Penyediaan hunian sehat di kawasan sentra perkebunan luar kota terus dikejar guna meningkatkan indeks kesehatan lingkungan perdesaan. Kolaborasi taktis di lapangan menjadi penggerak utama percepatan infrastruktur dasar bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
OGAN KOMERING ILIR, NUSALY – Akses terhadap perumahan layak dan sehat masih menjadi tantangan mendasar di wilayah pinggiran Sumatera Selatan. Melalui program lintas sektoral TNI Manunggal Membangun Desa atau TMMD Ogan Komering Ilir ke-128, intervensi pembenahan tata ruang pemukiman warga kurang mampu di tingkat tapak kini mulai memasuki fase akhir pengerjaan.
Operasi pembenahan infrastruktur pemukiman yang digulirkan oleh Kodim 0402/OKI-OI ini dipusatkan di Desa Pematang Sukatani, Kecamatan Mesuji Makmur, Kabupaten Ogan Komering Ilir. Salah satu fokus fisik yang dikejar adalah percepatan pembangunan lima unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi masyarakat berpendapatan rendah.
Memasuki pertengahan Mei, salah satu unit bangunan yang terletak di wilayah Dusun 3 dilaporkan mulai memasuki tahapan penyelesaian akhir (finishing). Rumah permanen yang dibangun menggunakan struktur batako cor tersebut mulai dipasangi atap dan dilapisi cat dinding luar secara menyeluruh.
Ketahanan domestik
Kecamatan Mesuji Makmur secara geografis merupakan wilayah yang didominasi oleh sektor perkebunan rakyat, di mana sebagian warganya bekerja sebagai buruh harian. Bagi masyarakat di kelas ekonomi bawah, mengalokasikan pendapatan untuk merenovasi rumah kayu yang lapuk menjadi bangunan tembok permanen sering kali berada di luar jangkauan kemampuan finansial mereka.
Joni, salah satu warga penerima manfaat program perbaikan rumah di Dusun 3, menceritakan bagaimana kondisi bangunan tempat tinggalnya sebelum mendapatkan bantuan fisik dari komando distrik militer setempat. Sebelum dibongkar, rumahnya didominasi material papan kusam yang rapuh dengan kebocoran atap yang masif di hampir setiap sudut bangunan saat musim hujan.
Kondisi tersebut tidak hanya menurunkan kualitas kenyamanan hidup, melainkan juga memicu risiko kerawanan kesehatan bagi anggota keluarga akibat kelembapan dinding yang tinggi. Transformasi fisik bangunan menjadi struktur permanen dinilai langsung menaikkan standar sanitasi dan keamanan domestik secara signifikan.
“Dulu kalau hujan kami sering khawatir atap bocor dan dinding basah. Sekarang rumah kami sudah bagus, dicat indah, rasanya seperti mimpi. Terima kasih kepada bapak-bapak TNI yang sudah membantu,” kata Joni saat ditemui di lokasi penataan bangunan, Jumat (15/5/2026).
Manajemen tenggat
Guna mengejar target batas waktu operasional sebelum upacara penutupan resmi, manajemen lapangan menerapkan sistem pembagian kerja harian yang ketat antara personel militer dan kelompok warga tempatan. Pola ini diterapkan agar silsilah pengerjaan mulai dari fondasi hingga pengecatan tidak mengalami deviasi waktu.
Koordinator Lapangan RTLH TMMD Ogan Komering Ilir Ke-128, Kapten Inf Jhoni Ilham, menjelaskan bahwa pemenuhan hak perumahan ini dirancang untuk memberikan fondasi sosial yang kuat bagi masa depan keluarga di perdesaan. Rumah yang kokoh dan bersih dipercaya menjadi variabel penting dalam menunjang pertumbuhan anak-anak di lingkungan yang lebih sehat.
Pihak komando lapangan menegaskan, pengerjaan di sisa waktu operasi ini difokuskan pada penguatan detail bangunan, termasuk finishing pelapisan dinding dan penataan pekarangan sekitar agar rumah siap dihuni dengan aman. Sinergi di tingkat tapak antara prajurit dan masyarakat menjadi kunci stabilitas kecepatan proyek.
“Rumah adalah tempat pulang, tempat anak-anak bertumbuh, tempat keluarga berlindung dari panas dan hujan. Kehadiran TNI di sini adalah untuk membantu menghadirkan kehidupan yang lebih layak, lebih nyaman, dan lebih manusiawi,” ujar Jhoni Ilham menjelaskan esensi program pembangunan tersebut.
Dampak lanjutan
Rampungnya sejumlah unit RTLH di Desa Pematang Sukatani secara bertahap diharapkan dapat memicu kesadaran masyarakat sekitar mengenai pentingnya pemeliharaan lingkungan hunian yang sehat. Program perbaikan fisik ini idealnya ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah melalui program padat karya lanjutan.
Integrasi program pasca-TMMD, seperti penyediaan akses air bersih terpusat dan perbaikan sanitasi lingkungan desa, sangat dibutuhkan agar investasi fisik yang ditanamkan oleh jajaran TNI tidak berdiri sendiri. Kemitraan jangka panjang antara pemegang kebijakan daerah dan komunitas lokal menjadi penentu keberlanjutan ruang tumbuh pedesaan.
Langkah percepatan pembangunan di Mesuji Makmur ini membuktikan bahwa intervensi pembangunan yang terencana dari tingkat bawah mampu menyelesaikan persoalan kemiskinan struktural di pedesaan. Replikasi skema gotong royong ini menjadi model efektif yang layak dipertahankan guna mempercepat pemerataan infrastruktur di seluruh pelosok wilayah Ogan Komering Ilir. (puputzch)
NUSALY.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.. Gabung saluran WhatsApp NUSALY.com sekarang





