Real Madrid membukukan kemenangan kedelapan beruntun di La Liga setelah memukul Real Sociedad 3-1. Gol penutup Federico Valverde mengakhiri “kemarau” gol terlama sepanjang karier sang gelandang Uruguay di Santiago Bernabeu.
MADRID, NUSALY — Santiago Bernabeu menjadi saksi kembalinya insting predator Federico Valverde, Sabtu (14/2/2026) malam. Dalam kemenangan 3-1 Real Madrid atas Real Sociedad, gol Valverde bukan sekadar pelengkap skor, melainkan titik balik psikologis bagi sang pemain. Gelandang berjuluk “Si Elang” ini akhirnya memutus anomali statistik paling ganjil dalam kariernya: absen mencetak gol hingga pekan ke-24 La Liga.
Sejarah mencatat, Valverde tak pernah “sekerontang” ini. Rapor paling merahnya terjadi pada musim 2019/2020, itu pun ia hanya perlu menunggu hingga pekan ke-12 untuk mencatatkan nama di papan skor. Musim ini, kemarau itu memanjang dua kali lipat lebih lama sebelum akhirnya pecah di hadapan publik sendiri. Gol tersebut menjadi penanda bahwa mesin gol lini kedua Madrid telah kembali menderu di bawah komando Álvaro Arbeloa.
Arbeloa, yang kini memegang kemudi Madrid sebagai suksesor era Xabi Alonso, paham betul bahwa Sociedad bukan lawan yang bisa ditekuk hanya dengan nama besar. Tim tamu datang dengan rekor mentereng, tak terkalahkan saat meladeni Barcelona dan Atletico Madrid. “Kami dipaksa mengeluarkan level permainan tertinggi untuk menjinakkan ritme Sociedad,” ungkap Arbeloa usai laga.
Kedalaman Skuad
Kemenangan ini sekaligus menjadi panggung kembalinya Kylian Mbappé. Meski baru pulih dari cedera, kehadiran Mbappé di daftar susunan pemain memberikan efek teror instan bagi lini belakang lawan. Di tengah badai absennya Jude Bellingham, Rodrygo, dan Eder Militao, Arbeloa menunjukkan kecerdikannya mengelola manajemen talenta dengan memaksimalkan peran Vinicius Jr dan Trent Alexander-Arnold yang tampil eksplosif.
Madrid kini menggenggam delapan kemenangan beruntun—sebuah tren impresif yang menempatkan tekanan hebat ke pundak Barcelona. Blaugrana baru akan berlaga Senin malam melawan Girona dengan tuntutan wajib menang jika tak ingin margin poin di puncak klasemen terus terkikis oleh agresivitas pasukan Arbeloa.
Lini tengah yang diisi trio Valverde, Eduardo Camavinga, dan Aurelien Tchouameni terbukti menjadi tembok tebal bagi Sociedad. Tim asuhan Imanol Alguacil yang baru saja berpesta di San Mamés pada ajang Copa del Rey, kali ini harus menyerah pada efektivitas transaksional Madrid yang begitu klinis dalam memanfaatkan celah sekecil apa pun di sepertiga akhir lapangan.
Napas Eropa
Hasil positif ini menjadi modal krusial sebelum Los Blancos terbang ke Lisbon untuk menantang Benfica di Liga Champions tengah pekan depan. Konsistensi di liga domestik menjadi fondasi moral yang sangat dibutuhkan dalam fase transisi kepemimpinan di ruang ganti Madrid musim ini. Arbeloa sukses membuktikan bahwa “kaki-kaki” muda seperti Mastantuono dan Gonzalo mampu menyatu dalam sistem yang ia bangun.
Bagi Sociedad, kekalahan ini menjadi tamparan realitas. Meski sempat mengimbangi penguasaan bola, mereka kehilangan taring saat menghadapi tembok pertahanan Madrid yang digalang Antonio Rüdiger dan kawan-kawan. Ketidakhadiran sosok pemecah kebuntuan membuat serangan Sociedad seringkali kandas sebelum menyentuh kotak penalti Thibaut Courtois.
Perburuan gelar La Liga kini memasuki fase paling panas. Real Madrid telah mengirim pesan jelas dari Bernabeu: mereka tidak hanya memiliki infrastruktur bertabur bintang, tapi juga mentalitas juara yang tetap terjaga meski nahkoda di pinggir lapangan telah berganti rupa.
(dhi)
nusaly.com di WhatsApp
Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
