Scroll untuk baca artikel
Banner HUT Kabupaten OKU ke 116

Banner HUT OKU 116 Sekda Alva Elan

Banner HUT OKU 116 Awal Pajri

Banner HUT OKU 116 Ibu Siti PKB

Banner HUT OKU 116 Maryono PDIP

Banner HUT OKU 116 Dadang Wijaya

Banner HUT OKU 116 Disdukcapil
OKI Maju Bersama

Gerakan Pangan Murah OKI Ludes dalam Sejam, Sinyal Kebutuhan Beras Terjangkau Mendesak

×

Gerakan Pangan Murah OKI Ludes dalam Sejam, Sinyal Kebutuhan Beras Terjangkau Mendesak

Sebarkan artikel ini
Gerakan Pangan Murah OKI Ludes dalam Sejam, Sinyal Kebutuhan Beras Terjangkau Mendesak
Gerakan Pangan Murah OKI Ludes dalam Sejam, Sinyal Kebutuhan Beras Terjangkau Mendesak. Foto: Dok. Diskominfo OKI
Samsat OKU

Dinas Pertanian OKU

Dinas Perkim OKU

KAYUAGUNG, NUSALY – Sebuah respons cepat pemerintah daerah terhadap gejolak harga pangan terlihat jelas di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia, Pemerintah Kabupaten OKI menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang dipusatkan di Taman Segitiga Emas Kayuagung pada Sabtu (30/8/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari aksi nasional yang digelar di 7.285 kecamatan se-Indonesia.

Kegiatan GPM ini tidak hanya berfokus pada seremoni, tetapi langsung menyentuh persoalan utama masyarakat: harga beras. Melalui Sekretaris Daerah, Asmar Wijaya, Bupati OKI Muchendi menegaskan bahwa beras menjadi prioritas utama. “Kenaikan harga beras dapat berdampak signifikan pada kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan dasar,” ujar Asmar, menjelaskan bahwa pasar murah adalah solusi efektif untuk memastikan akses terhadap bahan pokok.

PT BPR Baturaja (Perseroda)

Disparitas Harga dan Intervensi Pemerintah

Keberhasilan program ini terlihat dari antusiasme masyarakat. Sebanyak 2 ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dari Bulog ludes terjual dalam waktu satu jam. Beras SPHP yang dijual dengan harga terjangkau, yakni Rp60 ribu per kantong berukuran 5 kilogram, dibatasi pembeliannya hingga 10 kilogram per orang untuk memastikan pemerataan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten OKI, Irawan, menjelaskan alasan di balik program ini. Menurutnya, meskipun Harga Eceran Tertinggi (HET) beras SPHP ditetapkan Rp12.500 per kilogram, faktanya masyarakat masih kesulitan memperolehnya. Disparitas antara harga resmi dan ketersediaan di lapangan membuat pasar murah menjadi intervensi penting agar beras bersubsidi benar-benar sampai di tingkat konsumen.

Kolaborasi lintas sektor juga menjadi kunci sukses GPM ini. Irawan menyebutkan bahwa TNI dan Polri, hingga ke level bawah, turut membantu percepatan distribusi beras SPHP. “Dengan kolaborasi lintas sektor, diharapkan ketersediaan pangan pokok dapat lebih merata,” tutupnya. (puputzch)

NUSALY Channel

Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di Nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

HUT OKU SMAN 1

HUT OKU SMAN 5

HUT OKU SMKN 1