Scroll untuk baca artikel
Banner Sumsel Maju untuk Semua

Banner Bijak Digital Pemkab MUBA

MotoGP

Tantangan Ruang dan Waktu Veda Ega Pratama di Catalunya

×

Tantangan Ruang dan Waktu Veda Ega Pratama di Catalunya

Sebarkan artikel ini
Tantangan Ruang dan Waktu Veda Ega Pratama di Catalunya
Veda Ega Pratama harus puas start dari posisi ke-21 di Moto3 Catalunya 2026 setelah terhadang sengitnya persaingan Q1. Dok. Honda Team Asia

Pebalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, harus menerima kenyataan pahit memulai balapan Moto3 Catalunya 2026 dari barisan belakang. Di tengah grafik performa yang merangkak naik, kepadatan lalu lintas lintasan menjadi tembok penghalang di sesi kualifikasi.

BARCELONA, NUSALY – Sirkuit Catalunya kembali menguji ketahanan mental dan kecerdikan strategi para pebalap muda dalam sesi kualifikasi Moto3 seri keenam, Sabtu (16/5/2026).

Bagi pebalap asuhan Honda Team Asia, Veda Ega Pratama, akhir pekan di Barcelona kali ini berjalan penuh liku.

Kegagalan menembus babak Kualifikasi 2 (Q2) memaksa pebalap asal Gunungkidul tersebut harus puas mengamankan posisi start ke-21 untuk balapan utama yang digelar esok hari.

Lanskap persaingan di kelas Moto3 selalu menyajikan margin waktu yang sangat ketat, di mana manajemen ruang di atas lintasan sering kali jauh lebih menentukan ketimbang sekadar kecepatan murni.

Realitas tersebut dirasakan langsung oleh kubu Honda Team Asia, yang juga harus melihat rekan setim Veda, Zen Mitani, terpuruk di peringkat ke-10 pada sesi Kualifikasi 1 (Q1) dan akan memulai balapan dari posisi start ke-24.

Hambatan Kepadatan

Perjuangan berat Veda sebetulnya sudah terpotret sejak sesi latihan bebas pada hari Jumat. Sepanjang sesi FP1, pebalap bernomor motor 9 ini sempat mengeluhkan kendala kepercayaan diri untuk memacu motornya hingga batas maksimal.

Kendati demikian, evaluasi taktis bersama tim mekanik secara bertahap membuahkan hasil positif pada sesi latihan sore, di mana Veda merasakan sensasi berkendara yang jauh lebih kompetitif.

Sayangnya, momentum kebangkitan tersebut terganjal oleh problem klasik kelas ringan: kepadatan lalu lintas (traffic) di lintasan.

Pada menit-menit krusial saat semua pebalap melakukan serangan waktu (time attack) di akhir sesi latihan Jumat, Veda terjebak di tengah kerumunan pebalap yang melambat demi mencari posisi angin (towing).

Akibatnya, ia gagal mencatatkan putaran yang bersih dan harus rela merangkak melalui jalur kualifikasi pertama pada Sabtu pagi.

Peta Kekuatan

Memasuki sesi Q1 yang berdurasi 15 menit, strategi awal Veda sebenarnya berjalan cukup mulus. Pada sepuluh menit pertama, pebalap Indonesia ini mampu menembus batas aman empat besar yang menjadi syarat mutlak untuk lolos ke babak perebutan posisi start terdepan.

Veda sempat menempati posisi keempat dengan catatan waktu yang terus menajam.

Namun, dinamika Moto3 selalu berubah drastis di lima menit terakhir sesi. Saat para pebalap keluar dari garasi dengan ban baru untuk melakukan putaran pamungkas, timesheet kualifikasi langsung bergejolak.

Guido Pini melesat memimpin rombongan kelolosan dengan catatan waktu 1 menit 47,285 detik, diikuti oleh Alvaro Carpe, David Munoz, dan Casey O’Gorman di posisi empat besar.

Veda yang berusaha mempertajam catatan waktunya akhirnya tertahan di peringkat ketujuh dengan torehan terbaik 1 menit 47,636 detik.

Selisih yang hanya terpaut 0,052 detik dari batas akhir zona kelolosan milik O’Gorman menjadi bukti betapa brutalnya persaingan di sirkuit sepanjang 4,6 kilometer ini.

Kegagalan menembus Q2 ini secara otomatis menempatkan Veda di baris ketujuh grid, tepatnya di posisi start ke-21 berdasarkan akumulasi waktu kualifikasi.

Dominasi Baris Depan

Sementara itu, jalannya sesi Q2 menyajikan duel yang tak kalah mendebarkan demi memperebutkan posisi start terdepan.

Valentin Perrone berhasil mengamankan pole position setelah mencetak waktu fantastis 1 menit 46,679 detik. Pebalap bernomor start 73 tersebut menunjukkan konsistensi luar biasa sepanjang enam putaran yang ia jalani di Q2.

Perrone hanya unggul tipis seperseribu detik, tepatnya 0,005 detik, dari David Munoz yang membuntutinya di posisi kedua dengan catatan waktu 1 menit 46,684 detik.

Baris terdepan akan dilengkapi oleh Brian Uriarte di posisi ketiga, disusul David Almansa dan Marco Morelli yang mengunci baris kedua.

Bagi Veda Ega Pratama, posisi start ke-21 jelas bukan situasi ideal, namun karakter Sirkuit Catalunya yang memiliki lintasan lurus panjang tetap membuka lebar peluang untuk melakukan aksi kejar (comeback) pada balapan esok hari.

Fokus utama kini beralih pada kemampuan menjaga ritme ban dan kecerdikan memanfaatkan slipstream di tengah rombongan besar demi mengamankan poin penting di daratan Eropa. (dhi)

NUSALY.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.. Gabung saluran WhatsApp NUSALY.com sekarang