Scroll untuk baca artikel
Kesehatan

Alarm Sanitasi dari Gandus saat Infeksi Cacing Mengancam Tumbuh Kembang Anak

×

Alarm Sanitasi dari Gandus saat Infeksi Cacing Mengancam Tumbuh Kembang Anak

Sebarkan artikel ini

Kasus infeksi cacing akut yang menimpa dua kakak beradik di Kecamatan Gandus, Palembang, menjadi potret buram tantangan kesehatan lingkungan di tingkat akar rumput. Terdeteksinya kasus ini melalui jalur Posyandu menegaskan bahwa pemantauan kesehatan rutin adalah benteng terakhir bagi kelompok balita rentan.

Alarm Sanitasi dari Gandus saat Infeksi Cacing Mengancam Tumbuh Kembang Anak
Camat Gandus, Jufriansyah melakukan evakuasi medis untuk memastikan kedua anak mendapatkan observasi menyeluruh di RSUD BARI. (Dok. Istimewa)

PALEMBANG, NUSALY — Kesehatan masyarakat urban di sudut Kota Palembang kembali menghadapi tantangan serius. Dua anak laki-laki, Muhammad Kenzo (3,5) dan kakaknya Muhammad Kavin (6), terpaksa menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) BARI setelah teridentifikasi menderita infeksi cacing dalam kondisi memprihatinkan.

Kasus ini terungkap bukan melalui pemeriksaan medis rutin, melainkan dari kejelian kader Posyandu di Kecamatan Gandus. Berawal dari kedatangan sang kakek yang menanyakan program bantuan makanan bergizi (MBG), petugas justru mendapati kondisi fisik kedua cucunya yang tidak terpantau sejak lama akibat kendala keluarga.

Deteksi Dini di Balik Keluhan Nyeri Perut

Camat Gandus, Jufriansyah, mengungkapkan bahwa kedua anak tersebut selama ini luput dari pengawasan kesehatan karena faktor keluarga yang tidak utuh. Orang tua yang berpisah serta keterbatasan sang kakek dalam mengurus pengobatan membuat kedua anak ini jarang mendatangi layanan kesehatan dasar.

“Saat di Posyandu, sang kakek mengeluh cucunya sering sakit perut. Setelah diberikan obat cacing sesuai saran kader, hasilnya mengejutkan; jumlah cacing yang keluar saat buang air besar sangat banyak,” ujar Jufriansyah, Jumat (16/1/2026).

Melihat urgensi tersebut, pihak kecamatan bersama Dinas Kesehatan dan Puskesmas Gandus segera melakukan evakuasi medis. Penjemputan dilakukan untuk memastikan kedua anak mendapatkan observasi menyeluruh di RSUD BARI, sekaligus memfasilitasi pengaktifan Kartu Indonesia Sehat (KIS) bagi keluarga tersebut.

Tantangan Sanitasi dan Faktor Risiko

Humas RSUD BARI, Adea Triutami, mengonfirmasi bahwa kedua pasien telah dirawat sejak Rabu (14/1/2026). Meski kondisi klinis berangsur membaik dan tidak ditemukan kelainan organ permanen, keduanya tetap berada di bawah pengawasan dokter spesialis anak.

Baca juga  Gubernur Sumsel Dorong BTN Jadi Pionir Pembiayaan Rumah Layak Huni Bagi ASN dan Masyarakat

“Penyebabnya bersifat umum bagi kasus cacingan, namun sangat berkaitan dengan faktor risiko lingkungan. Sanitasi yang buruk, akses air bersih yang terbatas, serta kebiasaan tidak memakai alas kaki atau mencuci tangan menjadi pemicu utama,” jelas Adea.

[Image: Infographic of Child Health Risk Factors. Illustrating the link between poor sanitation, lack of foot-ware, and helminthiasis (worm infection) in urban areas.]

Kasus Kenzo dan Kavin menjadi pengingat bagi generasi muda dan orang tua tentang pentingnya pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Infeksi cacing bukan sekadar masalah pencernaan, melainkan ancaman nyata bagi penyerapan gizi yang berujung pada risiko stunting atau tengkes.

Komitmen Pembenahan Lingkungan

Pihak Kecamatan Gandus memastikan akan melakukan pendampingan berkelanjutan terhadap keluarga ini. Lebih jauh, aksi gotong royong pembersihan lingkungan di sekitar tempat tinggal korban akan dilakukan untuk memutus rantai penularan parasit.

“Posyandu bukan sekadar tempat menimbang berat badan, melainkan garda terdepan deteksi dini penyakit. Kami mengimbau warga agar rutin membawa balita mereka untuk mencegah dampak jangka panjang bagi tumbuh kembang anak,” tegas Jufriansyah.

Langkah respons cepat pemerintah kota ini memberikan secercah harapan di tengah bayang-bayang krisis sanitasi perkotaan. Kepedulian sosial dan keterbukaan akses layanan kesehatan menjadi kunci agar kasus serupa tidak kembali berulang di sudut-sudut kota yang lain.

(emen)

NUSALY Channel

Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di Nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.