OKI, NUSALY — Bagi masyarakat di Desa Lebung Itam, Kecamatan Tulung Selapan, kehadiran pemimpin daerah bukan sekadar seremoni keprotokolan, melainkan simbol hadirnya negara di wilayah yang secara geografis relatif terisolasi. Jarak sekitar 95 kilometer dari pusat Kota Palembang dengan tantangan medan pesisir sering kali menjadi tabir pemisah antara kebijakan di atas kertas dan realitas di tingkat akar rumput.
Menyadari tantangan tersebut, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru memilih menghabiskan pengujung tahun dengan mengunjungi Perguruan Muhammadiyah Desa Lebung Itam, Rabu (31/12/2025). Kunjungan ini tidak dibingkai sebagai peninjauan infrastruktur semata, melainkan sebagai bentuk pertanggungjawaban moral atas amanah kepemimpinan yang telah dipercayakan masyarakat selama dua periode.
Didampingi Anggota DPD RI dr. Ratu Tenny Leriva, Gubernur menegaskan bahwa integritas seorang pemimpin diuji dari sejauh mana kebijakannya mampu menjangkau wilayah periferal. Pendidikan dan infrastruktur religi menjadi dua pilar utama yang disoroti, termasuk progres pembangunan Masjid Al-Ikhlas di lingkungan perguruan tersebut.
”Kehadiran saya di Tulung Selapan merupakan bentuk tanggung jawab moral. Amanah kepemimpinan harus dijawab dengan kerja nyata dan keberpihakan kepada masyarakat, terutama di daerah yang relatif jauh dari pusat pemerintahan,” tegas Herman Deru di hadapan tokoh masyarakat.
Investasi manusia di wilayah pesisir
Fokus kunjungan ke institusi pendidikan menunjukkan visi pemerintah provinsi dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia di wilayah pesisir timur Ogan Komering Ilir (OKI). Di tengah dinamika ekonomi yang mulai tumbuh seiring perbaikan akses jalan, kualitas pendidikan formal dan karakter menjadi penentu apakah warga lokal mampu menjadi subjek pembangunan atau sekadar penonton.
Silaturahmi dengan warga Tulung Selapan juga dimanfaatkan untuk menyerap aspirasi langsung terkait kebutuhan dasar masyarakat. Bagi pemerintah provinsi, data lapangan yang didapat dari kunjungan darat seperti ini jauh lebih otentik dibandingkan laporan administratif. Hal ini krusial untuk memastikan alokasi bantuan keuangan ke depan tetap tepat sasaran dan berorientasi pada kebutuhan riil warga.

Sinergi kebijakan pusat dan daerah
Kehadiran Ratu Tenny Leriva sebagai representasi Anggota DPD RI memberikan sinyal adanya sinergi antara kebijakan eksekutif daerah dan pengawasan legislatif di tingkat pusat. Penguatan infrastruktur sosial, seperti sarana ibadah dan pendidikan, memerlukan kolaborasi lintas instansi agar pembangunan tidak berjalan secara parsial.
Melalui kunjungan ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan ingin menegaskan bahwa tidak ada wilayah yang terlupakan. Kedaulatan akses bagi masyarakat di Tulung Selapan adalah bagian dari visi besar pemerataan pembangunan yang berkeadilan, di mana setiap warga berhak mendapatkan kualitas pendidikan dan fasilitas umum yang layak, terlepas dari jarak geografisnya.
(dhi)
NUSALY Channel
Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di Nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


