Scroll untuk baca artikel
Banner Sumsel Maju untuk Semua

Banner Bijak Digital Pemkab MUBA

Laporan Utama

Kematian dr Myta Picu Rencana Pembekuan RSUD Daud Arif

×

Kematian dr Myta Picu Rencana Pembekuan RSUD Daud Arif

Sebarkan artikel ini
Kematian dr Myta Picu Rencana Pembekuan RSUD Daud Arif
Kematian dr Myta di RSUD KH Daud Arif berbuntut panjang. Kemenkes investigasi beban kerja dokter internship dan buka opsi pembekuan wahana rumah sakit. Dok. Facebook

Kementerian Kesehatan menyelidiki dugaan kelelahan kerja yang merenggut nyawa dr Myta Aprilia Azmy, dokter internship di RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal. Investigasi ini membuka peluang sanksi berat berupa pembekuan wahana kedokteran jika rumah sakit terbukti abai memantau kondisi fisik dan jam kerja para dokter muda di sana.

JAMBI, NUSALY – Wafatnya dr Myta Aprilia Azmy saat menjalani masa bakti di RSUD KH Daud Arif, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, tidak hanya menyisakan duka bagi dunia medis.

Kasus ini kini berujung pada ancaman sanksi pembekuan izin rumah sakit sebagai tempat pendidikan dokter oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Dugaan kuat mengarah pada kondisi kelelahan hebat atau burnout akibat beban kerja yang tidak proporsional. Tim Kemenkes bergerak cepat melakukan investigasi untuk membedah sistem kerja di fasilitas kesehatan tersebut guna memastikan perlindungan bagi dokter muda lainnya.

Sanksi Tegas Menanti

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menyatakan pihaknya tengah menyisir setiap potensi pelanggaran standar pelayanan. Jika terbukti ada unsur kelalaian dari manajemen rumah sakit, sanksi administratif tidak dapat dihindari.

“Kemenkes dapat menjatuhkan sanksi, termasuk pembekuan sementara terhadap wahana internship maupun fasilitas kesehatan terkait,” kata Aji, Senin (4/5/2026). Pembekuan ini hanya akan dicabut jika pihak RSUD menjalankan seluruh rekomendasi perbaikan sistem kerja secara total.

Audit Rekam Medis dan Jam Kerja

Investigasi yang sedang berlangsung mencakup pemeriksaan rekam medis, riwayat kesehatan korban, hingga pengumpulan testimoni dari sejawat dan pendamping dokter internship.

Fokus utamanya adalah memverifikasi kaitan antara aktivitas pelayanan sehari-hari dengan kondisi kesehatan dr Myta sebelum wafat.

Meskipun terdapat isu adanya penyakit penyerta, Kemenkes menegaskan bahwa proses verifikasi masih berjalan.

Hasil akhir investigasi akan menjadi tolok ukur nasional untuk merombak mekanisme skrining kesehatan dan perlindungan bagi seluruh dokter muda yang tersebar di berbagai pelosok Indonesia.

Pengawasan Diperketat

Di sisi lain, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Jambi telah merampungkan pengumpulan data lapangan bersama tim pusat pada Selasa (5/5/2026). Sambil menunggu hasil final dari Jakarta, IDI mulai bergerak melakukan pembersihan internal pada sistem pengawasan di daerah.

Ketua IDI Jambi, dr Zuhdi Darma, menginstruksikan seluruh jajarannya untuk memantau ketat jam kerja dan kondisi fisik peserta internship di setiap fasilitas kesehatan.

IDI ingin memastikan tidak ada lagi tenaga medis yang dipaksa bekerja melampaui batas kemampuan fisiknya hanya demi mengejar cakupan layanan pasien.

Kasus dr Myta menjadi pengingat bagi otoritas kesehatan bahwa jam kerja yang tidak manusiawi adalah ancaman nyata bagi keselamatan tenaga medis.

RSUD Daud Arif kini berada di bawah sorotan tajam: apakah mereka akan berbenah, atau kehilangan statusnya sebagai tempat pengabdian bagi para dokter muda. (Jum Radit)

nusaly.com di WhatsApp

Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.