MUBA, NUSALY — Di balik rimbunnya hutan Kecamatan Batanghari Leko, warga Desa Talang Buluh masih bergelut dengan tantangan aksesibilitas yang membelenggu urat nadi ekonomi. Kondisi jalan yang sulit dan jeratan status kawasan hutan menjadi tembok besar yang harus ditembus demi pemerataan kesejahteraan. Persoalan kronis ini menjadi inti misi pimpinan Komisi I DPRD Musi Banyuasin (Muba), Indra Jaya Kesuma, SH., MH., saat terjun langsung mengawal aspirasi pembangunan di wilayah tersebut, Senin (26/1/2026).
Indra Jaya Kesuma hadir bersama rombongan lintas sektoral untuk memastikan setiap keluhan warga tidak hanya berhenti di catatan kertas, tetapi masuk dalam rencana strategis eksekutif.
“Reses ini adalah jembatan konstitusional. Tugas kami adalah memastikan anggaran daerah benar-benar hadir sebagai solusi nyata bagi masyarakat di desa terluar,” tegas Indra di hadapan perangkat desa dan tokoh masyarakat.
Menembus Tembok Regulasi dan Aksesibilitas
Dari hasil serap aspirasi tersebut, Indra Jaya Kesuma mengidentifikasi empat sektor prioritas yang mendesak untuk segera diintervensi. Fokus utama tertuju pada pengecoran jalan yang menghubungkan Desa Talang Buluh menuju Sungai Napal. Jalur ini merupakan urat nadi distribusi hasil bumi yang selama ini lumpuh saat musim penghujan tiba.
Selain infrastruktur fisik, misi besar yang dibawa adalah memperjuangkan pembebasan status kawasan hutan. Selama ini, status tersebut menjadi hambatan bagi pemerintah desa dalam mengembangkan fasilitas publik dan mengamankan hak milik lahan warga.
“Masyarakat butuh kepastian hukum atas tanah yang mereka huni. Kami akan koordinasikan ini secara serius agar ada solusi regulasi yang berpihak pada rakyat,” tambah Indra.
Kehadiran Kabid Dinas PUPR Muba, Indra Kardiana, dalam rombongan tersebut memastikan bahwa usulan teknis seperti pengecoran jalan dan perbaikan lampu jalan segera masuk dalam tahap kajian. Hal ini diselaraskan dengan rencana program bedah rumah bagi masyarakat prasejahtera yang menjadi aspirasi warga setempat.

Sinergi untuk Keadilan Sosial
Misi memutus isolasi ini tidak hanya dilakukan lewat jalur pembangunan fisik. Kolaborasi lintas sektor ditunjukkan dengan hadirnya perwakilan BAZNAS Muba, Drs. H. Muhammad Jaya, M.Si., serta Camat Batanghari Leko, Ahmad Asropi, S.sos., I., M.Si. Sinergi ini bertujuan agar penanganan masalah di pelosok Muba dilakukan secara komprehensif, mulai dari penguatan infrastruktur hingga jaring pengaman sosial.
Kepala Desa Talang Buluh, Waliadin SHI, melihat langkah pimpinan Komisi I ini sebagai angin segar bagi pembangunan desa. Harapan serupa disampaikan oleh Iwan, warga setempat, yang memimpikan jalan menuju Sungai Napal segera mulus. “Kami butuh bukti bahwa kami tidak dilupakan,” cetusnya.
Indra Jaya Kesuma berkomitmen untuk terus mengawal usulan ini hingga tahap finalisasi di Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD). Bagi legislator Muba ini, memerdekakan desa dari isolasi ekonomi adalah mandat yang wajib dituntaskan demi mewujudkan pembangunan yang berkeadilan di Bumi Serasan Sekate.
(hra)
NUSALY Channel
Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di Nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

