Scroll untuk baca artikel
Banner Sumsel Maju untuk Semua

Banner Bijak Digital Pemkab MUBA

Kilas Daerah

Digitalisasi Tata Kelola Zakat Melalui Jaringan Akademis di Baturaja

×

Digitalisasi Tata Kelola Zakat Melalui Jaringan Akademis di Baturaja

Sebarkan artikel ini
Digitalisasi Tata Kelola Zakat Melalui Jaringan Akademis di Baturaja
BAZNAS OKU gandeng Unmaha Baturaja untuk digitalisasi pengelolaan zakat dan pembentukan UPZIS kampus demi transparansi logistik umat. Dok. Ist

Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Ogan Komering Ulu memperluas jangkauan operasional dengan menggandeng Universitas Mahakarya Asia Baturaja. Kemitraan strategis ini diarahkan pada modernisasi pelayanan berbasis teknologi informasi sekaligus penguatan literasi filantropi di lingkungan kampus.

BATURAJA, NUSALY – Urusan pengelolaan dana umat di tingkat daerah kini tidak bisa lagi digarap dengan cara-cara konvensional yang lambat. Tuntutan publik akan transparansi dan kecepatan pelayanan memaksa lembaga filantropi Islam untuk segera berbenah.

Menyadari urgensi tersebut, jajaran pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) memilih bergerak taktis mendekati sektor akademis, Sabtu (16/5/2026).

Rombongan pimpinan BAZNAS OKU mendatangi Kampus Universitas Mahakarya Asia (Unmaha) Baturaja untuk meletakkan dasar kerja sama jangka panjang.

Pertemuan tatap muka ini bukan sekadar agenda seremoni biasa, melainkan menjadi jembatan awal sebelum kedua belah pihak meresmikan kesepakatan lewat penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dalam waktu dekat.

Payung hukum formal ini dinilai mendesak agar sirkulasi program pemanfaatan teknologi informasi dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) memiliki landasan operasional yang kuat.

Siasat Mengatasi Keterbatasan Teknis

Bagi BAZNAS OKU, memodernisasi lembaga di tengah keterbatasan sumber daya manusia bidang komputerisasi adalah persoalan pelik yang jamak ditemui di daerah.

Menggandeng perguruan tinggi lokal yang fokus pada pengembangan teknologi informasi menjadi langkah paling rasional untuk memangkas kesenjangan digital tersebut.

Ketua BAZNAS OKU, Imam Nuryadin, S.H.I, secara terbuka mengakui bahwa intervensi dari dunia kampus sangat menentukan hidup-matinya laju transformasi organisasi yang ia pimpin.

Fakta di lapangan menunjukkan bahwa Unmaha Baturaja bahkan sudah bergerak mendahului kesepakatan tertulis dengan menerjunkan dua mahasiswinya, Tiara dan Elsiata, untuk mengawal digitalisasi sistem administrasi harian di kantor pelayanan BAZNAS.

“Kami akan buat MoU sebagai payung kerja sama resmi. Terima kasih juga kepada pihak Unmaha yang telah menugaskan dua mahasiswi, Tiara dan Elsiata, untuk membantu kegiatan operasional di BAZNAS OKU. Tanpa dukungan Unmaha, BAZNAS OKU tidak ada apa-apa,” kata Imam Nuryadin saat menyampaikan sapaan di depan ruang koordinasi rektorat.

Gayung bersambut, Direktur Unmaha Baturaja, Hendrayudi, M.Kom., langsung membuka pintu koordinasi selebar-lebar dari seluruh unit kerja di bawah kendalinya.

Pihak kampus menyatakan kesiapan penuh untuk memfasilitasi riset terapan maupun penyediaan perangkat lunak yang dibutuhkan BAZNAS untuk mempercepat penetrasi digitalisasi zakat ke kantong-kantong masyarakat di Bumi Sebimbing Sekundang.

Membidik Potensi Filantropi Kampus

Rencana kolaborasi ini dirancang mengikat secara timbal balik dan tidak berhenti pada urusan pembenahan sistem administrasi internal semata.

Ekspansi perolehan dana sosial keagamaan kini mulai membidik ekosistem dunia pendidikan tinggi secara terstruktur, sebuah sektor potensial yang selama ini belum tergarap maksimal di OKU.

Wakil Ketua II BAZNAS OKU, Darman Syafei, melemparkan usulan taktis mengenai pembentukan Unit Pengumpulan Zakat, Infaq, dan Sedekah (UPZIS) resmi yang berbasis di dalam lingkungan internal Unmaha.

Skema ini diproyeksikan menjadi mesin penggerak baru dalam menghimpun dana sosial dari kalang dosen, staf administrasi, hingga mahasiswa yang memiliki kelonggaran finansial.

“Kami berharap UPZIS di Unmaha segera terbentuk dan bisa berjalan efektif ke depannya,” tutur Darman. Dana yang terkumpul dari sistem pengumpulan berbasis kampus ini nantinya akan diputar kembali secara sirkular untuk membantu biaya pendidikan bagi mahasiswa lokal yang kurang mampu.

Praktisi Masuk Kelas

Dampak jangka panjang dari sinergi silang ini juga didesain untuk menyentuh langsung ruang-ruang kuliah melalui restrukturisasi implementasi pembelajaran.

Manajemen Unmaha tidak ingin lulusannya hanya lihai dalam urusan pemrograman komputer atau teknologi informasi, tetapi gagap terhadap nilai-nilai sosial keagamaan.

Kepala Humas dan Kemahasiswaan Unmaha Baturaja, Rosidi, M.Kom., menekankan pentingnya melahirkan kegiatan penyuluhan yang mampu mengawinkan keahlian IT dengan integritas moral keislaman.

Langkah konkret untuk mewujudkan gagasan tersebut kini sedang dimatangkan oleh Humas Unmaha, M. As’ad, M.Pd. Bersama Rosidi, pihaknya tengah menyusun rancangan tindak lanjut berupa program praktisi masuk kelas lewat agenda kuliah umum pada mata kuliah agama.

Pihak kampus mengagendakan pimpinan BAZNAS OKU untuk bertindak sebagai pemateri utama guna membedah anatomi pengelolaan filantropi modern langsung di hadapan mahasiswa.

Kegiatan edukasi publik ini ditargetkan dapat mengeksekusi kelas perdana pada awal Juni 2026 mendatang.

Lewat skema kerja bareng yang terjadwal ini, Baturaja sedang menguji model baru tata kelola zakat yang profesional sekaligus menjadikannya laboratorium pembentukan karakter generasi muda setempat. (Jum Radit)

NUSALY.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.. Gabung saluran WhatsApp NUSALY.com sekarang