Scroll untuk baca artikel
MARHABAN YA RAMADAN LANGKAH EMAS RAIH KEMENANGAN
MEMUAT... 00:00:00
-- Ramadan 1447 H Memuat Tanggal...
Puasa Hari Ke- --

Banner Pemprov Sumsel Ramadhan 1447 H
Sepakbola

Nico O’Reilly dan Napas Manchester City di Tengkuk Arsenal

×

Nico O’Reilly dan Napas Manchester City di Tengkuk Arsenal

Sebarkan artikel ini
Nico O'Reilly dan Napas Manchester City di Tengkuk Arsenal
Nico O'Reilly dari Manchester City beraksi melawan Sandro Tonali dari Newcastle United. Dok. REUTERS/Scott Heppell

Kemenangan 2-1 Manchester City atas Newcastle United memanaskan persaingan takhta Liga Inggris. Di balik performa deterministik Erling Haaland, muncul talenta muda Nico O’Reilly sebagai pembeda.

MANCHESTER, NUSALY – Manchester City terus memberikan tekanan psikologis yang hebat bagi pemuncak klasemen Liga Inggris, Arsenal. Melalui kemenangan tipis 2-1 atas Newcastle United di Stadion Etihad, Sabtu (21/2/2026), skuad asuhan Pep Guardiola kini hanya terpaut dua angka dari sang rival. Hasil ini sekaligus mengirimkan pesan peringatan ke London Utara menjelang derbi panas antara Arsenal dan Tottenham Hotspur pada Minggu besok.

Langkah City kali ini tidak ditentukan oleh nama besar Erling Haaland di papan skor, melainkan melalui sinar talenta muda berusia 20 tahun, Nico O’Reilly. Dwi gol O’Reilly pada babak pertama tidak hanya mengamankan tiga poin krusial, tetapi juga menegaskan bahwa kedalaman skuad City masih menjadi yang terbaik di Inggris saat kompetisi memasuki fase menentukan di pekan ke-27.

Tuah Akademi

Manchester City memulai laga dengan intensitas yang sangat tinggi. Pada menit ke-14, O’Reilly menunjukkan kepercayaan diri yang luar biasa saat menerima umpan dari Omar Marmoush. Alih-alih mengoper kepada Haaland yang berdiri bebas, pemain muda ini memilih melepaskan tembakan keras kaki kiri yang gagal dihalau Nick Pope.

Meski Newcastle sempat membalas melalui sepakan Lewis Hall yang membentur pemain City dan mengecoh Gianluigi Donnarumma, dominasi City tetap terjaga. Pada menit ke-27, O’Reilly kembali mencatatkan namanya di papan skor melalui sundulan tajam memanfaatkan umpan terukur Haaland. Ini merupakan catatan historis bagi O’Reilly sebagai dwi gol pertamanya di Liga Primer, sekaligus bukti keberhasilan regenerasi akademi City setelah era Phil Foden dan Rico Lewis.

Baca juga  Langkah Terhenti Arsenal dan Alarm bagi Ambisi Mikel Arteta

Salah satu lapisan kontekstual yang menarik dari laga ini adalah transformasi peran Erling Haaland. Meski tidak mencetak gol, sang mesin gol menunjukkan sisi altruistis dan determinasi bertahan yang jarang terlihat. Saat Newcastle menekan habis-habisan di babak kedua, Haaland tertangkap kamera bekerja keras di area pertahanan sendiri, melakukan blok tembakan, hingga menyapu bola-bola udara.

“Saya sangat bangga, tim ini tampil luar biasa. 70 persen pemain kami belum pernah berada dalam situasi perburuan gelar seketat ini. Mereka harus merasakannya, bahwa setiap laga akan menguras energi seperti ini,” ujar Pep Guardiola. Pernyataan ini merujuk pada integrasi pemain muda dan rekrutan baru yang kini memikul beban untuk mempertahankan gelar juara di tengah gempuran jadwal yang padat.

Benteng Etihad

Kemenangan ini memperpanjang rekor impresif City yang mencatatkan 17 kemenangan kandang berturut-turut atas Newcastle di Liga Primer. Secara historis, Etihad telah menjadi benteng yang nyaris mustahil ditembus oleh The Magpies. Namun, statistik babak kedua menunjukkan City mulai kehilangan daya serang dan cenderung bermain defensif untuk menjaga keunggulan—sebuah anomali dari gaya dominasi total yang biasanya diperagakan Guardiola.

Newcastle yang tampil spartan di paruh kedua memaksa lini belakang City bekerja ekstra keras. Namun, kedisiplinan transisi bertahan yang dipimpin oleh Ruben Dias memastikan tidak ada gol tambahan yang bersarang di gawang Donnarumma.

Dengan koleksi 56 poin dari 27 laga, City kini berada di posisi yang sangat menguntungkan secara psikologis. Beban kini sepenuhnya berpindah ke pundak Mikel Arteta dan skuad Arsenal yang mulai menunjukkan tanda-tanda goyah setelah hasil imbang kontra Wolverhampton tengah pekan lalu. Jika Arsenal gagal meraih poin penuh di kandang Spurs, kendali perburuan gelar akan sepenuhnya berada di tangan Manchester City.

Baca juga  Kejutan di Liga Champions: Real Madrid dan Manchester City Tumbang, Liverpool Kokoh di Puncak

Pergeseran margin poin ini menandai dimulainya fase kritis menuju garis finis. City menunjukkan bahwa mereka memiliki napas yang lebih panjang dan opsi pemain muda yang siap meledak di saat para pemain utama mulai kelelahan. Persaingan takhta kini bukan lagi soal teknis di lapangan, melainkan soal siapa yang lebih kuat menjaga kewarasan di bawah tekanan mental yang brutal.

(REUTERS)

nusaly.com di WhatsApp

Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.