Scroll untuk baca artikel
Korporasi

Ikhtiar Pusri Palembang Menyemai Budaya Keselamatan di Tengah Kehidupan Domestik Masyarakat

×

Ikhtiar Pusri Palembang Menyemai Budaya Keselamatan di Tengah Kehidupan Domestik Masyarakat

Sebarkan artikel ini

Peringatan Bulan K3 Nasional di PT Pusri Palembang menjadi momentum penting untuk memperluas standar keselamatan industri ke ranah publik. Melalui inisiatif bertajuk Safety Goes to Society, perusahaan berupaya mentransformasikan pengetahuan teknis mitigasi risiko menjadi keterampilan praktis yang krusial bagi warga dalam menghadapi ancaman darurat di lingkungan rumah tangga.

Ikhtiar Pusri Palembang Menyemai Budaya Keselamatan di Tengah Kehidupan Domestik Masyarakat
Peringatan Bulan K3 Nasional di PT Pusri Palembang menjadi momentum penting untuk memperluas standar keselamatan industri ke ranah publik. (Dok. Pusri Palembang)

PALEMBANG, NUSALY — Di sebuah lapangan terbuka di Kelurahan 1 Ilir, Kota Palembang, asap tipis membubung dari sebuah drum simulasi yang sengaja disulut api. Di hadapannya, puluhan warga yang biasanya hanya menyaksikan aktivitas industri dari kejauhan, kini memegang alat pemadam api ringan dengan tangan yang sedikit gemetar namun penuh rasa ingin tahu. Pemandangan ini menandai sebuah langkah progresif dari PT Pusri Palembang dalam menjembatani jarak antara standar keselamatan pabrik dan keamanan permukiman warga.

Langkah ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Safety Goes to Society yang diselenggarakan oleh anak usaha PT Pupuk Indonesia (Persero) tersebut dalam rangka memperingati Bulan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) Nasional. Pusri menyadari bahwa risiko yang dihadapi oleh sebuah industri besar tidak dapat dipisahkan dari keamanan lingkungan sosial di sekitarnya.

Oleh karena itu, keselamatan bukan lagi sekadar urusan teknis di balik pagar beton pabrik, melainkan sebuah tanggung jawab moral yang harus dibagikan kepada setiap pemangku kepentingan, terutama masyarakat yang bermukim di sekitar wilayah operasional.

Melalui pendekatan yang bersifat edukatif dan partisipatif, Pusri berupaya membekali warga dengan pengetahuan dasar mengenai tanggap darurat. Fokus utama dari kegiatan ini adalah mitigasi kebakaran, sebuah ancaman nyata yang sering kali mengintai kawasan permukiman padat di perkotaan akibat kegagalan instalasi listrik atau kecelakaan domestik lainnya.

Transformasi Pengetahuan Teknis Menjadi Keterampilan Domestik

Dalam dunia industri, standar K3 adalah fondasi utama untuk menjaga produktivitas dan melindungi nyawa pekerja. Namun, di ranah rumah tangga, pemahaman mengenai prosedur keselamatan sering kali masih berada di level permukaan. Kesenjangan pengetahuan inilah yang berusaha dihapus oleh tim keselamatan Pusri melalui sosialisasi dan praktik langsung yang melibatkan masyarakat secara aktif.

Baca juga  Jaga Ekosistem Maritim, PT Pusri Palembang Tegaskan Komitmen Lingkungan Melalui Aksi Bersih Sungai

Masyarakat tidak hanya diberikan pemahaman teoretis mengenai penyebab api, tetapi juga diajak untuk mengenal dan mengoperasikan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) secara aman dan terukur.

Edukasi ini menjadi krusial karena dalam banyak kasus kebakaran permukiman, api menjadi tidak terkendali akibat kegagalan warga dalam melakukan pemadaman dini di detik-detik pertama munculnya percikan.

Dengan memegang langsung tabung pemadam dan mengarahkan nosel ke titik api dalam simulasi, warga membangun kepercayaan diri yang diperlukan saat menghadapi situasi darurat yang sebenarnya.

VP K3 PT Pusri Palembang, Eko Yunianto, menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan kerja merupakan tanggung jawab bersama yang harus diinternalisasi oleh seluruh lapisan masyarakat.

Menurut dia, pembekalan pengetahuan serta keterampilan dasar dalam menghadapi kondisi darurat sangat penting untuk meminimalkan risiko serta dampak yang ditimbulkan dari sebuah insiden.

Pernyataan ini mencerminkan orientasi perusahaan yang menempatkan aspek manusiawi di atas segalanya dalam setiap prosedur keselamatan yang diterapkan.

Membangun Ekosistem Keselamatan yang Inklusif dan Berkelanjutan

Komitmen Pusri dalam menyelenggarakan program ini juga merupakan bagian dari strategi besar perusahaan untuk memperkuat budaya K3 secara berkelanjutan.

Peringatan Bulan K3 Nasional bukan sekadar menjadi agenda rutin tahunan bagi perusahaan, melainkan menjadi titik pijak untuk menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan produktif bagi seluruh pihak.

Dengan melibatkan masyarakat sekitar, Pusri secara tidak langsung membangun baris pertahanan pertama yang kuat di luar wilayah pabrik.

Edukasi yang diberikan mencakup langkah-langkah tanggap darurat yang komprehensif, mulai dari cara melaporkan kejadian hingga teknik evakuasi yang benar.

Melalui pendekatan ini, Pusri berharap masyarakat tidak hanya memiliki kesiapan mental, tetapi juga kesiapan teknis dalam menghadapi situasi krisis secara mandiri. Pengetahuan ini menjadi aset sosial yang sangat berharga bagi ketahanan sebuah kawasan permukiman terhadap bencana.

Antusiasme peserta yang terlibat aktif dalam rangkaian materi dan simulasi menunjukkan adanya kebutuhan mendesak akan literasi keselamatan di tingkat akar rumput.

Baca juga  Kunci Daya Saing UMK, Pusri dan BRI Kuatkan Pondasi Keuangan Mitra Binaan

Bagi Pusri, respons positif ini merupakan validasi bahwa program pemberdayaan masyarakat harus selalu berpijak pada kebutuhan nyata warga. Kehadiran tim K3 Pusri yang berpengalaman memberikan jaminan bahwa informasi yang diterima warga adalah standar keselamatan yang valid dan teruji di lingkungan industri berskala besar.

Kedaulatan Keselamatan Sebagai Hak Setiap Warga
Apa yang diupayakan oleh PT Pusri Palembang adalah sebuah langkah untuk memanusiakan standar keselamatan. (Dok. Pusri Palembang)

Kedaulatan Keselamatan Sebagai Hak Setiap Warga

Pada akhirnya, apa yang diupayakan oleh PT Pusri Palembang adalah sebuah langkah untuk memanusiakan standar keselamatan. K3 tidak lagi dipandang sebagai kumpulan aturan administratif yang kaku, melainkan sebagai nilai-nilai kemanusiaan yang harus dijaga bersama demi keberlanjutan kehidupan di dalam maupun di luar area kerja.

Inisiatif ini membuktikan bahwa sebuah korporasi dapat menjalankan perannya sebagai agen edukasi yang mampu memberikan dampak transformatif bagi masyarakat.

VP Komunikasi dan Administrasi Korporat Pusri, Rustam Effendi, memastikan bahwa transparansi serta komunikasi dengan masyarakat akan terus dijaga melalui berbagai kanal layanan yang tersedia. Hal ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk memastikan bahwa setiap informasi mengenai keselamatan dan operasional dapat diakses dengan mudah oleh warga sekitar.

Dengan berakhirnya simulasi di Lapangan Hijau Pusri, para peserta membawa pulang lebih dari sekadar pengalaman memadamkan api. Mereka membawa pulang kesadaran baru bahwa keselamatan adalah sebuah pilihan yang harus dipersiapkan melalui pengetahuan dan latihan.

Di bawah kawalan Pusri Palembang, budaya K3 kini mulai tumbuh subur di rumah-rumah warga, menciptakan rasa aman yang menjadi fondasi bagi kehidupan masyarakat yang lebih sehat dan produktif.

Pusri telah menunjukkan bahwa menjaga nyawa adalah misi yang melampaui kepentingan bisnis. Kesuksesan korporasi kini diukur dari sejauh mana mereka mampu memastikan setiap warga di sekitarnya dapat tidur dengan tenang, mengetahui bahwa mereka memiliki pengetahuan untuk melindungi keluarga mereka dari ancaman yang tidak terduga.

(emen)

NUSALY Channel

Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di Nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.