Scroll untuk baca artikel
Musi Banyuasin

Bupati Muba Mengajak Warga Rayakan Tahun Baru dengan Empati

×

Bupati Muba Mengajak Warga Rayakan Tahun Baru dengan Empati

Sebarkan artikel ini

Melalui surat edaran resmi, Bupati Musi Banyuasin mengimbau masyarakat dan ASN untuk menahan diri dari euforia pergantian tahun. Langkah ini diambil sebagai bentuk solidaritas atas musibah bencana alam yang melanda Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.

Bupati Muba Mengajak Warga Rayakan Tahun Baru dengan Empati
Bupati Muba Mengajak Warga Rayakan Tahun Baru dengan Empati. (Dok. Heriansyah/Nusalycom)

SEKAYU, NUSALY — Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, mengambil sikap reflektif menjelang malam pergantian tahun 2026. Alih-alih merancang pesta besar, Bupati Muba H M Toha Tohet SH justru mengeluarkan imbauan agar seluruh lapisan masyarakat merayakan malam tahun baru dengan kesederhanaan dan empati yang mendalam.

Langkah ini dituangkan dalam Surat Edaran Nomor: P-800/1690/BPSDM/2025 tentang Himbauan Kesederhanaan dalam Pergantian Tahun Baru.

Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Gubernur Sumatera Selatan, sekaligus manifestasi kepedulian sosial terhadap para korban bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera baru-baru ini.

“Kita hendak merayakan pergantian tahun dalam bentuk kepedulian dan empati terhadap saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah bencana di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh,” ujar Toha Tohet di Sekayu, Senin (29/12/2025).

Menahan Diri dari Euforia

Dalam imbauan tersebut, Bupati menekankan empat poin krusial yang ditujukan khusus bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan seluruh warga Muba.

Poin utama adalah ajakan untuk menyikapi pergantian tahun secara bijak dengan mengedepankan ketenangan serta kepedulian sosial.

Pemerintah daerah meminta agar tidak ada penyelenggaraan perayaan yang bersifat euforia berlebihan.

Kegiatan seperti pesta terbuka, konvoi kendaraan, atau aktivitas sejenis yang berpotensi mengganggu ketertiban umum diminta untuk ditiadakan.

Sebagai gantinya, masyarakat didorong untuk mengisi malam pergantian tahun dengan kegiatan yang lebih bermakna dan kondusif bagi keamanan daerah masing-masing.

Toha juga menginstruksikan kepada setiap kepala perangkat daerah untuk memastikan sikap kesederhanaan ini benar-benar diterapkan di lingkungan kerja mereka.

Hal ini menjadi ujian bagi para abdi negara untuk menunjukkan integritas dan sensitivitas kemanusiaan di tengah situasi sulit yang dialami provinsi tetangga.

Baca juga  DKPP Gelar Sidang Dugaan Pelanggaran Etik Anggota Bawaslu Muba Terkait Status Parpol

Solidaritas dari Bumi Serasan Sekate

Keputusan untuk merayakan tahun baru dengan cara sederhana ini mengirimkan pesan kuat dari Bumi Serasan Sekate.

Muba ingin menunjukkan bahwa kemajuan sebuah daerah tidak hanya diukur dari kemeriahan pestanya, tetapi dari seberapa besar rasa solidaritas yang dimiliki saat bagian lain dari bangsanya sedang berduka.

Langkah pengendalian ketertiban dan keamanan juga terus disesuaikan agar situasi di seluruh wilayah Kabupaten Muba tetap kondusif.

Dengan meniadakan keramaian yang berisiko, pemerintah berharap masyarakat dapat memasuki tahun yang baru dengan semangat kemanusiaan yang lebih segar.

Di tengah duka yang masih menyelimuti tanah Sumatera Barat hingga Aceh, kesederhanaan di Muba menjadi sebentuk doa sunyi—bahwa tahun yang baru seharusnya membawa pemulihan, bukan sekadar hura-hura yang melupakan sesama.

(hra)

NUSALY Channel

Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di Nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.