Scroll untuk baca artikel
Pendidikan

Penyesuaian Jadwal Sekolah di Ogan Komering Ilir Selama Ramadhan 1447 Hijriah

×

Penyesuaian Jadwal Sekolah di Ogan Komering Ilir Selama Ramadhan 1447 Hijriah

Sebarkan artikel ini

Dinas Pendidikan Kabupaten Ogan Komering Ilir menetapkan skema pembelajaran mandiri dan pengurangan durasi tatap muka selama bulan suci Ramadhan guna menjaga keseimbangan antara aktivitas akademik dan ibadah para siswa.

Penyesuaian Jadwal Sekolah di Ogan Komering Ilir Selama Ramadhan 1447 Hijriah
Dinas Pendidikan Kabupaten Ogan Komering Ilir menetapkan skema pembelajaran mandiri dan pengurangan durasi tatap muka selama bulan suci Ramadhan guna menjaga keseimbangan antara aktivitas akademik dan ibadah para siswa. (Dok. SMPN 4 Kayuagung)

KAYUAGUNG, NUSALY — Memasuki bulan suci Ramadhan 1447 H, ritme pendidikan di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, mengalami penyesuaian signifikan. Penyesuaian ini bukan sekadar perubahan jam operasional sekolah, melainkan upaya sistematis untuk memberikan ruang bagi siswa dan tenaga kependidikan dalam menyeimbangkan kewajiban akademik dengan aktivitas spiritual.

Berdasarkan surat edaran yang ditandatangani Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten OKI Muhammad Refly, kegiatan belajar pada awal Ramadhan, tepatnya tanggal 16 hingga 21 Februari 2026, akan dilaksanakan secara mandiri di lingkungan keluarga dan tempat ibadah masing-masing. Kebijakan ini memungkinkan transisi awal puasa bagi siswa berlangsung lebih tenang di bawah pengawasan orangtua.

Adaptasi waktu

Setelah masa belajar mandiri berakhir, aktivitas di sekolah akan kembali berjalan mulai 23 Februari hingga 14 Maret 2026. Namun, durasi tatap muka di ruang kelas dikurangi 10 menit untuk setiap jam pelajaran dari jadwal reguler biasanya.

Selain pengurangan waktu, otoritas pendidikan daerah juga meniadakan kegiatan fisik yang menguras energi, seperti upacara bendera dan mata pelajaran olahraga. Sebagai gantinya, porsi pembelajaran akan lebih banyak diarahkan pada penguatan karakter melalui kegiatan pesantren kilat. Penekanan ini krusial untuk menanamkan nilai-nilai religiusitas yang relevan dengan momentum bulan suci.

“Pengurangan jam pelajaran dan peniadaan aktivitas fisik bertujuan agar siswa tetap prima mengikuti proses belajar tanpa mengabaikan kondisi fisik saat berpuasa.”

Toleransi beragama

Meski kurikulum sementara ini condong pada nuansa spiritual Ramadhan, Pemkab OKI tetap mengedepankan prinsip inklusivitas. Guru dan siswa yang beragama selain Islam diinstruksikan untuk menyesuaikan kegiatan sesuai dengan keyakinan masing-masing. Prinsip menghargai perbedaan dan menjunjung tinggi nilai toleransi tetap menjadi fondasi utama di lingkungan sekolah selama masa penyesuaian ini.

Baca juga  DPRD OKI Tekankan Kehadiran Pimpinan OPD dalam Rapat, Soroti LKPJ Bupati 2024

Mendekati Hari Raya Idul Fitri 1447 H, seluruh warga sekolah di Kabupaten OKI akan menjalani libur panjang mulai tanggal 16 hingga 28 Maret 2026. Libur lebaran ini tidak hanya dimaknai sebagai jeda akademik, tetapi juga sebagai kesempatan bagi siswa untuk memperkuat tali silaturahmi di tengah masyarakat.

Kegiatan belajar mengajar secara normal di sekolah baru akan dimulai kembali pada 30 Maret 2026. Fleksibilitas jadwal ini mencerminkan upaya birokrasi dalam merespons konteks religiusitas lokal tanpa mengorbankan standar capaian pendidikan tahun ajaran 2025/2026.

(puputzch)

nusaly.com di WhatsApp

Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.