Scroll untuk baca artikel
MARHABAN YA RAMADAN LANGKAH EMAS RAIH KEMENANGAN
MEMUAT... 00:00:00
-- Ramadan 1447 H Memuat Tanggal...
Puasa Hari Ke- --

Banner Pemprov Sumsel Ramadhan 1447 H

Banner Ramdan Pemkab OKU Selatan
Laporan Utama

Firdaus Hasbullah: Alex Noerdin Adalah Arsitek Keberanian Sumsel

×

Firdaus Hasbullah: Alex Noerdin Adalah Arsitek Keberanian Sumsel

Sebarkan artikel ini
Firdaus Hasbullah: Alex Noerdin Adalah Arsitek Keberanian Sumsel
Bagi Wakil Ketua DPRD Kabupaten PALI, Firdaus Hasbullah, Alex Noerdin adalah sosok pengayom yang meninggalkan jejak nyata dalam setiap denyut nadi rakyat yang pernah dipimpinnya. Dok. Nusaly.com

Kepergian Alex Noerdin meninggalkan ruang hampa dalam memori kolektif Sumatera Selatan. Di mata Wakil Ketua DPRD PALI, Firdaus Hasbullah, mendiang bukan sekadar gubernur, melainkan pemimpin yang sanggup mengubah skeptisisme menjadi kebanggaan melalui sekolah gratis hingga kemegahan Jakabaring.

PALI, NUSALY – Suasana batin Sumatera Selatan hari ini bukan sekadar tentang kehilangan seorang mantan birokrat tertinggi. Kepergian Ir. H. Alex Noerdin adalah berhentinya detak visi yang selama satu dekade, 2008–2018, memaksa daerah ini untuk berhenti merasa kerdil di hadapan panggung nasional dan dunia.

Bagi Wakil Ketua DPRD Kabupaten PALI, Firdaus Hasbullah, Alex Noerdin adalah sosok pengayom yang meninggalkan jejak nyata dalam setiap denyut nadi rakyat yang pernah dipimpinnya. Firdaus melihat Alex bukan sebagai pemimpin yang bermain aman di balik meja, melainkan sosok yang sanggup menghidupkan harapan justru di saat banyak pihak meragukannya.

“Haji Alex Noerdin tak cuma sekadar nama dalam sejarah pemerintahan. Beliau adalah bagian dari sejarah panjang tentang keberanian mengambil keputusan besar. Beliau mengajarkan kami bahwa Sumsel bisa berdiri tegak, tak hanya di tingkat nasional, melainkan mendunia,” ujar Firdaus dengan nada bicara lirih, Kamis (26/2/2026).

Melawan Arus

Ingatan Firdaus melompat jauh ke masa awal program sekolah dan berobat gratis digulirkan. Kala itu, banyak pengamat dan politisi yang memandang sinis, menyebutnya sebagai angan-angan yang akan menjebol anggaran daerah. Namun bagi Alex, pembangunan manusia tidak bisa ditunda hanya karena hitungan matematika fiskal yang kaku.

Pendidikan serta kesehatan bukan sekadar baris-baris angka dalam APBD, melainkan martabat. Bagi ribuan anak yang akhirnya bisa memakai seragam sekolah tanpa beban biaya, kebijakan itu adalah harapan yang dihidupkan kembali. Begitu pula bagi keluarga sederhana yang kini bisa masuk rumah sakit tanpa rasa takut akan tagihan yang mencekik.

Baca juga  Meredupnya Mesin Birokrasi di Bawah Bayang-bayang Panggung Personal Pemimpin Sumatera Selatan

“Ketika program itu jalan, banyak yang ragu. Namun bagi orang kecil, itu bukan sekadar program, itu harapan yang nyata. Almarhum memilih untuk bergerak di saat yang lain diam karena takut mengambil risiko,” lanjut Firdaus. Keberanian inilah yang kemudian menjadi pionir dan diikuti banyak daerah lain di Indonesia.

Menakluk Rawa

Jejak Alex yang paling kasat mata adalah transformasi kawasan Jakabaring. Kawasan yang dahulu merupakan rawa sunyi di pinggiran Palembang, disulap menjadi kompleks olahraga kelas dunia yang kini dikenal sebagai Jakabaring Sport City.

Firdaus melihat Jakabaring bukan hanya soal tumpukan beton stadion. Lebih dari itu, kawasan tersebut adalah simbol kepercayaan diri daerah yang berhasil dipantik oleh Alex. Melalui Jakabaring, Sumatera Selatan membuktikan bahwa daerah di luar Jawa mampu menjadi tuan rumah ajang olahraga internasional sekelas SEA Games hingga Asian Games.

“Itu bukan kebetulan, itu adalah visi. Dari tempat inilah Sumatera Selatan berdiri sejajar di panggung dunia. Nama Palembang menggema karena ada tangan dingin yang berani mengeksekusi mimpi besar,” tegas Firdaus. Ia mengenang bagaimana Alex selalu menekankan bahwa Sumsel tidak boleh hanya menjadi penonton dalam panggung kemajuan nasional.

Warisan Abadi

Kini perjalanan panjang sang penanam mimpi itu telah sampai di ujungnya. Namun, bagi Firdaus Hasbullah dan masyarakat Sumatera Selatan, yang tersisa bukan hanya kenangan emosional, melainkan dampak nyata yang terus mengalir hingga hari ini.

Warisan itu hidup dalam ijazah para siswa yang lulus berkat biaya sekolah yang ditanggung negara. Ia hidup dalam napas para pasien yang mendapatkan layanan kesehatan cuma-cuma, serta tumbuh dalam kebanggaan generasi muda yang melihat stadion megah di tanah kelahiran mereka sendiri.

Baca juga  Tiga Preman Pemalak Sopir Truk di OKI Ditangkap, Satu Masih Buron

Firdaus menyadari bahwa meneladani Alex Noerdin bukan berarti menduplikasi langkahnya secara mentah, melainkan mewarisi keberaniannya untuk terus berinovasi demi kepentingan publik. Baginya, Alex telah memberikan standar baru tentang bagaimana seorang pemimpin seharusnya bekerja untuk rakyatnya.

“Selamat jalan, Haji Alex Noerdin. Terima kasih atas jejak, atas mimpi, dan keberanian untuk membangun. Sumatera Selatan mungkin sedang berduka, namun semangat perjuanganmu akan terus berjalan dalam ingatan kami,” pungkas Firdaus.

(dhi)

nusaly.com di WhatsApp

Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.