Scroll untuk baca artikel
Banner HUT Kabupaten OKU ke 116

Banner HUT OKU 116 Rudi Hartono

Banner HUT OKU 116 Sekda Alva Elan

Banner HUT OKU 116 Awal Pajri

Banner HUT OKU 116 Ibu Siti PKB

Banner HUT OKU 116 Maryono PDIP

Banner HUT OKU 116 Dadang Wijaya

Banner HUT OKU 116 Disdukcapil
SAYANGI OKU

11 Kali Raih WTP hingga Desa Terbaik Nasional, OKU Rayakan Usia ke-116 dengan Deretan Capaian

×

11 Kali Raih WTP hingga Desa Terbaik Nasional, OKU Rayakan Usia ke-116 dengan Deretan Capaian

Sebarkan artikel ini
11 Kali Raih WTP hingga Desa Terbaik Nasional, OKU Rayakan Usia ke-116 dengan Deretan Capaian
11 kali raih WTP dan Desa Terbaik Nasional, OKU rayakan HUT ke-116 di Paripurna DPRD. Gubernur Herman Deru dan Bupati Teddy soroti deretan capaian. Dok. Kominfo OKU
Samsat OKU

Dinas Pertanian OKU

Dinas Perkim OKU

Di balik hidmatnya Rapat Paripurna DPRD OKU, pemerintah daerah menyingkap catatan panjang pembangunan: dari transparansi anggaran, pengakuan BRIN, jaring sosial, hingga inovasi layanan publik.

BATURAJA, NUSALY — Peringatan Hari Jadi ke-116 Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) tidak sekadar diisi dengan prosesi seremonial. Dalam Rapat Paripurna ke-XIV DPRD OKU di Gedung Kesenian Baturaja, Rabu (29/7/2026), momentum perjalanan lebih dari satu abad daerah ini ditegaskan lewat rekam jejak capaian konkret di tingkat regional maupun nasional.

PT BPR Baturaja (Perseroda)

Salah satu yang paling menonjol adalah konsistensi tata kelola keuangan Pemkab OKU yang berhasil mempertahankan predikat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI untuk ke-11 kalinya secara berturut-turut. Di saat yang sama, Desa Lubuk Batang Baru di OKU juga mengukir prestasi nasional dengan menyabet peringkat pertama se-Pulau Sumatra dan posisi ke-7 nasional dalam Program Desa Cantik dari BPS RI.

Peringatan bertema Serentak Bergerak, Berdampak Nyata Wujudkan Sayangi OKU ini dihadiri langsung oleh Gubernur Sumatra Selatan H. Herman Deru, Bupati OKU H. Teddy Meilwansyah, S.S.T.P., M.M., M.Pd., Ketua DPRD OKU H. Sahril Elmi, serta jajaran Forkopimda dan kepala daerah tetangga.

Bukti Pengakuan dan Daya Saing Daerah

Deretan penghargaan yang diterima sepanjang tahun 2025 hingga 2026 memperlihatkan bahwa pembangunan di OKU tidak hanya diukur dari proyek fisik semata. Tata kelola pemerintahan, inovasi daerah, hingga pengembangan ekonomi akar rumput ikut memperoleh pengakuan resmi dari berbagai lembaga negara.

Selain predikat WTP ke-11 dan prestasi Desa Cantik, OKU juga memborong Apresiasi Indeks Daya Saing Daerah dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta TOP BUMD Award 2026 atas profesionalisme pengelolaan BUMD.

Di sektor kebudayaan dan ekonomi kreatif, Rumah Anjungan OKU menyabet Juara 1 Festival Seni Adat dan Tradisi Dekranasda Sumsel, sementara komoditas Kopi Robusta Ulu Ogan mendapat apresiasi khusus berkat keunikan rasa khasnya yang menyerupai varietas Arabika.

Integritas Layanan dan Jaring Pengaman Sosial

Bupati OKU H. Teddy Meilwansyah menegaskan bahwa seluruh rentetan apresiasi nasional tersebut merupakan buah dari sinergi dan kerja keras kolektif seluruh warga di Bumi Sebimbing Sekundang. Namun baginya, capaian di atas kertas harus berbanding lurus dengan kemudahan hidup warga.

Oleh karena itu, Pemkab OKU terus mengawal program-program dasar seperti pembagian seragam dan perlengkapan sekolah gratis, beasiswa kedokteran bagi anak kurang mampu, hingga kepastian jaminan Universal Health Coverage (UHC) kesehatan.

“Di bidang kesehatan, alhamdulillah masyarakat kini memperoleh layanan UHC, ambulans gratis, hingga khitan gratis di seluruh puskesmas. Pada momen hari jadi ini, kami juga menghadirkan terobosan baru dalam pengelolaan sampah di TPA sebagai komitmen menghadirkan dampak nyata bagi warga,” ujar Teddy.

Pesan Gubernur: Bertahan dan Terus Bergerak

Gubernur Sumsel H. Herman Deru yang hadir memberikan arahan mengapresiasi posisi OKU sebagai salah satu kabupaten penyangga utama bagi kemajuan Provinsi Sumatra Selatan.

Sebagai putra daerah kelahiran OKU, Herman Deru mengingatkan bahwa tantangan efisiensi anggaran daerah di era sekarang harus dijawab dengan ketahanan birokrasi dan inovasi pelayanan.

“Di tengah keterbatasan saat ini, kuncinya adalah bagaimana kita survive agar masyarakat tetap terlayani dengan baik. Program akses infrastruktur, pemeliharaan, serta sektor pendidikan harus tetap berjalan optimal,” tegas Herman Deru.

Di usia yang telah melampaui satu abad, Kabupaten OKU tidak hanya merayakan panjangnya perjalanan sejarah. Pemerintah daerah ingin memastikan setiap capaian—mulai dari tata kelola anggaran, kesehatan, hingga pendidikan—bermuara pada satu tujuan yang sama: menghadirkan manfaat nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat. (radit)

HUT OKU SMAN 1

HUT OKU SMAN 5

HUT OKU SMKN 1