Dinas Perhubungan Kota Palembang dituntut bergerak lebih cepat dalam merespons dinamika lapangan. Di bawah kepemimpinan baru, personel perhubungan diminta tidak hanya hadir di situasi normal, tetapi menjadi garda terdepan saat cuaca ekstrem melumpuhkan arus lalu lintas.
PALEMBANG, NUSALY – Wajah sebuah kota sering kali tercermin dari seberapa tanggap aparatnya mengatur denyut lalu lintas di jalan raya.
Menyadari hal tersebut, Sekretaris Daerah Kota Palembang Aprizal Hasyim memberikan instruksi tegas kepada jajaran Dinas Perhubungan (Dishub) untuk meningkatkan kehadiran fisik mereka di titik-titik rawan kemacetan, terutama saat curah hujan tinggi memicu genangan.
Pesan ini disampaikan Aprizal saat memimpin rapat koordinasi perdana pascapelantikan Heryanto sebagai Sekretaris sekaligus Plt. Kepala Dinas Perhubungan Kota Palembang.
Momentum ini digunakan untuk merapatkan barisan organisasi, mulai dari level eselon hingga pelaksana lapangan, agar pelayanan dasar masyarakat tidak lagi tersendat oleh kendala birokrasi.
Garda Terdepan Mobilitas
Bagi Aprizal, petugas Dishub adalah etalase pelayanan pemerintah di ruang publik. Oleh karena itu, ia meminta personel tidak hanya sekadar berjaga, tetapi benar-benar “gercep” atau gerak cepat ketika kondisi darurat terjadi.
Ketidakhadiran petugas saat warga terjebak kemacetan akibat banjir dianggap sebagai kegagalan dalam memberikan pelayanan prima.
“Begitu ada banjir, petugas Dishub harus segera turun ke titik-titik kemacetan untuk membantu mobilitas masyarakat. Kita harus melaksanakan amanah pimpinan agar harapan warga soal kelancaran jalan bisa terpenuhi,” ujar Aprizal di hadapan pejabat Dishub, Jumat (8/5/2026).
Ia menekankan bahwa optimalisasi personel harus dilakukan secara strategis, memetakan kembali wilayah-wilayah yang selama ini menjadi simpul kemacetan kronis.
Tugas Baru dan Uji Coba CFD
Selain urusan lalu lintas, Dishub Palembang kini mengemban tanggung jawab yang lebih luas. Sejak setahun terakhir, pengelolaan lampu jalan telah beralih ke bawah komando dinas ini.
Aprizal mengingatkan bahwa lampu jalan bukan sekadar urusan teknis kabel, melainkan faktor krusial bagi keamanan dan kenyamanan warga saat malam hari. Plt. Kadishub diminta memastikan fungsi penerangan ini berjalan maksimal tanpa kompromi.
Tantangan jangka pendek juga sudah menanti di depan mata. Pemerintah Kota Palembang berencana menghidupkan kembali kawasan Car Free Day (CFD) dan Car Free Night (CFN).
Uji coba pembukaan kembali ruang publik ini menuntut kesiapan personel perhubungan untuk mengatur rekayasa lalu lintas agar peralihan fungsi jalan tidak menimbulkan kekacauan baru di wilayah sekitarnya.
Refleksi Pelayanan
Langkah Sekda Palembang yang mendorong jajarannya untuk lebih sering turun ke lapangan adalah upaya mengembalikan roh pelayanan publik yang sempat meredup. Jalan raya dan penerangannya merupakan infrastruktur dasar yang paling langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat setiap hari.
Pada akhirnya, efektivitas jajaran Dishub tidak akan dihitung dari seberapa sering rapat koordinasi dilakukan, melainkan dari seberapa lancar warga bisa mencapai tujuan tanpa harus terjebak berjam-jam dalam kepungan air dan kendaraan.
Kehadiran seragam petugas di tengah guyuran hujan bukan sekadar soal pengaturan jalan, melainkan simbol hadirnya pemerintah di saat warganya sedang mengalami kesulitan. (desta)
nusaly.com di WhatsApp
Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
