Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Ogan Komering Ilir (Dispora OKI) memastikan tata kelola anggaran daerah berjalan transparan menyusul adanya sorotan publik terkait alokasi dana satu paket belanja hadiah senilai ratusan juta rupiah yang sebenarnya diperuntukkan bagi insan olahraga berprestasi.
OGAN KOMERING ILIR, NUSALY – Langkah tertib administrasi dan akuntabilitas keuangan daerah menjadi komitmen utama yang ditunjukkan oleh jajaran pemerintah daerah dalam merespons dinamika informasi publik.
Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) memberikan klarifikasi menyeluruh guna meluruskan persepsi keliru mengenai pos belanja hadiah perlombaan swakelola senilai Rp371.000.000 yang sempat memicu sorotan tajam dari salah satu kelompok swadaya masyarakat.
Langkah ini diambil setelah munculnya desakan transparansi dari pegiat swadaya masyarakat terkait pencantuman nomenklatur tunggal satu paket anggaran tersebut yang dinilai minim rincian.
Namun, setelah ditelusuri secara mendalam pada dokumen pelaksanaan, angka tersebut nyatanya memiliki rincian yang sangat presisi dan mengikat langsung pada nama-nama penerima yang sah.
Plt. Kepala Dispora OKI Nila Maryati menjelaskan bahwa pencantuman nomenklatur belanja hadiah satu paket di dalam draf umum perencanaan murni merupakan aturan teknis di dalam sistem akuntansi daerah.
Sistem tersebut mewajibkan pengelompokan pagu besar di awal tahun anggaran sebelum kemudian dijabarkan secara rinci berdasarkan data riil dari komite olahraga nasional daerah.
“Kami memastikan tidak ada anggaran yang kabur atau tanpa rincian. Seluruh dana sebesar Rp371 juta tersebut merupakan alokasi dana transfer tunai langsung yang diperuntukkan bagi pelunasan hak puluhan atlet peraih medali serta apresiasi bagi ratusan pelatih yang telah mengawal nama baik daerah,” ujar Nila dalam keterangan resminya, Selasa (26/5/2026) lalu.
Alokasi anggaran ini menjadi bentuk komitmen nyata pemerintah daerah dalam mengapresiasi perjuangan para atlet di gelanggang olahraga.
Pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Sumsel 2025 yang dilaksanakan di Kabupaten Musi Banyuasin, kontingen Kabupaten OKI berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan finis di peringkat ke-8 besar.
Dalam ajang olahraga multievent tingkat provinsi tersebut, para atlet bumi Bende Seguguk sukses membawa pulang total 123 medali.
Perolehan medali yang menjadi dasar penentuan besaran bonus ini terdiri dari 27 medali emas, 39 medali perak yang diraih dalam berbagai nomor pertandingan, serta 57 medali perunggu yang melengkapi total raihan prestasi daerah.
Rincian Presisi Hak Atlet
Dalam lembaran negara yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) OKI tersebut, keseluruhan dana terbagi menjadi dua kelompok besar penerima.
Berdasarkan berkas autentik bertajuk BONUS PORPROV yang diterima Nusaly.com, kelompok pertama diarahkan untuk melunasi sisa bonus sembilan cabang olahraga kategori beregu, tim, dan ganda dengan total serapan anggaran mencapai Rp155.000.000.
Dana tersebut mengalir langsung untuk menyokong kebutuhan para atlet berprestasi yang terbagi dalam beberapa subkategori penyerapan finansial.
Pada kategori beregu, dana dialokasikan untuk tim bulu tangkis beregu putra, kick boxing, tenis lapangan, karate, senam, hingga panjat tebing dengan nilai masing-masing medali perunggu sebesar Rp15.000.000, serta raihan medali emas sepak takraw beregu sebesar Rp25.000.000.
Sementara untuk kategori tim, anggaran dialokasikan untuk sisa kuota bonus tim olahraga hockey serta tim sepak takraw putra dengan nilai masing-masing medali perunggu sebesar Rp10.000.000.
Adapun pada kategori ganda, dana diperuntukkan bagi atlet dari cabang olahraga dance sport yang berhasil menyumbangkan medali emas dengan nilai apresiasi Rp20.000.000.
Apresiasi Berjenjang Ratusan Mentor Lapangan
Porsi terbesar dari keseluruhan anggaran ini justru dialokasikan untuk kelompok kedua, yakni pembayaran bonus bagi 123 orang pelatih berprestasi di Kabupaten OKI dengan total nilai mencapai Rp216.000.000.
Alokasi ini menjadi bukti nyata bahwa pemerintah daerah menaruh perhatian besar pada nasib para mentor olahraga yang berjuang di tatanan teknis lapangan.
Skema pembagian dana untuk para pelatih tersebut disusun secara berjenjang dan proporsional, menyesuaikan dengan kasta medali yang berhasil dibawa pulang oleh atlet binaan mereka sebagaimana tercantum dalam dokumen tersebut.
Sebanyak 27 pelatih yang sukses membawa pulang medali emas berhak mendapatkan apresiasi masing-masing sebesar Rp3.000.000. Selanjutnya, 39 pelatih peraih medali perak mendapatkan Rp2.000.000 per orang, serta 57 pelatih peraih medali perunggu menerima masing-masing sebesar Rp1.000.000.
Penutupan Celah Manipulasi
Guna menjamin prinsip tata kelola pemerintahan yang bersih, pihak dinas menegaskan bahwa seluruh transaksi pembayaran ini nantinya dikirimkan langsung melalui mekanisme transfer ke rekening bank masing-masing atlet dan pelatih secara personal.
Pola transfer nontunai ini sengaja diterapkan guna menutup rapat celah pemotongan liar atau manipulasi jumlah nominal oleh oknum petugas di lapangan.
Pemerintah daerah menyatakan tetap menghargai dan mengapresiasi setiap masukan serta fungsi kontrol sosial yang dilayangkan oleh lembaga swadaya masyarakat di Ogan Komering Ilir. Kendati demikian, kontrol tersebut diharapkan bergerak di atas basis data yang utuh dan terverifikasi.
Hal ini penting agar dinamika pengawasan tidak melahirkan opini menyesatkan di ruang digital yang justru bisa merugikan iklim olahraga daerah.
Kepastian pencairan bonus ini diharapkan mampu menjaga stabilitas mental bertanding para atlet dan pelatih daerah yang kini tengah fokus bersiap menghadapi berbagai kompetisi olahraga di tingkat berikutnya. (dhi)
NUSALY.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.. Gabung saluran WhatsApp NUSALY.com sekarang





