skema kerja fleksibel. Bagi OPD yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, seperti Dinas Kependudukan, Dinas Kesehatan, hingga perizinan, Ratu Dewa menginstruksikan pengaturan jadwal yang sangat presisi. Kombinasi antara WFH dan Work From Office (WFO) harus diatur sedemikian rupa agar loket-loket pelayanan tetap bernapas seperti biasa tanpa hambatan berarti.

“Khusus OPD pelayanan publik, silakan atur sistem kerja yang tepat. Yang penting pelayanan kepada masyarakat tidak boleh terganggu,” tegas Ratu Dewa. Ia tidak ingin mendengar ada warga yang kecewa karena mendapati kantor pemerintahan sepi atau petugas yang tidak berada di tempat. Pelayanan prima menjadi taruhan reputasi pemerintah kota di mata masyarakat yang baru saja merayakan hari kemenangan.

Dewa menekankan bahwa sistem kerja fleksibel ini sebenarnya adalah ujian adaptasi teknologi bagi birokrasi Palembang. ASN dituntut untuk tetap produktif meski tidak bertatap muka langsung. Namun, ia juga sadar bahwa pengawasan manual tetap diperlukan untuk mencegah munculnya anggapan bahwa WFH adalah waktu luang untuk bersantai. Tanggung jawab moral dan profesional sebagai pelayan publik tetap melekat kuat pada setiap seragam yang mereka kenakan.

Efisiensi dan Adaptasi Teknologi

Di balik ketegasan soal absensi, kebijakan ini membawa misi besar mengenai efisiensi energi nasional. Dengan mengatur pola kerja yang lebih dinamis, Pemerintah Kota Palembang ikut berkontribusi dalam menekan konsumsi energi di gedung-gedung pemerintahan selama masa transisi Lebaran. Selain itu, penggunaan media elektronik dalam pelaporan kinerja menjadi ajang bagi ASN untuk semakin akrab dengan pola kerja berbasis digital yang lebih transparan dan akuntabel.

Ratu Dewa menutup arahannya dengan optimisme bahwa seluruh ASN Palembang memiliki kesadaran tinggi akan tugasnya. Ia berharap semangat Idulfitri yang baru saja dirayakan bisa ditransformasikan menjadi energi positif dalam bekerja. Kinerja pemerintahan harus tetap optimal untuk mendukung berbagai proyek strategis kota yang akan segera dipacu pada bulan April mendatang.

Pesan dari Jalan Tasik ini menjadi pengingat keras bagi ribuan ASN di Bumi Sriwijaya. Hari kemenangan telah usai, dan kini saatnya kembali mengabdi. Ratu Dewa ingin memastikan bahwa birokrasi Palembang adalah mesin yang andal, disiplin, dan selalu siap sedia merespons kebutuhan publik kapan pun dibutuhkan. Pelayanan tidak boleh menunggu, dan kedisiplinan tidak boleh ditunda meski lelah sisa perjalanan mudik masih terasa. (*/desta)

nusaly.com di WhatsApp

Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Exit mobile version