Bupati Toha Tohet dan jajaran legislatif bedah rencana kerja masa depan guna kunci kesejahteraan warga di Bumi Serasan Sekate.
SEKAYU, NUSALY – Bau aspal dan urusan perut warga Musi Banyuasin (Muba) untuk tahun 2027 mulai digodok di atas meja birokrasi. Senin (6/4/2026), Auditorium Pemerintah Kabupaten Muba mendadak riuh dengan agenda Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).
Bukan sekadar kumpul rutin, kehadiran tokoh kunci seperti Indra Kesumajaya dari DPRD Muba hingga Abusari dari DPRD Provinsi Sumsel menjadi sinyal kuat bahwa setiap rupiah dalam anggaran nanti harus benar-benar “berbunyi” untuk rakyat.
Bupati Muba H. M. Toha, SH, tidak ingin forum ini hanya jadi mesin stempel program. Ia menuntut transparansi total agar rencana kerja tiga tahun ke depan tidak melenceng dari napas pembangunan pusat dan provinsi. Di sinilah peran DPRD menjadi vital: sebagai pengawal agar aspirasi dari lorong-lorong desa tidak tercecer di tengah jalan.
Menyisir Lubang Perencanaan
Toha Tohet menegaskan, Musrenbang adalah filter paling krusial. Tanpa sinkronisasi yang matang antara eksekutif dan legislatif, pembangunan berkelanjutan hanya akan jadi slogan kosong. Fokusnya jelas, yakni bagaimana meningkatkan taraf hidup masyarakat tanpa harus terjebak dalam skema anggaran yang boros dan tidak efektif.
“Kita susun rencana yang partisipatif. Aspirasi masyarakat harus nyambung dengan kebijakan pusat. Sinergi dengan DPRD itu harga mati, jangan sampai kita jalan sendiri-sendiri,” tegas Toha Tohet dengan nada bicara yang lugas.
DPRD Muba pun tidak tinggal diam. Para wakil rakyat ini memberikan catatan tebal agar setiap usulan program yang lahir dari rahim Musrenbang ini punya dampak instan bagi ekonomi akar rumput. Mereka berjanji akan mengawal draf RKPD ini hingga ke meja pembahasan anggaran, memastikan tidak ada proyek “siluman” yang menyelinap masuk.
Ketuk Palu Aspirasi
Dukungan dari barisan legislatif yang hadir pun mengalir deras. Mereka berharap Musrenbang 2027 mampu melahirkan terobosan, bukan cuma fotokopi dari program tahun-tahun sebelumnya. Sinergi lintas sektor di Auditorium Pemkab Muba hari ini seolah mengirim pesan: Muba siap tancap gas dengan pengawasan ketat dari para pemegang mandat rakyat.
Dokumen RKPD yang tengah disusun ini bakal jadi kitab suci pembangunan Muba di masa depan. Dengan kawalan ketat dari gedung parlemen, harapan warga untuk melihat perubahan nyata di tingkat tapak kini punya sandaran hukum yang lebih solid. (heri)
nusaly.com di WhatsApp
Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.





