Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Pemkab Muba) menempatkan institusi pesantren sebagai mitra strategis dalam menjaga integritas generasi muda di tengah disrupsi teknologi. Di usia ke-23, Pondok Pesantren Sirojul Ulum menjadi bukti konsistensi daerah dalam melahirkan sumber daya manusia yang berkarakter.
SUNGAI LILIN, NUSALY – Keberlanjutan pendidikan karakter di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) kini dihadapkan pada tantangan besar berupa arus informasi digital yang sulit terbendung. Menanggapi fenomena tersebut, Pemerintah Kabupaten Muba terus mendorong penguatan literasi Al-Qur’an sebagai kompas moral bagi generasi muda agar mampu menyaring dampak negatif teknologi.
Langkah nyata ini terlihat saat Wakil Bupati Muba, Kyai Abdur Rohman Husen, menghadiri peringatan HUT ke-23 sekaligus khataman Al-Qur’an di Pondok Pesantren Sirojul Ulum, Desa Pinang Banjar, Minggu (3/5/2026). Dalam momentum tersebut, sebanyak 67 santri diwisuda setelah menyelesaikan tahapan pembelajaran membaca dan menghafal kitab suci.
Investasi Etika di Era Disrupsi
Bagi Pemkab Muba, eksistensi pesantren seperti Sirojul Ulum selama lebih dari dua dekade bukan sekadar pencapaian administratif, melainkan investasi jangka panjang pada aspek etika masyarakat. Abdur Rohman Husen menekankan bahwa peringatan ulang tahun ini merupakan ruang refleksi kolektif atas perjalanan panjang mencetak generasi berilmu.
“Di tengah pesatnya teknologi, peran pesantren sangat krusial dalam menjaga nilai-nilai keislaman. Kita membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki keteguhan iman dan akhlak,” ujar Abdur Rohman.
Ia juga menambahkan bahwa peringatan haul para pendiri pesantren menjadi pengingat pentingnya menghormati jasa ulama yang telah meletakkan fondasi dakwah dan pendidikan di Bumi Serasan Sekate.
Sinergi Pemerintah dan Institusi Keagamaan
Kehadiran pimpinan daerah, termasuk Anggota DPRD Muba Supriasihatin dan Camat Sungai Lilin Drs Yuliarto, mempertegas pengakuan pemerintah terhadap kontribusi pesantren dalam pembangunan daerah. Pemkab Muba menilai bahwa kualitas sumber daya manusia yang unggul harus bermula dari akar pendidikan yang kuat.
Pengasuh Pondok Pesantren Sirojul Ulum, KH Mufron Al-Mujtaba Al-Hafizh, mengapresiasi perhatian pemerintah daerah yang dinilai memberikan suntikan semangat bagi dunia pendidikan keagamaan. Ia pun mengingatkan para santri bahwa wisuda ini hanyalah permulaan untuk menghadapi tantangan zaman yang kian dinamis.
Melalui dukungan berkelanjutan terhadap institusi seperti Sirojul Ulum, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin berupaya memastikan bahwa akselerasi digital di daerah tetap berjalan beriringan dengan penguatan karakter religius masyarakatnya. ***
nusaly.com di WhatsApp
Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.





