Scroll untuk baca artikel
Peristiwa Terkini

Kebocoran Pipa Gas di Muara Enim, Keselamatan Warga Pemukiman Jadi Prioritas

×

Kebocoran Pipa Gas di Muara Enim, Keselamatan Warga Pemukiman Jadi Prioritas

Sebarkan artikel ini

Aroma gas menyengat yang menyebar di Desa Gunung Raja memaksa warga menghentikan aktivitas rumah tangga demi menghindari risiko ledakan. Langkah mitigasi dan kecepatan respons korporasi kini menjadi sorotan guna menjamin keamanan jalur pipa yang bersinggungan dengan pemukiman.

Kebocoran Pipa Gas di Muara Enim, Keselamatan Warga Pemukiman Jadi Prioritas
Masyarakat di Desa Gunung Raja, Kecamatan Empat Petulai Dangku, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, dilingkupi keresahan akibat kebocoran pipa gas pada Kamis (22/1/2026). (Dok. Istimewa)

MUARA ENIM, NUSALY — Masyarakat di Desa Gunung Raja, Kecamatan Empat Petulai Dangku, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, dilingkupi keresahan akibat kebocoran pipa gas pada Kamis (22/1/2026). Insiden yang melibatkan jaringan pipa milik PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 ini menyebabkan aroma gas menyengat di kawasan pemukiman, yang berujung pada penghentian sementara aktivitas harian warga guna mencegah risiko keselamatan.

Kebocoran tersebut dilaporkan mulai dirasakan warga sekitar pukul 10.00 WIB. Jarak infrastruktur pipa yang cukup dekat dengan hunian penduduk membuat polusi udara akibat gas tersebut cepat meluas ke sejumlah wilayah, terutama di Dusun III. Situasi ini pun sempat memicu kegaduhan di media sosial setelah beberapa unggahan warga memperlihatkan kekhawatiran mereka terhadap potensi ledakan atau kebakaran.

Insan, salah satu warga terdampak di Desa Gunung Raja, menceritakan bahwa kuatnya aroma gas membuat warga tidak berani bertahan di dalam rumah. “Warga tidak bisa lagi masuk rumah karena baunya sangat menyengat,” ujarnya dalam bahasa setempat.

Kondisi ini memaksa warga untuk menahan diri dari aktivitas dapur, termasuk memasak. Pembatasan ini dilakukan atas imbauan petugas di lapangan untuk meminimalkan adanya pemicu api di area terpapar. “Kami sejak pagi tidak dibolehkan memasak oleh pihak Pertamina karena khawatir ada api yang memicu ledakan,” tambah Insan.

Mitigasi dan Penelusuran Korporasi

Insiden kebocoran pipa gas di area pemukiman merupakan persoalan serius dalam standar keselamatan sektor hulu migas. Jalur pipa yang melintasi desa-desa di Sumatera Selatan menuntut pengawasan rutin yang ketat, mengingat risiko korosi atau tekanan teknis lainnya yang dapat membahayakan warga sipil di sekitarnya.

Baca juga  Korupsi APBDes Rp1,2 Miliar di Muara Enim: Mantan Kades Dituntut 5 Tahun Penjara, Kaur Keuangan 1,5 Tahun

Humas Pertamina Hulu Rokan Zona 4, Dhio Faiz Syarahi, menyatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan awal dan tengah melakukan langkah-langkah verifikasi di lapangan. Upaya pengumpulan data teknis dan lokasi presis sedang dilakukan guna menentukan titik pasti kebocoran dan tingkat risiko yang ditimbulkan.

“Terima kasih informasinya. Kami tengah membantu mencarikan informasi lengkap dan menindaklanjuti laporan terkait insiden yang dikeluhkan warga tersebut,” ujar Dhio saat dikonfirmasi dari Palembang.

Meski demikian, hingga Kamis sore, warga masih terlihat berjaga-jaga di luar hunian mereka sembari menunggu kepastian bahwa area tersebut telah sepenuhnya steril dari gas yang mudah terbakar. Belum ada pernyataan resmi mengenai penyebab pasti kerusakan pipa, apakah akibat faktor usia infrastruktur, tekanan berlebih, atau faktor eksternal lainnya.

Perlunya Evaluasi Jalur Pipa

Dalam perspektif keselamatan publik, peristiwa di Desa Gunung Raja ini kembali membuka ruang diskusi mengenai evaluasi jarak aman (buffer zone) antara jalur pipa migas dengan pemukiman warga. Sumatera Selatan, sebagai salah satu lumbung energi nasional, memiliki jaringan pipa bawah tanah maupun permukaan yang sangat masif dan kerap bersinggungan langsung dengan ruang hidup masyarakat.

Sesuai dengan prinsip keamanan instalasi vital nasional, perusahaan pengelola diwajibkan melakukan pemeliharaan periodik dan memiliki sistem deteksi dini (early detection system) yang mampu memberikan peringatan sebelum aroma gas mencapai pemukiman. Selain itu, edukasi mengenai tanggap darurat bagi warga yang tinggal di sepanjang jalur pipa harus terus dilakukan agar masyarakat tidak hanya menjadi pihak yang terdampak, tetapi juga memahami langkah penyelamatan awal.

Warga berharap proses penanganan tidak hanya berhenti pada penambalan pipa yang bocor, tetapi juga mencakup jaminan kesehatan bagi mereka yang telah menghirup bau gas dalam durasi yang cukup lama. Selain itu, kepastian mengenai batas aman untuk kembali beraktivitas normal menjadi informasi yang paling dinantikan oleh masyarakat saat ini.

Baca juga  Kurir Sabu 16 Gram Dituntut 8,5 Tahun Penjara di Palembang

Keberlanjutan operasional migas di daerah harus berjalan selaras dengan rasa aman masyarakat lokal. Penanganan cepat dari Pertamina dan instansi terkait di Muara Enim diharapkan dapat segera memulihkan kondisi psikologis warga dan memastikan stabilitas keamanan di wilayah tersebut.

(dhi)

NUSALY Channel

Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di Nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.