Scroll untuk baca artikel
Banner Sumsel Maju untuk Semua

Banner Bijak Digital Pemkab MUBA

Uncategorized

Lambaian Doa dan Isak Bahagia Melepas Tamu Allah di Bumi Sebimbing Sekundang

×

Lambaian Doa dan Isak Bahagia Melepas Tamu Allah di Bumi Sebimbing Sekundang

Sebarkan artikel ini
Lambaian Doa dan Isak Bahagia Melepas Tamu Allah di Bumi Sebimbing Sekundang
Wakil Bupati OKU Marjito Bahri resmi melepas 225 jemaah haji Kloter 11 asal Baturaja. Dok. Ist

Di bawah sorot lampu pelataran Masjid Agung Islamic Center Baturaja, iring-iringan bus pembawa jemaah haji asal Ogan Komering Ulu perlahan membelah keheningan malam, membawa serta ribuan doa dan harapan menjadi haji mabrur.

BATURAJA, NUSALY – Malam di Baturaja Timur, Kamis (7/5/2026), tidak seperti biasanya. Pelataran Masjid Agung Islamic Center berubah menjadi titik temu antara haru dan rasa syukur.

Sebanyak 225 calon jemaah haji Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) resmi dilepas dalam sebuah seremoni yang sarat makna spiritual sebelum mereka bertolak menuju Asrama Haji Palembang.

Momen puncak terjadi saat Wakil Bupati OKU, Marjito Bahri, bersama unsur Forkopimda berdiri di depan rombongan bus. Dengan mantap, Marjito mengibarkan bendera kotak-kotak hijau-putih, menandai dimulainya perjalanan panjang Kloter 11 menuju baitullah.

Di balik kaca bus, tampak wajah-wajah jemaah yang berseri, sebagian menyeka air mata, sembari melambaikan tangan kepada sanak saudara yang memadati area jalan lintas Sumatera.

Pesan Ketahanan di Tengah Cuaca Ekstrem

Dalam balutan busana putih yang mendominasi, para jemaah menyimak arahan terakhir dengan khidmat. Marjito Bahri dalam sambutannya menitipkan pesan yang sangat krusial: menjaga fisik.

Tantangan haji tahun 1447 H ini bukan sekadar urusan rukun ibadah, melainkan juga ketahanan tubuh menghadapi cuaca panas di Mekkah yang diprediksi mencapai puncaknya.

“Jaga kesehatan adalah prioritas. Jangan sampai semangat beribadah membuat kita abai pada kondisi tubuh sendiri. Ikuti arahan petugas medis dan pendamping agar seluruh rangkaian ibadah bisa dituntaskan dengan sempurna,” pesan Marjito.

Ia juga mengingatkan bahwa jemaah adalah duta bangsa yang membawa nama baik daerah di mata dunia internasional.

Logistik dan Pengawalan Ketat

Rombongan besar ini diberangkatkan dengan manajemen logistik yang cukup rapi. Sebanyak tujuh unit bus utama memfasilitasi 97 jemaah laki-laki dan 128 jemaah perempuan. Sementara itu, dua truk besar disiapkan khusus untuk mengangkut barang bawaan jemaah agar mobilitas di dalam bus tetap nyaman.

Aspek keselamatan di jalur lintas tidak luput dari perhatian. Lima personel Patwal Satlantas Polres OKU memimpin di barisan paling depan, memastikan iring-iringan menembus kegelapan malam menuju Palembang tanpa hambatan.

Di barisan belakang, satu unit ambulans dengan enam petugas medis dari Dinas Kesehatan disiagakan untuk memberikan pertolongan pertama jika ada jemaah yang mengalami gangguan kesehatan di tengah perjalanan.

Simbol Keberangkatan yang Kondusif

Kegiatan pelepasan yang berlangsung hingga pukul 21.40 WIB ini turut dihadiri oleh Ketua PN Baturaja Elvin Adrian, Kakan Kemenag OKU Muhammad Ali, serta tokoh-tokoh ulama dari MUI dan PCNU. Kehadiran para tokoh ini memberikan penguatan moral bagi para jemaah yang sebagian besar baru pertama kali menempuh perjalanan lintas benua.

Saat bus terakhir meninggalkan gerbang Islamic Center, suasana haru masih tertinggal di pelataran masjid.

Bagi masyarakat OKU, momen pelepasan haji adalah peristiwa komunal yang menyatukan doa warga untuk keselamatan kerabat mereka. Fokus kini beralih pada kesiapan di embarkasi Palembang, sebelum akhirnya sayap pesawat membawa mereka menuju tanah impian setiap muslim. (Jum Radit)

nusaly.com di WhatsApp

Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.