Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu menaruh perhatian besar pada penguatan kualitas sumber daya manusia lokal. Langkah taktis penyiapan tenaga terampil dan stimulus wirausaha baru digulirkan secara terpadu demi menyerap potensi pasar industri.
BATURAJA, NUSALY – Komitmen nyata untuk merealisasikan janji politik dalam memperluas lapangan pekerjaan dan mendongkrak kapasitas sumber daya manusia secara konkret ditunjukkan oleh Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu.
Melalui terobosan strategis, pemerintah daerah resmi mengandeng belasan lembaga pendidikan nonformal guna menempa ratusan warga usia produktif menjadi tenaga kerja ahli yang siap diserap oleh pasar industri modern maupun sektor usaha mandiri.
Perwujudan program akselerasi tersebut ditandai dengan pembukaan serentak Program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) dan Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) yang berpusat di Pendopo Rumah Dinas Bupati OKU, Senin (25/5/2026).
Agenda besar ini diikuti oleh sedikitnya 315 peserta pilihan yang siap digembleng melalui jalur pelatihan intensif tanpa dipungut biaya sepeser pun alias gratis.
Bupati OKU Teddy Meilwansyah menegaskan bahwa jajaran eksekutif memposisikan diri sebagai mitra strategis yang akan mengawal penuh perjalanan para peserta, mulai dari masa pembekalan di dalam kelas hingga penyaluran kerja ke berbagai perusahaan dan pelaku usaha di tingkat regional.
Program ini dirancang sebagai solusi taktis untuk menjawab tantangan kebutuhan tenaga kerja lokal yang kompeten.
“Jadikan kami mitra strategis. Kami siap melakukan pendampingan hingga ke perusahaan dan pelaku usaha agar peserta bisa disalurkan sesuai kemampuan masing-masing. Saya berpesan kepada peserta PKK dan PKW untuk menjadi tenaga terampil yang berkualitas. Ikuti pelatihan ini dengan giat dan semangat, jangan sekadar ikut-ikutan,” ujar Teddy Meilwansyah di hadapan ratusan peserta pelatihan daerah.
Sinergi kurikulum dengan kebutuhan industri
Guna memastikan program pengetasan kemiskinan dan pengangguran ini tidak berjalan sia-sia, Pemkab OKU telah menyiapkan alokasi anggaran khusus pendukung keberlangsungan operasional lembaga kursus di wilayah bumi sebimbing sekundang.
Pemerintah daerah juga menjadwalkan pertemuan khusus dengan mengundang para pimpinan perusahaan serta asosiasi pengusaha lokal dalam waktu dekat.
Langkah koordinasi ini bertujuan untuk memetakan secara presisi kualifikasi dan spesifikasi keahlian khusus yang tengah dibutuhkan oleh industri saat ini.
Dengan demikian, materi pelatihan yang diajarkan di 17 lembaga kursus mitra dapat langsung diselaraskan (link and match) dengan kebutuhan riil di lapangan kerja, sehingga tingkat serapan lulusan pelatihan dapat mencapai penyentase maksimal.
Teddy meyakini bahwa penguatan sektor pendidikan vokasi nonformal ini merupakan alternatif tercepat dan paling efisien dalam mendongkrak daya saing tenaga kerja lokal di tengah ketatnya persaingan ekonomi modern.
Dua jalur penguatan ekonomi kerakyatan
Apresiasi mendalam atas keberpihakan kebijakan pemda ini disampaikan oleh Ketua Himpunan Penyelenggara Kursus Indonesia (HIPKI) Sumatera Selatan Aprili Mauludin. Pihaknya menilai perhatian dan fasilitasi yang diberikan oleh Bupati Teddy Meilwansyah menjadi energi positif bagi pengelola kursus untuk melahirkan lulusan berdaya saing tinggi.
Aprili menjabarkan bahwa intervensi pelatihan kali ini sengaja dipecah ke dalam dua klaster utama dengan orientasi capaian yang berbeda.
Program PKK difokuskan untuk menajamkan kompetensi teknis agar peserta siap bersaing mengisi lowongan kerja formal di perusahaan. Sementara itu, Program PKW diarahkan untuk menumbuhkan mentalitas berdikari guna mencetak wirausaha baru yang kreatif, inovatif, serta mampu membuka lapangan kerja baru di lingkungannya.
Materi keahlian yang diberikan kepada 315 peserta dalam program terpadu ini mencakup berbagai lini keterampilan populer yang memiliki perputaran ekonomi tinggi di masyarakat.
Ragam kelas tersebut meliputi keterampilan menjahit busana, aplikasi komputer, teknik pengelasan besi, tata boga kuliner, hingga keahlian industri kreatif berupa fotografi dan videografi digital.
Melalui gotong royong regulasi ini, Pemkab OKU optimistis dapat melahirkan ekosistem ekonomi daerah yang mandiri, produktif, dan berdaya tumbuh kuat. (radit)
NUSALY.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.. Gabung saluran WhatsApp NUSALY.com sekarang





