Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal mengapresiasi langkah Sekber Wartawan Indonesia (SWI) yang menggelar hajat besar di level desa sebagai bentuk nyata dukungan pers terhadap pembangunan dari pinggiran.
JAKARTA, NUSALY – Sinergi antara insan pers dan pembangunan desa semakin diperkuat menjelang perhelatan akbar Sekretariat Bersama Wartawan Indonesia (SWI). Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Wamendes PDT) Ahmad Riza Patria secara resmi menyatakan dukungannya terhadap penyelenggaraan Musyawarah Nasional (Munas) SWI dan Hari Kebebasan Pers Sedunia (HKPS) 2026 yang akan dipusatkan di Desa Banyuanyar, Boyolali, Jawa Tengah.
Dukungan tersebut disampaikan langsung oleh Ahmad Riza Patria saat menerima audiensi panitia pusat Munas SWI di kantor Kemendes PDT, Jakarta, Sabtu (25/4/2026). Baginya, pilihan SWI untuk menggelar agenda nasional di wilayah perdesaan merupakan langkah progresif yang selaras dengan visi pemerintah pusat dalam memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi lokal.
“Pers adalah mitra strategis pembangunan desa. Saya mengapresiasi SWI yang memilih desa sebagai lokasi Munas. Ini sejalan dengan semangat membangun Indonesia dari pinggiran,” tegas Ahmad Riza Patria. Ia memastikan kementeriannya siap berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait demi menjamin kelancaran acara yang dijadwalkan berlangsung pada 18-21 Mei mendatang tersebut.
Mendekatkan Pers ke Akar Rumput
Ketua Panitia Munas, Supiyat Nasir, menjelaskan bahwa pemilihan Desa Banyuanyar di Boyolali sebagai tuan rumah merupakan keputusan yang disengaja untuk mengangkat potensi lokal ke level nasional. Dengan tema “Pers Mengabdi Untuk Negeri”, SWI ingin menunjukkan bahwa profesionalisme wartawan tidak hanya diuji di ruang redaksi perkotaan, tetapi juga melalui keberpihakan terhadap isu-isu masyarakat desa.
“Dukungan Kemendes PDT menjadi energi besar. Kami berkomitmen untuk tetap dekat dengan masyarakat desa,” ujar Supiyat. Kehadiran ribuan insan pers dari berbagai penjuru tanah air di Boyolali nanti diharapkan mampu memberikan efek domino bagi promosi potensi wisata dan ekonomi kreatif di Jawa Tengah.
Kebebasan Pers dan Ketahanan Pangan
Pembina SWI, Yudi Irawan, menambahkan bahwa momentum Munas dan HKPS 2026 ini akan menjadi pengingat pentingnya kebebasan pers yang bertanggung jawab dalam mengawal pembangunan. Wartawan dituntut tidak hanya lincah dalam menulis berita, tetapi juga mampu mengawal program-program strategis pemerintah, seperti budidaya ketahanan pangan nasional yang kini menjadi prioritas.
Rangkaian kegiatan di Desa Banyuanyar nantinya akan melibatkan koordinasi lintas sektoral, mulai dari Pemerintah Kabupaten Boyolali hingga Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Dengan keterlibatan aktif warga lokal, hajat besar ini diharapkan menjadi model kolaborasi antara organisasi pers dan masyarakat desa dalam menciptakan kegiatan yang berdampak luas tanpa ekses. (***)
nusaly.com di WhatsApp
Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.




