PALEMBANG, NUSALY — Suasana khidmat menyelimuti lapangan Gedung Presisi Polda Sumatera Selatan, Senin (2/2/2026) pagi, saat Irjen Pol. Andi Rian Djajadi menyampaikan salam perpisahan di hadapan ratusan personel. Apel pamit ini menandai berakhirnya masa kepemimpinan jenderal bintang dua itu di Bumi Sriwijaya, sekaligus dimulainya babak baru pengabdiannya dalam mencetak sumber daya manusia Polri yang unggul.
Andi Rian, yang menjabat Kapolda Sumsel sejak September 2024 hingga Januari 2026, kini dipercaya mengemban jabatan sebagai Wakil Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Wakalemdiklat) Polri. Penunjukan ini dipandang strategis mengingat latar belakangnya yang kuat di bidang reserse kriminallitas, sebuah kompetensi yang sangat dibutuhkan dalam kurikulum pendidikan Polri masa kini.
Dalam pidatonya, lulusan Akademi Kepolisian 1991 ini menekankan bahwa keberhasilan seorang pemimpin tidak lepas dari loyalitas dan dedikasi kolektif para anggotanya. Ia menitipkan pesan mendalam agar soliditas internal Polda Sumsel tetap terjaga meski nakhoda berganti.
”Terima kasih atas kerja sama dan kebersamaan seluruh jajaran. Profesionalisme dan soliditas harus terus ditingkatkan agar Polri selalu hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang sejati,” ujar Andi Rian dengan nada rendah hati di hadapan barisan personel.
Rekam Jejak Reserse
Perjalanan karier Andi Rian Djajadi adalah cerminan dari seorang perwira lapangan yang kenyang akan pengalaman di wilayah konflik dan strategis. Lahir di Makassar, 25 Agustus 1968, ia memulai langkahnya sebagai Pamapta di Polres Kotabaru hingga pernah merasakan dinginnya tugas di Polda Timor Timur sebelum masa integrasi berakhir.
Namanya semakin melambung saat menjabat sebagai Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri. Ketegasan dan ketenangan dalam menangani perkara-perkara besar yang menjadi perhatian publik menjadi ciri khas kepemimpinannya. Pengalaman inilah yang tampaknya menjadi alasan kuat bagi Kapolri untuk menempatkannya di Lemdiklat Polri.

Investasi Manusia
Perpindahan Andi Rian ke Lemdiklat Polri mencerminkan arah kebijakan institusi Polri yang mulai memprioritaskan “praktisi hebat” untuk mengajar di “kawah candradimuka” kepolisian. Dengan pengalaman memimpin tiga Kepolisian Daerah (Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, dan Sumatera Selatan), Andi Rian diharapkan mampu mentransformasi teori-teori kepolisian menjadi praktik lapangan yang aplikatif bagi para peserta didik.
Wakapolda Sumsel Brigjen Pol. Rony Samtana beserta jajaran Pejabat Utama turut melepas kepergian Andi Rian dengan rasa hormat. Bagi internal Polda Sumsel, masa kepemimpinan Andi Rian dinilai mampu menjaga stabilitas keamanan wilayah di tengah dinamika sosial politik yang dinamis.
Kini, tugas baru menanti di bidang pendidikan. Dari garis depan penegakan hukum, Andi Rian Djajadi melangkah ke garis belakang untuk memastikan bahwa setiap personel Polri yang lahir dari sistem pendidikan memiliki integritas dan kompetensi yang setara dengan tantangan zaman. Selamat bertugas, Jenderal.
(emen)
nusaly.com di WhatsApp
Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.




