Satu tahun kepemimpinan di Muba ditandai dengan aksi pelunasan utang Rp350 miliar dan keberhasilan menekan kemiskinan di bawah dua digit. Sebuah fase krusial dalam menata ulang masa depan Bumi Serasan Sekate.
SEKAYU, NUSALY – Ada beban sejarah yang cukup berat saat Haji Toha Tohet dan Abdur Rohman Husen pertama kali menapakkan kaki di kursi kepemimpinan Musi Banyuasin. Dilantik langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, pasangan ini tak punya banyak waktu untuk sekadar merayakan kemenangan. Di depan mata, mereka justru harus berhadapan dengan “warisan” utang daerah yang menggunung dan angka kemiskinan yang masih menuntut solusi cepat.
Setahun berselang, wajah Musi Banyuasin (Muba) mulai menampakkan perubahan struktur yang fundamental. Langkah paling mencolok dan tergolong berani secara politis adalah keputusan melunasi utang daerah senilai kurang lebih Rp350 miliar. Bagi Haji Toha, melunasi utang bukan sekadar urusan angka di atas kertas, melainkan upaya memerdekakan ruang fiskal daerah yang selama ini tersandera.
“Kami memulai dengan membenahi fondasi yang rapuh. Tanpa stabilitas keuangan yang sehat, mustahil kita bisa bicara soal kesejahteraan masyarakat secara leluasa. Kami ingin pembangunan Muba ke depan bergerak tanpa beban masa lalu, lebih mandiri, dan transparan,” ujar Bupati Haji Toha saat merefleksikan setahun masa jabatannya, Minggu (22/2/2026).
Efek domino dari kesehatan fiskal ini langsung dirasakan pada indikator kesejahteraan. Angka kemiskinan yang semula berada di level 12,88 persen, kini berhasil dipangkas hingga menyentuh angka 9,97 persen. Sebuah capaian di bawah dua digit yang sudah lama dinanti oleh warga Bumi Serasan Sekate.
Birokrasi yang Melayani, Bukan Membebani
Tantangan kepemimpinan Toha-Rohman juga merambah ke lorong-lorong birokrasi. Pembenahan manajemen ASN dilakukan secara masif, mulai dari pelantikan ribuan tenaga PPPK hingga penataan tenaga honorer. Logikanya sederhana: pelayanan publik yang prima mustahil terwujud jika mesin penggeraknya, yakni para aparatur, tidak profesional dan sejahtera.
Inovasi seperti PADUKA ANTAT MUBA menjadi bukti bagaimana birokrasi mulai bergerak menjemput bola. Urusan dokumen kependudukan yang dulu kerap dikeluhkan karena jarak dan waktu, kini diantar cuma-cuma hingga ke teras rumah warga. Semangat serupa juga tampak di Mall Pelayanan Publik yang mengintegrasikan berbagai urusan perizinan dalam satu pintu.
Di sektor pendidikan dan sosial, Muba mencoba menutup celah ketimpangan melalui investasi pada manusia. Beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu, program seragam sekolah gratis, hingga insentif bagi guru mengaji dan marbot masjid merupakan upaya pemerintah daerah menjaga kohesi sosial agar pembangunan tidak hanya dirasakan oleh mereka yang berada di pusat kota.
Transformasi Bantuan Menjadi Modal Mandiri
Kepala Bappeda Muba, Dr. Mursalin, memberikan catatan penting mengenai pergeseran paradigma bantuan di Muba. Lewat Program Keluarga Maju (PKM) yang digulirkan akhir tahun lalu, pemerintah tidak lagi sekadar membagi bantuan konsumtif. Masyarakat diarahkan menjadi wirausaha produktif dengan suntikan modal yang disalurkan langsung melalui rekening Bank Sumsel Babel.
“PKM adalah intervensi untuk kemandirian. Kami tidak ingin bantuan ini habis hanya untuk keperluan sehari, tapi harus menjadi bibit usaha yang tumbuh. Ini cara kami membangun ekonomi dari akar, dari level keluarga,” jelas Mursalin.
Menatap tahun 2026, Muba menyadari tantangan akan semakin kompleks seiring penurunan dana transfer dari pusat. Strateginya adalah dengan mengoptimalkan pendanaan non-APBD melalui sinergi CSR dan penguatan potensi lokal sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Setahun pertama ini barulah peletakan batu pertama. Tantangan ke depan adalah bagaimana menjaga momentum pertumbuhan ini tetap inklusif dan tidak kehilangan daya ledaknya di tengah keterbatasan anggaran.
Musi Banyuasin kini sedang menulis ulang narasi daerahnya; dari daerah yang terbebani menjadi daerah yang berani berbenah demi martabat warganya.
(hra)
nusaly.com di WhatsApp
Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.





