Rapat persiapan Sensus Ekonomi 2026 di Sekayu menjadi momentum bagi Pemkab Musi Banyuasin untuk memperkuat fondasi pembangunan. Melalui instruksi tegas agar jajaran birokrasi bergerak total, daerah ini ingin memastikan kebijakan pengentasan kemiskinan ke depan berdiri di atas data yang benar-benar riil dari lapangan.
SEKAYU, NUSALY – Langkah besar diambil Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dalam menyongsong Sensus Ekonomi 2026. Alih-alih sekadar menjadikannya agenda statistik rutin, Pemkab Muba justru menempatkan sensus ini sebagai instrumen strategis untuk memotret wajah ekonomi daerah yang sesungguhnya. Sekretaris Daerah Muba, Drs. Syafaruddin MSi, menginstruksikan seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga Camat untuk terjun langsung mengawal proses ini hingga ke pelosok desa.
Instruksi tersebut disampaikan Syafaruddin saat memimpin rapat persiapan di Ruang Rapat Serasan Sekate, Kamis (30/4/2026). Baginya, tanpa data yang valid, arah pembangunan daerah—terutama dalam mengurai benang merah kemiskinan—hanya akan berakhir pada kebijakan yang salah sasaran. “Kita ingin data yang valid, akurat, dan benar-benar mencerminkan kondisi riil di lapangan. Ini pijakan utama untuk merumuskan kebijakan pembangunan Muba ke depan,” tegasnya.
Pentingnya Kesadaran Pelaku Usaha
Sensus Ekonomi 2026 merupakan siklus sepuluh tahunan yang diamanatkan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997. Namun, tantangan kali ini jauh berbeda seiring dengan berkembangnya ekosistem ekonomi digital. Kepala BPS Muba, Trio Wira Dharma, menyebutkan bahwa peran Camat sangat krusial sebagai garda terdepan untuk menyosialisasikan pentingnya sensus kepada para pelaku usaha.
Data yang dihasilkan nantinya tidak hanya terbatas pada pertumbuhan ekonomi makro, tetapi juga mencakup pemetaan struktur usaha, ekonomi digital, hingga ekonomi lingkungan. “Partisipasi aktif pelaku usaha dengan memberikan data jujur adalah kunci. Tanpa sosialisasi yang masif di tingkat bawah, kualitas data tidak akan optimal,” ujar Trio.
Sinergi Demi Kesejahteraan
Sekda Muba menekankan bahwa keberhasilan agenda ini menuntut kerja kolektif yang tak bisa ditawar. Sosialisasi harus dilakukan secara terstruktur agar tidak ada satu pun unit ekonomi yang terlewatkan dalam pendataan. Komitmen untuk bergerak total ini diharapkan mampu melahirkan direktori usaha yang mutakhir sebagai basis perencanaan pembangunan yang lebih inklusif.
Dengan data berkualitas tinggi, Pemkab Muba optimistis setiap program bantuan dan pengembangan ekonomi masyarakat akan mendarat di alamat yang tepat. Kedaulatan data inilah yang kini menjadi prioritas di Bumi Serasan Sekate guna memastikan setiap rupiah pembangunan benar-benar berdampak nyata bagi peningkatan taraf hidup masyarakat. ***
nusaly.com di WhatsApp
Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.





