Scroll untuk baca artikel
MARHABAN YA RAMADAN LANGKAH EMAS RAIH KEMENANGAN
MEMUAT... 00:00:00
-- Ramadan 1447 H Memuat Tanggal...
Puasa Hari Ke- --

Banner Pemprov Sumsel Ramadhan 1447 H

Banner Ramdan Pemkab OKU Selatan

Banner Ramdan Pemkab MUBA
Palembang Berdaya

Diplomasi Kain Jumputan Prada, Strategi Palembang Menembus Sekat Pasar Global

×

Diplomasi Kain Jumputan Prada, Strategi Palembang Menembus Sekat Pasar Global

Sebarkan artikel ini
Diplomasi Kain Jumputan Prada, Strategi Palembang Menembus Sekat Pasar Global
Ketua TP PKK Kota Palembang, Dewi Sastrani, mengawal langsung kehadiran para pelaku UMKM dalam perhelatan The Jakarta International Handicraft Trade Fair (Inacraft) 2026. Dok. Diskominfo Palembang.

Melalui sentuhan inovasi Prada pada kain jumputan tradisional, perajin lokal Palembang berupaya merebut atensi pasar di ajang Inacraft 2026. Sebuah langkah strategis untuk menaikkan kelas ekonomi kerakyatan melalui adaptasi budaya dan estetika modern.

JAKARTA, NUSALY – Di tengah riuh rendah Jakarta International Convention Center (JICC) yang dipadati ribuan pasang mata, Rabu (4/2/2026), sebuah sudut pameran tampak memancarkan kilau yang berbeda. Kota Palembang, yang selama ini tersohor dengan songketnya yang megah, kini membawa “senjata” baru yang lebih lincah namun tetap elegan: Kain Jumputan dengan teknik modifikasi Prada.

Kehadiran Palembang dalam perhelatan The Jakarta International Handicraft Trade Fair (Inacraft) 2026 ini bukan sekadar upaya menggugurkan kewajiban seremonial. Di balik lipatan kain-kain bermotif titik-titik khas yang dipadu sentuhan emas tersebut, terselip misi besar untuk menyelamatkan dan mengangkat derajat ribuan pengrajin lokal di Bumi Sriwijaya. Inacraft, yang menjadi magnet industri kreatif ASEAN hingga 8 Februari mendatang, dipandang sebagai gerbang paling strategis untuk mengubah produk kerajinan rumah tangga menjadi komoditas ekspor yang kompetitif.

Ketua TP PKK Kota Palembang, Dewi Sastrani, yang mengawal langsung kehadiran para pelaku UMKM ini, menyadari betul bahwa tradisi yang statis akan perlahan ditinggalkan zaman. Oleh karena itu, teknik Prada—pemberian aksen emas yang teliti di atas kain jumputan—menjadi jawaban atas tuntutan pasar yang mendambakan kemewahan tanpa harus kehilangan akar budaya.

“Perpaduan ini menghadirkan kesan mewah dan elegan, namun esensi budaya asli Palembang tetap terjaga di sana. Ini adalah cara kita agar produk UMKM tetap relevan dengan selera pasar modern yang dinamis,” ujar Dewi di tengah suasana pameran yang hangat.

Baca juga  UMKM Palembang Awards, Ratu Dewa Optimistis Geliatkan Ekonomi dan Dorong Inovasi UMKM

Nafas Ekonomi di Balik Motif

Bagi masyarakat Palembang, kain tradisional bukanlah sekadar pelengkap busana dalam upacara adat. Ia adalah urat nadi ekonomi kerakyatan. Ribuan pengrajin, mulai dari mereka yang mengikat kain di teras rumah hingga para penyungging Prada, menggantungkan dapur mereka pada selembar kain. Maka, tampil di panggung sebesar Inacraft adalah harapan baru untuk memutus ketergantungan pada pasar lokal yang sering kali jenuh.

Dengan menyuguhkan Jumputan Prada sebagai ikon baru, Palembang ingin menegaskan posisinya bukan hanya sebagai kota kuliner, tetapi juga sebagai pusat tekstil kreatif di Sumatera. Inovasi ini memberikan nilai tambah yang signifikan pada harga jual kain, yang pada akhirnya akan berdampak langsung pada kesejahteraan para pengrajin di tingkat akar rumput.

Dewi menjelaskan bahwa Inacraft adalah platform krusial untuk meningkatkan profil UMKM. Melalui ajang ini, para pelaku usaha lokal bisa berinteraksi langsung dengan pembeli potensial dari mancanegara, memahami standarisasi produk internasional, sekaligus memperluas jaringan pasar yang selama ini sulit ditembus jika hanya mengandalkan pemasaran konvensional.

Ekspansi dan Harapan Daerah

Wacana ekspansi Inacraft 2026 ke daerah-daerah lain, dengan Yogyakarta sebagai target pertama di luar ibu kota, disambut sebagai angin segar bagi pemerataan promosi kerajinan nusantara. Bagi delegasi Palembang, desentralisasi pameran berskala internasional ini merupakan peluang emas untuk mendekatkan produk daerah kepada basis konsumen yang lebih beragam.

“Jika pameran sebesar ini digelar di daerah, tentu akan semakin membantu mempromosikan produk kerajinan khas lokal secara lebih spesifik. Palembang tentu sangat siap mendukung langkah tersebut,” tutur Dewi menegaskan komitmennya.

Perjalanan Kain Jumputan Prada dari lorong-lorong pengrajin di Palembang hingga sampai ke meja pameran di Jakarta adalah bukti nyata bahwa inovasi tidak harus mencabut akar tradisi. Dengan diplomasi budaya melalui selembar kain, Palembang optimistis bahwa ekonomi kreatif daerah akan mampu bicara banyak di panggung global, sekaligus memastikan bahwa warisan leluhur tetap bisa memberi penghidupan bagi generasi masa depan.

Baca juga  Pempek dan Songket Palembang Laris Manis di Jogja TCTI Expo 2024

Melalui doa dan kerja keras yang ditunjukkan di JICC, harapan itu kini tergantung pada seberapa kuat produk-produk lokal ini mampu memikat hati dunia. Palembang telah menunjukkan bahwa mereka siap, bukan hanya sebagai peserta, tapi sebagai pemain utama dalam industri kreatif tanah air.

(desta)

nusaly.com di WhatsApp

Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.