Gubernur Sumsel Herman Deru menghadiri buka bersama dan bakti sosial komunitas otomotif HDCI, TLCI, dan Sriwijaya MC. Aksi lintas keyakinan ini menyantuni 50 anak yatim di Palembang.
PALEMBANG, NUSALY – Deru mesin motor besar dan deretan mobil tangguh yang memenuhi area outdoor Liberica Cafe, The Sultan Palembang, Selasa sore (24/2/2026), bukan sekadar penanda kumpulnya komunitas hobi. Sore itu, Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) Palembang, Toyota Land Cruiser Indonesia (TLCI) 22 Palembang, dan Sriwijaya MC berkolaborasi dalam satu panggung kemanusiaan.
Agenda buka puasa bersama ini menjadi istimewa karena melibatkan 50 anak yatim piatu dari Panti Asuhan Romadhon dan Panti Asuhan Kristen Pondok Tirta sebagai tamu kehormatan.
Kehadiran komunitas lintas hobi dan lintas keyakinan ini menarik perhatian Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru. Bagi orang nomor satu di Sumsel tersebut, apa yang ditunjukkan oleh para rider dan driver hari ini adalah antitesis dari stigma negatif yang sering menempel pada komunitas otomotif. Mereka membuktikan bahwa di balik jaket kulit dan kendaraan yang gagah, terdapat kepedulian sosial yang sangat cair dan inklusif.
Gubernur Herman Deru yang hadir langsung memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif kolaboratif ini. Ia melihat sinergi antara HDCI, TLCI, dan Sriwijaya MC sebagai kekuatan sosial yang efektif untuk membantu sesama, terutama dalam menjaga kerukunan umat beragama di wilayah Sumatera Selatan.
Aksi Sosial Kolaboratif
Dalam sambutannya, Herman Deru menyatakan kebanggaannya terhadap semangat solidaritas yang ditunjukkan para anggota komunitas. Ia menilai bahwa organisasi hobi seperti ini memiliki kapasitas besar untuk menjadi agen perubahan sosial. Kekompakan mereka di jalanan ternyata bisa dikonversi menjadi gerakan moral yang menyentuh lapisan masyarakat yang paling membutuhkan.
“Saya bangga melihat wajah-wajah tangguh para pengendara kita hari ini. Di balik kendaraan yang gagah, tersimpan empati yang luar biasa. Inilah wajah asli Sumatera Selatan yang menjunjung tinggi toleransi. Kita bersatu tanpa memandang perbedaan agama untuk membantu anak-anak yatim kita,” ungkap Herman Deru dengan nada penuh haru.
Gubernur juga menambahkan bahwa aksi nyata seperti ini harus terus dipupuk agar menjadi inspirasi bagi komunitas lain. Menurutnya, membantu anak-anak dari Panti Asuhan Romadhon dan Pondok Tirta secara bersamaan adalah simbol bahwa kemanusiaan berada di atas segala perbedaan.
Solidaritas Lintas Komunitas
Ketua HDCI Palembang, Bro Muhammad AR, yang didampingi Sekjen HDCI Palembang, Bro Tazir, menjelaskan bahwa kegiatan rutin ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi internal sekaligus memberikan manfaat nyata bagi warga Palembang. Ia menegaskan bahwa filosofi persaudaraan yang mereka anut adalah persaudaraan tanpa batas yang menyentuh sisi kemanusiaan.
Bagi HDCI, kolaborasi dengan TLCI 22 dan Sriwijaya MC sore itu adalah cara untuk menunjukkan bahwa hobi otomotif bisa menjadi jembatan kebahagiaan bagi orang lain. Muhammad AR menekankan bahwa nilai seorang anggota komunitas bukan diukur dari harga kendaraannya, melainkan dari seberapa besar kontribusi sosial yang bisa mereka berikan kepada lingkungan sekitar.
Pesan senada juga datang dari keluarga besar TLCI 22 Palembang. Ketua TLCI 22 Palembang, Heri Walet, melalui perwakilannya Bro Jaya, menyatakan bahwa kendaraan tangguh mereka bukan hanya alat transportasi untuk menjelajah medan berat, melainkan juga sarana transportasi kemanusiaan. Sinergi lintas hobi ini membuktikan bahwa niat tulus akan menghasilkan dampak sosial yang jauh lebih luas dan dirasakan langsung oleh masyarakat.

Santunan Anak Yatim
Suasana haru menyelimuti lokasi saat prosesi penyerahan santunan berlangsung. Gubernur Herman Deru didampingi pimpinan tiga komunitas tersebut menyerahkan langsung bantuan dan bingkisan kepada 50 anak yatim. Kehangatan ini menjadi puncak dari rangkaian acara yang berlangsung tertib dan penuh keakraban, tepat sebelum kumandang azan Maghrib menandai waktu berbuka puasa.
Bagi Sriwijaya MC yang juga tergabung dalam aksi ini, momen kebersamaan dengan anak panti asuhan adalah pengingat bagi setiap anggota untuk tetap rendah hati meskipun berada di atas kendaraan yang mewah. Pemberian bingkisan secara spontan dari anggota komunitas lainnya menambah kesan bahwa acara ini memang lahir dari inisiatif tulus para anggotanya.
Melalui acara ini, Liberica Cafe tidak hanya menjadi tempat berbuka puasa, tetapi menjadi saksi bahwa komunitas otomotif Sumatera Selatan mampu menjaga harmoni dan solidaritas. Mereka membuktikan bahwa hobi dan kepedulian sosial bisa melaju di jalur yang sama demi kemajuan masyarakat Sumatera Selatan.
(suherman)
nusaly.com di WhatsApp
Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.





