Para pelaku usaha pertanian dan peternakan di kawasan pesisir utara Jawa Tengah mulai mengubah strategi pengembangan pasar. Penguatan tata kelola internal dan kolaborasi lintas sektor kuliner menjadi kunci untuk melepaskan diri dari ketergantungan tengkulak.
KUDUS, NUSALY – Kemandirian ekonomi sektor pangan di tingkat lokal tidak lagi bisa diraih jika para peternak dan petani terus berjalan sendiri-sendiri tanpa ikatan jaringan yang kuat. Menghadapi tantangan pasar yang kian kompetitif, kelompok sekunder yang tergabung dalam Paguyuban Kelompok Tani Persaudaraan Pati Raya mulai merapatkan barisan dengan menginisiasi model bisnis terintegrasi dari hulu ke hilir.
Langkah penguatan jaringan antardaerah tersebut diwujudkan melalui agenda Ngopi Bareng dan Sarasehan yang mempertemukan puluhan pelaku usaha peternakan, perikanan, serta produsen pakan ternak di ruang pertemuan Resto Ulam Sari, Kabupaten Kudus, Selasa (28/5/2026).
Forum ini menjadi titik temu strategis bagi para penggerak agribisnis dari lima wilayah penyangga pangan, meliputi Kabupaten Blora, Rembang, Pati, Kudus, hingga Jepara.
Praktisi peternakan sekaligus pemilik BG Farm Kudus Rochmad Taufiq menjelaskan bahwa hambatan terbesar yang kerap menyumbat perkembangan ekonomi petani mikro terletak pada rantai logistik dan manajemen pengelolaan komoditas.
Selama ini, banyak peternak yang terlalu fokus pada proses produksi di kandang tanpa membangun draf sistem pemasaran yang berkelanjutan.
“Kita harus membenahi kesiapan sistem internal terlebih dahulu sebelum bicara perluasan pasar. Sering kali masalah utama usaha bukan karena faktor krisis eksternal, melainkan karena tata kelola barang kita yang belum siap menampung volume permintaan pasar yang besar,” ujar Taufiq, yang juga merupakan pengurus wilayah Sekber Wartawan Indonesia (SWI) Jawa Tengah.
Taufiq mencontohkan persoalan klasik di lapangan di mana rantai pasokan pakan atau stok dagangan sering mengalami kekosongan berkala. Ketidaksiapan logistik ini memicu hilangnya kepercayaan konsumen yang akhirnya berpindah ke jaringan kompetitor modal besar.
Melalui pendekatan spiritualitas kerja dan tanggung jawab moral, para pelaku usaha tani diajak untuk melakukan muhasabah atau evaluasi mendalam terhadap integritas pengelolaan modal usaha dan kejujuran tata kelola organisasi.
Integrasi konsep kuliner berbasis organik
Dinamika diskusi menjadi semakin tajam saat forum mulai membedah draf hilirisasi komoditas pertanian ke sektor industri hilir yang bersentuhan langsung dengan konsumen perkotaan. Salah satu peluang strategis yang dibahas adalah mengawinkan hasil panen peternakan rakyat dengan ekosistem bisnis kuliner.
Pemilik jaringan Resto Ulam Sari Ardi memaparkan bahwa industri pangan modern saat ini sedang mengalami pergeseran tren yang signifikan menuju konsumsi sehat.
Berdasarkan pengalaman mengelola restoran selama lebih dari dua dekade di wilayah Kudus, Kebumen, hingga Klaten, pasar masa depan akan dikuasai oleh pelaku usaha yang mampu menyajikan menu variatif berbasis bahan baku organik yang ramah lingkungan.
“Pengelolaan bisnis makanan harus terus bergerak inovatif. Ke depan, integrasi konsep pertanian organik dengan variasi menu di atas meja saji menjadi prasyarat mutlak agar bisnis lokal mampu bertahan hidup dan berkembang,” kata Ardi memberikan draf pandangan bisnis.
Melalui skema pasokan terpadu, jaringan restoran dapat menjadi penyerap utama (offtaker) bagi hasil ternak dan ikan organik yang diproduksi oleh anggota paguyuban.
Pola potong kompas ini dipercaya mampu memangkas dominasi tengkulak, sehingga petani mendapatkan harga jual yang lebih adil sementara konsumen memperoleh produk pangan dengan kualitas kesegaran yang terjamin.
Jaringan kerja sama berbasis yayasan sosial yang menjadi motor penggerak Paguyuban Pati Raya ini optimistis mampu melahirkan ekosistem usaha yang mandiri dan berkelanjutan.
Penajaman keterampilan teknis lapangan serta penguatan draf kolaborasi antarkabupaten di pesisir utara ini diharapkan dapat menjadi fondasi kokoh untuk menghadapi ketidakpastian pasokan pangan di tingkat regional. (awn)
NUSALY.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.. Gabung saluran WhatsApp NUSALY.com sekarang


