Scroll untuk baca artikel
Banner Sumsel Maju untuk Semua

Banner Bijak Digital Pemkab MUBA

Eksplanasi

Mengintegrasikan Jembatan Ampera ke Dalam Ruang Publik Melalui Destinasi Wisata Car Free Day

×

Mengintegrasikan Jembatan Ampera ke Dalam Ruang Publik Melalui Destinasi Wisata Car Free Day

Sebarkan artikel ini
Mengintegrasikan Jembatan Ampera ke Dalam Ruang Publik Melalui Destinasi Wisata Car Free Day
Pemkot Palembang proyeksikan CFD di Jembatan Ampera sebagai destinasi wisata unggulan. Dok. DetikSumbagsel

Pemerintah Kota Palembang memproyeksikan kegiatan hari bebas kendaraan bermotor atau car free day sebagai magnet wisata baru yang mengandalkan kemegahan Jembatan Ampera. Di balik antusiasme warga, terselip tantangan besar mengenai manajemen sampah dan penataan ekonomi mikro yang memerlukan konsistensi kebijakan.

PALEMBANG, NUSALY – Pelaksanaan hari bebas kendaraan bermotor atau car free day (CFD) di jantung Kota Palembang kini tidak lagi sekadar menjadi ruang olahraga warga, melainkan sedang dikembangkan menjadi destinasi wisata unggulan baru. Pemerintah Kota Palembang berencana melakukan penataan menyeluruh pasca-dua kali uji coba yang menunjukkan potensi ekonomi dan daya tarik luar biasa bagi wisatawan dari luar Sumatera Selatan.

Plt Kepala Dinas Pariwisata Palembang Isnaini Madani mengungkapkan bahwa lokasi CFD yang membentang dari Jalan Jenderal Sudirman (Pasar Cinde) hingga Flyover Jakabaring memiliki nilai jual tinggi karena melintasi ikon Jembatan Ampera. Berdasarkan pengamatan di lapangan, Bundaran Air Mancur dan Jembatan Ampera menjadi titik sentral keramaian warga.

“Kita melihat antusiasme masyarakat sangat tinggi. Lokasi ini akan kita jadikan destinasi wisata unggulan bagi wisatawan yang berkunjung ke Palembang,” ujar Isnaini, Minggu (3/5/2026).

Dampak Ekonomi dan Tantangan Pola Perilaku

Asumsi Isnaini didorong oleh banyaknya kendaraan pelat nomor luar provinsi yang memadati area parkir, yang menunjukkan bahwa momen berfoto tanpa kendaraan di atas Jembatan Ampera menjadi daya tarik lintas wilayah.

Jika program ini dipermanenkan, roda ekonomi di sektor perhotelan, restoran, hingga pelaku UMKM diprediksi akan bergerak lebih cepat.

Pemerintah kota kini tengah menyiapkan skema pengaturan zona kuliner di beberapa titik strategis, seperti Bundaran Air Mancur, Jalan Letkol Iskandar, dan Jalan YP Rustam Effendi. Namun, Isnaini memberikan catatan kritis pada rendahnya kesadaran lingkungan.

“Masih ada warga yang membuang sampah sembarangan. Ini menjadi perhatian khusus jika ingin menjadi destinasi wisata unggulan yang nyaman,” tegasnya.

Manajemen Arus dan Evaluasi Infrastruktur

Keberhasilan menjadikan CFD sebagai destinasi wisata sangat bergantung pada kelancaran aksesibilitas di sekitarnya. Kepala Dinas Perhubungan Kota Palembang Agus Supriyanto menyebutkan bahwa pada uji coba kedua ini, pihaknya mengerahkan 100 personel untuk meminimalisir kepadatan di titik-titik krusial seperti Jembatan Musi IV dan Musi VI.

“Kami fokus pada pengaturan arus agar volume kendaraan tetap terurai dengan baik. Uji coba kedua ini menunjukkan peningkatan kunjungan yang signifikan dibandingkan sebelumnya,” kata Agus.

Sinergi juga ditunjukkan oleh Ditlantas Polda Sumsel yang memastikan kondisi lalu lintas tetap terkendali melalui penempatan personel secara dinamis.

Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Sumsel AKBP Farida menyatakan bahwa pengalihan arus di kawasan jembatan-jembatan pendukung berjalan aman berkat koordinasi lintas sektoral.

Langkah Pemkot Palembang ini menjadi ujian bagi efektivitas ruang publik di kota besar. Tanpa pengelolaan sampah yang ketat dan penataan UMKM yang tertib, potensi Jembatan Ampera sebagai destinasi wisata bebas kendaraan berisiko hanya menjadi kerumunan massa tanpa nilai tambah pariwisata yang berkelanjutan. (desta)

nusaly.com di WhatsApp

Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.