Forum refleksi kultural berkonsep egaliter menjadi ruang bagi jajaran Dewan Pengurus Daerah Perkumpulan Gerakan Kebangsaan Kabupaten Ogan Komering Ilir untuk memperkokoh simpul emosional antar-kader.
KAYUAGUNG, NUSALY – Pemaknaan terhadap nilai-nilai Pancasila di dalam organisasi kepemudaan tidak selalu harus diwujudkan melalui mimbar pidato yang kaku. Langkah penguatan ideologi justru dapat diinisiasi dari hal paling mendasar, yakni merawat soliditas dan rasa kekeluargaan di antara sesama kader internal.
Pola pendekatan kultural tersebut dipilih oleh Dewan Pengurus Daerah (DPD) Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).
Momentum Hari Lahir Pancasila dimanfaatkan untuk menggelar kegiatan internal bertajuk “Bakar Jarak, Dekatkan Rasa” yang berlangsung di Kayuagung, OKI, Senin (1/6/2026).
Dengan mengusung tema “Satu Asap, Satu Rasa, Satu Keluarga di Rumah Organisasi”, agenda ini dirancang khusus sebagai ruang perjumpaan yang hangat. Seluruh kader internal berkumpul untuk mempererat silaturahmi sekaligus menyelaraskan frekuensi pergerakan.
Ruang Egaliter
Model konsolidasi yang santai ini sengaja dipilih untuk mengikis sekat struktural yang kerap membatasi pola komunikasi di dalam organisasi.
Di ruang terbuka ini, seluruh pengurus dan anggota, terutama yang berlatar belakang mahasiswa, dapat berinteraksi secara setara tanpa sekat formalitas hierarki.
Ketua DPD PGK OKI, Rivaldy Setiawan, S.H., mengungkapkan bahwa Hari Lahir Pancasila merupakan momentum terbaik untuk merefleksikan kembali esensi gotong royong di dalam rumah organisasi.
Persatuan yang kokoh di tingkat eksternal hanya bisa dicapai jika fondasi internalnya sudah terbangun dengan kuat.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mempererat hubungan antar-kader dan meneguhkan bahwa PGK merupakan rumah bersama yang menjunjung tinggi nilai persaudaraan, kebersamaan, dan semangat kebangsaan,” ujar Rivaldy di sela-sela interaksi bersama para kader, Senin.
Solidaritas Organik
Diksi “Satu Asap, Satu Rasa, Satu Keluarga” yang disepakati sebagai tema kegiatan menjadi sebuah refleksi filosofis.
Aktivitas memasak dan makan bersama menjadi simbol komunal bahwa dinamika organisasi pemuda tidak boleh hanya bertumpu pada formalitas program kerja kerja, melainkan harus dihidupkan oleh hubungan emosional yang organik.
Bagi sebuah organisasi yang dihuni oleh kelompok intelektual muda di tingkat daerah, pemeliharaan soliditas internal menjadi kunci untuk menjaga konsistensi gerakan.
Forum informal seperti ini terbukti efektif menjadi ruang dialog yang jujur, tempat para kader saling bertukar gagasan, mengurai kendala komunikasi, dan mempertegas komitmen kolektif.
Kaderisasi Berkelanjutan
Sebagai wadah berhimpunnya energi muda di Bumi Bende Seguguk, DPD PGK OKI memproyeksikan forum silaturahmi internal semacam ini dapat terus berjalan secara berkesinambungan.
Langkah ini dipandang sebagai bagian dari strategi investasi jangka panjang untuk memperkuat sistem kaderisasi yang sehat di tingkat tapak.
Melalui internalisasi nilai Pancasila yang dipraktikkan langsung dalam iklim berorganisasi yang harmonis, PGK OKI optimistis dapat mencetak kader-kader muda yang solid.
Karakter kader yang matang dan kompak di dalam internal ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak yang progresif saat terjun memberikan kontribusi dan pengabdian nyata bagi masyarakat luas. (puputzch)
NUSALY.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.. Gabung saluran WhatsApp NUSALY.com sekarang





