Scroll untuk baca artikel
Banner Idul Adha Pemprov Sumsel

Banner Bijak Digital Pemkab MUBA

OKUS Bersatu Maju Sejahtera

Karhutla OKU Selatan Diantisipasi Lewat Penguatan Mitigasi Dini Masyarakat

×

Karhutla OKU Selatan Diantisipasi Lewat Penguatan Mitigasi Dini Masyarakat

Sebarkan artikel ini

Lonjakan titik panas di wilayah Sumatera Selatan memicu Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan bergerak cepat memperketat pengawasan lingkungan dan pelibatan aktif warga di tingkat tapak.

MUARADUA, NUSALY — Perubahan pola cuaca yang cenderung ekstrem dan fase transisi menuju musim kemarau kering menuntut kesiapsiagaan penuh dari seluruh pemangku kepentingan di daerah.

Karakteristik wilayah Sumatera Selatan yang memiliki cakupan kawasan hutan dan perkebunan luas menjadikan isu kebakaran hutan dan lahan sebagai ancaman musiman yang wajib diantisipasi sejak dini demi melindungi tatanan ekologis dan ekonomi warga.

Merespons dinamika tersebut, Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan langsung mengambil langkah proaktif.

Bupati OKU Selatan, Abusama, S.H., mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh elemen masyarakat untuk melipatgandakan kewaspadaan terhadap potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang eskalasinya mulai menunjukkan tren peningkatan di tingkat regional.

Ancaman Nyata

Kekhawatiran ini bukan tanpa dasar yang kuat. Merujuk pada data pemantauan mutakhir per 31 Mei 2026 pukul 05.30 WIB, sistem monitoring satelit telah mendeteksi akumulasi sebanyak 28 titik panas (hotspot) yang tersebar di wilayah Sumatera Selatan.

Kombinasi antara suhu udara yang menyengat serta mengeringnya lapisan permukaan tanah dan serasah di lantai hutan membuat vegetasi menjadi sangat rentan tersulut api.

Bupati Abusama menegaskan bahwa dampak destruktif dari Karhutla memiliki efek domino yang sangat merugikan.

Selain merusak keanekaragaman hayati secara permanen, kabut asap yang dihasilkan berpotensi meruntuhkan kualitas kesehatan publik, melumpuhkan roda perekonomian lokal, hingga mengganggu aktivitas produktif harian masyarakat.

“Karhutla bukan hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga kesehatan masyarakat, perekonomian, dan aktivitas sehari-hari. Untuk itu saya mengajak seluruh masyarakat OKU Selatan agar bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan dalam bentuk apa pun,” ujar Abusama di Muaradua, Selasa (2/6/2026).

Langkah Bersama

Pencegahan yang efektif dinilai mustahil terwujud jika hanya bersandar pada langkah represif petugas di lapangan.

Oleh karena itu, penguatan benteng pertahanan berbasis komunitas menjadi kunci utama. Warga, terutama yang beraktivitas di sektor pertanian dan perkebunan, diminta untuk sepenuhnya meninggalkan pola-pola lama yang tidak ramah lingkungan.

Secara spesifik, kepala daerah mengingatkan agar tidak ada lagi praktik pembukaan atau pembersihan lahan (land clearing) dengan cara dibakar.

Tindakan sederhana namun fatal seperti membuang puntung rokok yang masih menyala secara sembarangan di area semak kering juga harus dihentikan.

Masyarakat diimbau untuk segera membangun sistem deteksi dini di tingkat desa.

Jika ditemukan adanya kemunculan titik api sekecil apa pun, warga diminta tidak mencoba menangani sendiri apabila kondisinya membahayakan, melainkan harus segera melapor.

Laporan cepat dapat diteruskan kepada pemerintah desa, aparat kepolisian sektor, komando rayon militer, maupun posko penanggulangan bencana terdekat agar pemadaman mula bisa langsung dieksekusi.

Sinergi Aparat

Di sisi hilir, Pemerintah Kabupaten OKU Selatan memastikan bahwa instrumen negara tidak tinggal diam.

Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), sinergi lintas sektoral bersama TNI, Polri, dan instansi vertikal terkait terus dimantangkan melalui patroli pencegahan terpadu dan pemetaan wilayah rawan.

Kesiapsiagaan personel dan pengecekan kelaikan armada pemadam kebakaran terus diintensifkan secara berkala.

Melalui kolaborasi yang solid antara ketegasan regulasi pemerintah dan kepedulian kolektif warga, Kabupaten OKU Selatan diharapkan mampu mengunci potensi risiko bencana ini seminimal mungkin.

Langkah mitigasi yang terstruktur ini menjadi manifestasi dari slogan penanggulangan bencana daerah: Waspada, Cegah, dan Laporkan.

Menjaga kelestarian alam dan menjamin udara OKU Selatan tetap bersih dari kepulan asap adalah tanggung jawab bersama yang harus dituntaskan demi masa depan generasi mendatang. (andi)