Aksi comeback sensasional dipertontonkan pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, di Sirkuit Catalunya. Memulai jalannya balapan dari barisan belakang, Veda sukses merangsek maju membelah dominasi pack terdepan.
BARCELONA, NUSALY – Hasil memukau kembali dicatatkan oleh talenta emas dunia balap motor Indonesia dalam lanjutan seri kejuaraan dunia Moto3 musim 2026.
Tampil di bawah bayang-bayang posisi start yang kurang menguntungkan di Sirkuit Catalunya, Spanyol, Veda Ega Pratama justru menyuguhkan tontonan kelas dunia lewat aksi salip-menyalip yang agresif sepanjang 18 putaran penuh drama.
Nasib baik sebenarnya sempat menghampiri Veda sebelum lampu start padam. Sanksi penalti penurunan 12 posisi grid yang dijatuhkan pengawas balapan kepada Casey O’Gorman—dari urutan 12 merosot ke urutan 24—secara otomatis mengatrol posisi start Veda.
Pembalap tanah air ini akhirnya berhak memacu motornya dari posisi start ke-20.
Menghadapi temperatur lintasan yang menyentuh angka 20°C, garasi tim Veda memutuskan untuk mengambil langkah berani terkait manajemen roda.
Di saat garasi pembalap lain terpecah antara pilihan ban kombinasi SC2-SC2, Veda justru menjatuhkan pilihan pada opsi strategi kombinasi ban depan-belakang SC2-SC1.
Strategi inilah yang kemudian menjadi senjata rahasianya di atas aspal sirkuit.
Lonjakan Instan di Tikungan Pertama
Keputusan memilih tipe ban tersebut langsung membuahkan hasil instan begitu balapan dimulai. Melakukan akselerasi yang sangat bersih dari grid ke-20, Veda langsung melakukan manuver berani dengan menusuk jalur dalam tikungan pertama Sirkuit Catalunya.
Hanya dalam hitungan detik setelah start, posisinya langsung meroket delapan tingkat untuk mengamankan posisi ke-12 (P12), sementara Brian Uriarte memimpin di barisan paling depan.
Ketenangan Veda di atas motor kembali diuji pada putaran-putaran awal. Saat balapan memasuki lap kedua dan David Almansa mengambil alih pimpinan lomba, posisi Veda sempat sedikit melonggar ke urutan 13.
Namun, alih-alih mengendurkan tarikan gas, Veda justru mulai membangun ritme balapnya secara konstan.
Pembalap bernomor motor 9 ini kembali naik ke urutan 11 pada lap ke-3. Satu putaran berikutnya, giliran Joel Kelso yang menjadi korban keganasan manuver Veda, membuatnya berhak menduduki posisi ke-10 pada lap ke-4.
Dari titik ini, target Veda beralih untuk memangkas jarak 0,8 detik dari Valentin Perrone yang berada tepat di depannya.
Menembus Kereta Barang Kelompok Depan
Konsistensi Veda dalam menjaga lap time akhirnya membuahkan hasil pada putaran ke-6. Setelah sukses mengovertake Perrone untuk mengunci posisi ke-9, Veda langsung membidik rombongan besar di kelompok depan (front pack) dengan Alvaro Carpe sebagai target terdekat.
Siasat tersebut berjalan mulus. Memasuki putaran ke-8, Veda secara resmi berhasil meleburkan diri ke dalam rombongan utama atau yang biasa disebut “kereta barang” kelompok terdepan. Pertarungan di zona ini berlangsung sangat rapat dan menguras fisik serta konsentrasi.
Tensi balapan kian memuncak pada lap ke-10, di mana jarak Veda di posisi 9 mulai agak renggang dengan barisan pelopor yang dipimpin Brian Uriarte.
Ketatnya slipstream di sirkuit ini membuat posisi Veda kembali melorot ke urutan 11 pada lap ke-11 setelah dilewati oleh Marco Morelli dan Casey O’Gorman yang mencoba membayar kesalahannya.
Drama Tikungan Akhir dan Klasemen Sementara
Mendekati fase akhir balapan, peta persaingan di barisan depan berubah total secara drastis.
Maximo Quiles yang pada lap ke-14 masih tertahan di urutan ke-10, melakukan lompatan gila untuk berada di posisi kedua, tepat 0,3 detik di belakang sang pemimpin balapan, Almansa.
Masuk lap ke-15, Quiles resmi memimpin balapan sementara Veda masih tertahan di urutan 11.
Mental petarung Veda kembali memuncak pada putaran terakhir (last lap). Memanfaatkan ruang sempit di sisa tikungan akhir, Veda berhasil merayap naik ke posisi 9 sebelum akhirnya menyentuh garis finis bendera kotak-kotak (chequered flag).
Berdasarkan hasil resmi balapan pasca-sidang steward, Maximo Quiles keluar sebagai pemenang mutlak Moto3 Catalunya 2026 setelah menyelesaikan total 18 lap.
Sementara itu, Veda Ega Pratama secara fantastis dinyatakan menyegel posisi finis ke-8 (P8) dengan selisih waktu hanya 0,984 detik dari sang juara pertama.
Tambahan poin krusial dari Barcelona ini langsung berdampak positif pada posisi Veda di papan atas tabel klasemen.
Berdasarkan rilis data poin sementara pasca-balapan, Veda Ega Pratama kini kokoh bertengger di peringkat ke-5 dunia dengan koleksi 58 poin total, menyamai perolehan angka milik Marco Morelli di peringkat ke-4.
Posisi puncak klasemen masih dikuasai oleh Maximo Quiles dengan raihan 140 poin, disusul Adrian Fernandez di tempat kedua dengan 76 poin. (dhi)
NUSALY.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.. Gabung saluran WhatsApp NUSALY.com sekarang





