Scroll untuk baca artikel
OKI Maju Bersama

Membasuh Duka di Malalak: Jembatan Solidaritas Pramuka Kwarcab OKI untuk Tanah Minang

×

Membasuh Duka di Malalak: Jembatan Solidaritas Pramuka Kwarcab OKI untuk Tanah Minang

Sebarkan artikel ini

Sebuah unit bus dan truk logistik membelah jalur lintas Sumatera, membawa misi kemanusiaan dari Kwartir Cabang Pramuka Ogan Komering Ilir menuju Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam. Di tengah sisa reruntuhan longsor dan trauma warga, kehadiran para relawan ini menjadi simbol kuat bahwa jarak ribuan kilometer tidak mampu membendung arus solidaritas antardaerah.

Membasuh Duka di Malalak: Jembatan Solidaritas Pramuka OKI untuk Tanah Minang
Ketua Kwaran Lempuing Gusmara, S.Sos., M.M., dan Ketua Kwaran Mesuji Raya Siti Romlah, S.Pd menyalurkan bantuan kemanusiaan di Desa Tebo, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. (Dok. Diskominfo OKI)

AGAM, NUSALY — Duka yang menyelimuti perbukitan Malalak, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, terasa hingga ke pelosok Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Bencana banjir dan longsor dahsyat yang merenggut 19 nyawa dan memaksa ratusan keluarga kehilangan tempat tinggal, memicu gerakan kemanusiaan dari para anggota Pramuka Kwarcab OKI untuk turun langsung ke titik nol bencana.

Penyaluran bantuan kemanusiaan ini bukan sekadar pengiriman logistik, melainkan sebuah misi “jemput bola” yang menantang. Tim relawan yang terdiri dari anggota Penegak dan Pelatih Kwarcab OKI menempuh perjalanan darat selama empat hari, mulai dari 23 hingga 26 Januari 2026, demi memastikan bantuan sampai langsung ke tangan korban di Desa Tebo, salah satu wilayah paling terdampak.

Sebanyak 250 kepala keluarga di Malalak kini sedang berjuang di masa pascabencana. Selain kehilangan harta benda, trauma mendalam masih membekas mengingat satu korban jiwa hingga saat ini dikabarkan masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan.

Kepedulian dari Lempuing dan Mesuji Raya

Misi ini digerakkan oleh perwakilan Kwartir Ranting (Kwaran) Lempuing dan Mesuji Raya. Kehadiran mereka di lokasi bencana didampingi langsung oleh Ketua Kwaran Lempuing Gusmara, S.Sos., M.M., dan Ketua Kwaran Mesuji Raya Siti Romlah, S.Pd. Solidaritas ini juga diperkuat dengan dukungan dari Ikatan Keluarga Minang (IKM), yang membantu navigasi relawan di medan yang masih labil.

Di sela-sela pembagian logistik di Desa Tebo, Gusmara menyempatkan diri berdialog dengan para penyintas. Percakapan di tenda-tenda darurat ini menjadi ruang bagi warga untuk menumpahkan keluh kesah mereka.

Baca juga  KPU Bukittinggi: Syarat Ketat Calon Perseorangan Pilkada 2024, 9.507 Dukungan dan Sebaran di Dua Kecamatan

“Kami datang membawa kepedulian dan berharap masyarakat diberi kekuatan. Semoga pascabencana ini dapat dilalui dengan lancar,” ujar Gusmara saat berdiskusi dengan warga Malalak, Senin (26/1/2026).

Menurut Gusmara, sambutan hangat dari warga Agam meskipun di tengah kondisi sulit, memberikan suntikan moral luar biasa bagi para relawan. “Penerimaan warga menjadi penyemangat bagi seluruh tim di lapangan,” tambahnya.

Derap Langkah Relawan di Medan Sulit

Terlibatnya 10 anggota inti, termasuk Supriyanto, Idawati, Iwan Suwandi, dan Sri Susanti, menunjukkan bahwa Gerakan Pramuka Kwarcab OKI tidak hanya mengajarkan teori kepanduan di sekolah, tetapi mempraktikkannya dalam bakti nyata. Perjalanan menggunakan bus dan kendaraan angkutan barang melintasi medan Sumatera yang berkelok menuju Malalak adalah ujian fisik sekaligus integritas bagi para kader Pramuka tersebut.

Kelancaran misi ini juga diakui tidak lepas dari arahan strategis berbagai pihak, termasuk dukungan koordinasi dari Ketua KNPI yang memberikan petunjuk navigasi bantuan agar tepat sasaran dan efisien di tengah keterbatasan akses pascalongsor.

Pesan Persaudaraan Lintas Provinsi

Aksi nyata Kwarcab OKI ini memberikan perspektif baru dalam penanganan bencana nasional: bahwa dukungan emosional dari daerah tetangga sering kali sama berharganya dengan bantuan materi. Kehadiran relawan dari OKI di tanah Agam menegaskan kembali pesan persaudaraan “Satu Pramuka untuk Satu Indonesia”.

Bagi warga Malalak, bantuan ini adalah napas tambahan untuk memulai kembali kehidupan dari nol. Sementara bagi penggiat Pramuka di OKI, perjalanan ini adalah pengingat bahwa marwah sejati dari seragam cokelat yang mereka kenakan adalah keberanian untuk hadir di saat rakyat sedang dirundung lara.

(puputzch)

NUSALY Channel

Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di Nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.