Scroll untuk baca artikel
Hukum & Kriminal

Evaluasi Kinerja Polres OKI 2025: Menjaga Stabilitas Kamtibmas di Lintas Sumatera

×

Evaluasi Kinerja Polres OKI 2025: Menjaga Stabilitas Kamtibmas di Lintas Sumatera

Sebarkan artikel ini

Polres Ogan Komering Ilir (OKI) memaparkan evaluasi kinerja 2025 yang menonjolkan keberhasilan pengungkapan 15 kasus kriminal utama dan penguatan sinergi kamtibmas demi stabilitas pembangunan daerah.

Evaluasi Kinerja Polres OKI 2025: Menjaga Stabilitas Kamtibmas di Lintas Sumatera
Kapolres OKI AKBP Eko Rubiyanto bersama Bupati OKI H Muchendi Mahzareki. (Dok. Istimewa)

KAYUAGUNG, NUSALY — Sebagai pintu gerbang utama yang menghubungkan Lampung dan Palembang, stabilitas keamanan di wilayah Ogan Komering Ilir menjadi barometer penting bagi arus ekonomi di Sumatera Selatan. Mengakhiri tahun 2025, Kepolisian Resor (Polres) OKI memaparkan evaluasi kinerja komprehensif yang menunjukkan tantangan sekaligus keberhasilan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Kapolres OKI AKBP Eko Rubiyanto mengungkapkan bahwa sepanjang tahun ini, pihaknya berhasil mengamankan stabilitas wilayah melalui pengungkapan 15 kasus kriminal menonjol. Menariknya, analisis kepolisian menunjukkan bahwa sebagian besar tindak pidana tersebut berakar dari gesekan personal dan eskalasi emosi yang tidak terkelola, yang kemudian berujung pada penggunaan senjata tajam hingga senjata api.

“Keberhasilan menjaga kamtibmas di OKI adalah hasil kolaborasi lintas sektor. Kami memastikan setiap potensi konflik diredam melalui pendekatan penegakan hukum yang terukur dan persuasif,” ujar Eko dalam rilis akhir tahun di Kayuagung, Selasa (30/12/2025).

Data Kriminalitas Umum dan Penegakan Hukum Narkotika

Catatan kinerja Polres OKI 2025 merinci adanya 982 kejadian tindak pidana umum, di mana 690 kasus di antaranya telah diselesaikan atau masuk dalam tahap penyelesaian hukum. Fokus penegakan hukum tidak hanya menyasar kriminalitas jalanan, tetapi juga peredaran gelap narkotika yang menjadi ancaman laten di jalur lintas timur.

Dalam bidang pemberantasan narkotika, Polres OKI mengamankan 114 tersangka dari 95 kasus. Barang bukti yang disita pun tergolong masif, meliputi 1.582,59 gram sabu, 7.122 butir ekstasi, serta sejumlah paket ganja. Capaian ini menegaskan posisi OKI sebagai wilayah yang proaktif dalam memutus rantai distribusi narkoba di Sumatera.

Baca juga  Resiliensi Fiskal: Strategi Pemkab OKI Hadapi Defisit Transfer Pusat Rp 241 Miliar

Selain itu, transparansi internal menjadi poin krusial dalam evaluasi tahun ini. Penegakan disiplin terhadap personel tetap dijalankan secara rigid, terbukti dengan adanya sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) terhadap dua personel yang melanggar kode etik. Langkah ini diambil untuk memastikan integritas institusi tetap terjaga di mata publik.

Fatalitas Lalu Lintas dan Sinergi Pembangunan Daerah

Sebagai wilayah yang memiliki jalur tol dan jalan nasional terpanjang di Sumsel, fatalitas lalu lintas menjadi perhatian serius dalam laporan kinerja Polres OKI. Sepanjang 2025, terjadi 227 kasus kecelakaan dengan tingkat penyelesaian mencapai 94 persen. Meski kerugian materiil mencapai Rp 3,3 miliar, kepolisian terus berupaya menekan angka korban jiwa melalui koordinasi intensif bersama pemerintah daerah.

Bupati OKI H Muchendi Mahzareki memberikan apresiasi tinggi atas capaian kinerja Polres OKI. Menurutnya, iklim keamanan yang kondusif di OKI sepanjang 2025 menjadi fondasi utama bagi masuknya investasi dan kelancaran program strategis nasional, termasuk program swasembada pangan.

“Sinergi kuat antara Pemda dan Polres OKI memastikan pembangunan berjalan tanpa hambatan. Keamanan adalah modal utama bagi kesejahteraan masyarakat di Bumi Bende Seguguk,” tutur Muchendi.

(dhi)

NUSALY Channel

Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di Nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.