Scroll untuk baca artikel
MARHABAN YA RAMADAN LANGKAH EMAS RAIH KEMENANGAN
MEMUAT... 00:00:00
-- Ramadan 1447 H Memuat Tanggal...
Puasa Hari Ke- --

Banner Pemprov Sumsel Ramadhan 1447 H

Banner Ramadan Pemkab MUBA

Banner Ramadan DPRD OKI

Banner Ramadan Perumda Tirta Ogan

Banner Ramadan Pemkab OKU Selatan
Sumsel Maju Terus untuk Semua

Herman Deru Siapkan Mental Generasi Emas melalui Penguatan Jiwa Berbagi

×

Herman Deru Siapkan Mental Generasi Emas melalui Penguatan Jiwa Berbagi

Sebarkan artikel ini
Herman Deru Siapkan Mental Generasi Emas melalui Penguatan Jiwa Berbagi
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru hadir di tengah anak yatim dan dhuafa dalam gelaran Yatim Fest 2026 di Rambang Semesta Ballroom, Palembang, Minggu (8/3/2026). Dok. BHP. Pemprov Sumsel

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menekankan pentingnya kesehatan mental dan kecerdasan spiritual bagi anak yatim penghafal Al-Qur’an. Persiapan menghadapi bonus demografi 2045 tidak cukup hanya dengan prestasi akademik, tetapi harus dibekali karakter yang gemar memberi.

PALEMBANG, NUSALY – Di balik riuh tepuk tangan 1.200 anak yatim dan dhuafa yang memadati Rambang Semesta Ballroom, Palembang, Minggu (8/3/2026), tersimpan sebuah kecemasan sekaligus harapan besar tentang masa depan bangsa.

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru hadir di tengah mereka dalam gelaran Yatim Fest 2026 bukan sekadar untuk menyerahkan bantuan simbolis.

Lebih dari itu, ia datang membawa misi penguatan karakter bagi generasi yang diproyeksikan akan memegang kendali Indonesia saat puncak bonus demografi tiba dua dekade mendatang.

Bagi Herman Deru, anak-anak yatim penghafal Al-Qur’an ini adalah aset strategis daerah yang harus dijaga kualitas tumbuh kembangnya.

Di saat dunia digital mengepung pikiran generasi muda dengan individualisme, sang Gubernur justru menitipkan pesan tentang pentingnya “membesarkan alam pikir” melalui semangat berbagi.

Ia meyakini bahwa kepintaran otak tanpa kekosongan jiwa hanya akan melahirkan generasi yang rapuh di tengah persaingan global yang kian keras.

Bonus Demografi

Fokus utama yang diangkat Herman Deru dalam sambutannya adalah realitas demografi Indonesia pada tahun 2045.

Sekitar 20 tahun ke depan, Indonesia diprediksi akan memiliki 67 persen penduduk usia produktif. Sumatera Selatan, sebagai salah satu provinsi dengan pertumbuhan penduduk yang stabil, memegang peranan kunci dalam menyumbang kualitas angkatan kerja tersebut.

Namun, angkatan kerja yang besar tanpa mentalitas yang tangguh hanya akan menjadi beban negara, bukan mesin penggerak.

Gubernur mengingatkan bahwa tugas pemerintah dan para pengasuh saat ini bukan sekadar memberi makan dan tempat tinggal, melainkan mempersiapkan “jiwa” anak-anak tersebut.

“Anak-anakku, persiapkan diri kalian bukan hanya dari segi kecerdasan dan fisik semata, tapi yang terpenting adalah kesehatan mental dan jiwa,” tegas Herman Deru.

Pesan ini menjadi antitesis dari tren pendidikan saat ini yang sering kali hanya memuja nilai akademik namun abai pada resiliensi mental anak.

Kecerdasan Spiritual

Herman Deru memberikan penekanan khusus pada diksi “alam pikir dan jiwa”. Menurutnya, banyak individu pintar yang gagal memberikan kontribusi nyata karena memiliki jiwa yang kosong dan egois.

Dengan tema “Dari Luka Menjadi Pembawa Cahaya”, Yatim Fest 2026 menjadi momentum bagi sang Gubernur untuk menanamkan doktrin bahwa status sebagai anak yatim bukanlah penghalang untuk menjadi pemberi manfaat bagi orang lain.

“Besarkan alam pikir dan jiwa kalian dengan semangat berbagi,” tambah Deru. Ajakan ini merupakan upaya membangun kecerdasan spiritual sejak dini.

Dengan membiasakan anak untuk gemar memberi, meskipun dalam keterbatasan, mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang memiliki empati tinggi dan tidak mudah menyerah pada keadaan.

Bagi Herman Deru, karakter inilah yang akan membedakan pemimpin masa depan dengan sekadar pekerja profesional biasa.

Ekosistem Relawan

Keberhasilan acara yang sudah memasuki pelaksanaan ke-6 di Palembang ini tidak lepas dari ekosistem relawan dan donatur yang digerakkan oleh Yayasan Abulyatama Indonesia.

Ketua Pelaksana Robi Sahbar melaporkan adanya keterlibatan sekitar 160 relawan yang bekerja tanpa pamrih. Hal ini selaras dengan visi Herman Deru tentang kolaborasi lintas sektor dalam menangani isu sosial di Sumatera Selatan.

Gubernur memberikan apresiasi tinggi kepada para pengasuh dan keluarga yang bersedia mencurahkan perhatiannya kepada anak-anak yatim dhuafa penghafal Al-Qur’an tersebut.

Kehadiran Anggota DPD RI, Ratu Tenny Leriva (Leriva HD), di sisi Gubernur juga mempertegas dukungan legislatif dalam memastikan kebijakan perlindungan anak dan penguatan pendidikan karakter di Sumatera Selatan tetap menjadi prioritas dalam anggaran daerah maupun nasional.

Ketahanan Sosial

Secara sosiologis, kegiatan Yatim Fest ini merupakan bagian dari penguatan ketahanan sosial di Sumatera Selatan.

Herman Deru menyadari bahwa anak-anak yang memiliki dasar agama yang kuat (penghafal Al-Qur’an) dan dibekali semangat berbagi akan menjadi tameng alami terhadap ancaman penyakit sosial seperti narkoba dan kriminalitas remaja.

Dengan memberikan perhatian nyata dan panggung apresiasi seperti ini, pemerintah daerah sedang berinvestasi pada stabilitas keamanan jangka panjang.

Pemberian bantuan secara simbolis di akhir acara merupakan bentuk kehadiran fisik pemerintah dan donatur dalam kehidupan mereka.

Namun, bagi Herman Deru, bantuan tersebut hanyalah sarana penunjang. Target utamanya adalah memastikan 1.200 anak yang hadir hari itu pulang dengan kepala tegak, membawa keyakinan bahwa mereka adalah calon pemimpin masa depan yang memiliki jiwa yang besar.

Inilah cara Herman Deru menjahit kepedulian sosial menjadi strategi besar pembangunan SDM di Sumatera Selatan. (desta)

nusaly.com di WhatsApp

Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

error: Content is protected !!